<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839</id><updated>2011-12-01T20:55:21.884-08:00</updated><category term='Profile Pekerja Seni'/><category term='Galeri Karya'/><category term='Puisi'/><category term='Info'/><category term='Video'/><category term='Alamat'/><category term='Pejuang'/><category term='Tulisan'/><category term='Lyric Lagu'/><title type='text'>Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER)</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>71</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-5695701390773533495</id><published>2011-12-01T20:47:00.000-08:00</published><updated>2011-12-01T20:55:21.900-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan'/><title type='text'>MEREKA YANG BERJUANG DAN BERBAGI KEBAHAGIAAN*</title><content type='html'>Oleh Nuraini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa tulisan adalah bahasa kehidupan yang mampu merepresentasikan hidup seseorang, bahkan sebuah bangsa. Secara jelas, pada hal 29 penulis mengutip kalimat dari novel Pramudya AT “…seorang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah”. Kalimat ini menjadi roh yang hendak ditularkan kepada pembaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis menjadi identitas serta torehan yang bisa bersifat personal juga kolektif. Melalui kumpulan cerpen ini, penulis sedang mengajak pembaca untuk kembali/tetap menjadi diri sendiri sebagai manusia merdeka, yang otonom atas diri dan segala indentitas yang melekat sebagai manusia, warga negara, anak, ibu, pacar, dan seorang manusia tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, buku cerpen ini merupakan cermin dari karakter masyarakat agraris Indonesia, terutama dari kalangan menengah ke bawah yang hidup di pedesaan. Dari 10 cerpen, ada tiga cerpen yang seting ceritanya adalah masyarakat desa. Desa bagi penulis merupakan titik temu dari proses kehidupan sebagian masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alur bertutur yang tidak selalu dapat ditangkap dengan mudah, karena pada beberapa cerpennya, penulis melakukan lompatan/periodisasi kisah. Cerpen Mimpi Raharja, menyodorkan cuplikan cerita seorang Raharja sebagai pemuda tanggung, lalu masuk tahun 1965 di mana ia menjadi korban politik yang dipenjara, hingga tahun 1977 di saat ia kembali menghirup udara bebas (hal 14). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Mimpi Raharja, seorang petani tua yang merupakan bapak dari tokoh ‘Rahardja’ telah menampilkan wajah lain dari orang desa yang miskin/sederhana, tetapi pada tahap tertentu memiliki rasionalitas yang lazimnya dimiliki masyarakat modern. Baginya, untuk hidup lebih baik, bekerja yang giat adalah jawaban yang tidak bisa ditawar. Mimpi Raharja, ia ditafsirkan dengan lugas “…Jadi rajin-rajinlah belajar dan urus dengan baik kambing-kambingmu itu agar tahun depan kamu bisa masuk sekolah guru”.  “Siapa mencari akan menemukan, dan siapa mengetuk pintu , pintu akan dibukakan” (hal 14). Kalimat ini merepresentasikan  spirit dari penulis, yang berkeyakinan bahwa berusaha dan tetap optimis menjadi jalan menuju perubahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada cerpen ke-2, Lelaki Beranak Satu, penulis masih menjadikan desa/petani dengan persoalan petani sebagai alur utama. Di sini, sosok petani, ditampilkan cukup utuh sebagai manusia pejuang, yang mengerti bahwa hidup dan mati keluarga sangat bergantung pada keberaniannya berhadapan/menantang segala resiko, sekalipun harus bertaruh nyawa, “kalau tak panen bulan ini, lebih baik bertarung dengan petir sore ini” (hal 16). Bersumberkan pada pengetahuan yang didapat secara turun temurun, petani melanjutkan proses produksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah warga desa tidak selalu bercerita tentang sawah dan kambing, karena dalam buku cerpen ini, juga ditampilkan sisi lain tentang petani yang bersinggungan dengan masalah politik dan ideologi. Rahardja (hal 14) dalam Mimpi Rahardja, merupakan sosok warga desa yang mengalami pahitnya dari pertarungan politik ---yang belum tentu ia pahami secara utuh. Sedikit berbeda dengan seting cerita pada cerpen Pak Potret, lingkungan desa yang memang miskin, tetapi diimbuhi dengan keberadaan keluarga Mbah Bei sebagai orang kaya desa, semakin menjernihkan wajah desa. Relasi dari kompleksitas kehidupan desa yang di dalamnya ada kesenjangan sosial yang tajam, hanya dapat dicairkan pada musim panen dan ritual udhik-udhik (hal 22-23). Kedatangan Pak Potret mampu merubah suasana kebatinan warga desa yang merasa kecil, miskin, menjadi berani untuk berkunjung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar menjadi media yang mampu mengubah wujud kemanusiaan seseorang/sekelompok masyarakat untuk kembali menjalankan kehidupan sebagai manusia ---yang saling berinteraksi dan membutuhkan. Melalui Pak Potret, penulis telah menciptakan asumsi (yang telah terbukti), bahwa sebuah organisasi Lekra dalam konteks warga desa telah berkontribusi akan lahirnya kehidupan sosial desa yang lebih sehat (hal 26). Namun, dalam cerita ini, gambaran penulis mengenai anak bungsu Mbah Bei, sedikit mengganggu, karena perumpamaan sorot matanya yang tajam sebagai mata Nyi Blorong, menunjukkan kegalakan (tapi smoga asumsi ini keliru). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa berpretensi lebih jauh, pada beberapa bagian cerpen, tersembul kesadaran yang belum tuntas dari penulis mengenai relasi gender. Pada cerpen Mimpi Rahardja, adik perempuan Rahardja harus menjadi sosok yang dinomor duakan dalam hal sekolah (hal. 13). Pun begitu pada cerpen Lelaki Bernama Karsa, Karsa kecil ditampilkan sebagai jagoan yang siap berkelahi, dengan amarah yang dibesar-besarkannya, Karsa tak ingin menjadi pengecut, banci, dan perempuan (hal. 30). Perempuan diidentikkan sebagai kelompok yang sederajat dengan pengecut dan banci. Toh Karsa yang tangguh itu tidak sanggup menanggung rasanya terhadap perempuan yang ia cintai, ia tak bernyali dalam menyatakan rasanya yang  terdalam. Namun, pada cerpen lain, penulis menampilkan perempuan sebagai sosok yang tangguh dan berperan dalam kehidupan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen Adams dan Hawa, menampilkan dialog yang mengarah pada peran penting perempuan/ibu. “Nenek moyang kita sebenarnya penganut garis ibu….Ibu Pertiwi, ….Dewi Sri..” (hal 42). Demikian juga dalam cerpen Seorang Perempuan Tua, sosok perempuan tua yang bercerita mengenai kontribusinya dalam perjuangan, menjadi cerita penutup yang mengiyakan peran besar ibu dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya buku ini bercerita mengenai suka-duka kehidupan anak muda dengan tumpahan emosinya, baik terhadap kekasih yang tak sampai (cerpen Lelaki Bernama Karsa), jiwa revolusioner anak muda yang berkuliah di sebuah kota di Jawa (Daun Jatuh), dan cerita-cerita lain yang disampaikan dengan potongan sejarah maupun kisah yang hidup di suatu masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup miskin tidak membatasi cakrawala yang semestinya memang dirangkul oleh setiap orang, pesan ini sangat jelas penulis sampaikan melalui tokoh Kakek Panyadap Tuak. Orang tua biasa-biasa saja, bisa berbagi dengan tulus, tak seperti kebanyakan elit politik di negeri ini yang hobinya menumpuk harta ---termasuk yang bukan menjadi haknya. Begitu juga dengan laki-laki tua yang berada di Pulau Jawa, juga memiliki cara dalam berbagi, ia bagikan becaknya kepada temannya yang membutuhkan, karena ia sudah tak membutuhkan lagi. “kebahagiaan yang sejati adalah selalu dalam perjuangan” (hal 69). Tukang becak yang berpolitik, menambah kaya buku ini yang berhasil tampilkan berbagai sosok yang memiliki peran di lingkungan sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa-rasanya buku ini lebih banyak bertutur tentang kisah dari penulis sendiri, tentang relasinya dengan banyak orang di banyak tempat. Dan Flores salah satunya adalah tempat yang pernah akrab dengan penulis, sehingga beberapa kisah ia sajikan melalui Malam yang Setia, dimana bougenville menjadi rekatan dari keromantisan orang-orang Timur dalam menikmati hidup. Membaca buku ini bagai melintasi mozaik sosial kita….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 25 November 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Disampaikan dalam Launching  buku kumpulan cerita pendek “Lelaki Bernama Karsa” yang ditulis oleh   AJ Susmana, tgl 25 November 2011 di PDS HB Jassin Kompleks TIM, Cikini, Jakarta Pusat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-5695701390773533495?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/5695701390773533495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=5695701390773533495' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/5695701390773533495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/5695701390773533495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2011/12/mereka-yang-berjuang-dan-berbagi.html' title='MEREKA YANG BERJUANG DAN BERBAGI KEBAHAGIAAN*'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-1859743009249361562</id><published>2011-12-01T20:36:00.001-08:00</published><updated>2011-12-01T20:46:35.612-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan'/><title type='text'>BERFUNGSI SEL PUNCA PATRIOTIK : LELAKI BERNAMA KARSA</title><content type='html'>oleh : Toga Tambunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya cerpen-cerpen A.J. Susmana sudah tentu cerminan editentitas dan integritas yang bersangkutan. Karya seni merupakan anak rohani, yang mewakili sosok penciptanya di tengah dinamika hidup, berbaur dengan kawan, sahabat yang bisa menerimanya, bersamaan itu sekaligus bertarung dengan yang bukan kawan atau bukan sahabatnyayang kemungkinan tidak dapat merajut kompromi. Sepuluh cerpen dikemas dalam judul “Lelaki Bernama Karsa”. Ternyata judul  buku ini, terdapat pada urutan ke empat,adalah satu-satunya diantara sepuluh cerpen tersebut yang dipublikasi pertama kali dengan terbitnya kumpulan cerpen ini. Mungkin itu alasannya atau juga selaku karya pilihan terbaik menurut penulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya kreativitas bertutur tulis yang mengeksplorasi hikmah, energi maupun bunyi kata-kata sehingga tersusun kalimat, sebagai simbol yang mengekspresikan hajat batin penulisnya, dengan dalam waktu relatif singkat karena mengusung masalah yang terbatas, entah dalam bentuk dan gaya apapun tentulah termasuk dalam himpunan yang disebut cerita pendek. Memang ada yang mendiskripsikan kreasi tutur  tersebut mengutamakan peristiwa yang dialami tokoh protagonis berkaitan adanya konflik dengan tokoh lainnya. Sehingga keunikan apa yang terkandung dan bagaimana proses peristiwa konflik yang diusung dalam anak rohani penulis tersebut, menjadi takaran kemuliaan karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat tentang unsur intrinsik yang demikian itu terwakili, misalnya, oleh cerpen “Besok” karya Bachtiar Siagian (Harian Rakyat, 22 Juli 1961, dimuat juga dalam Laporan dari Bawah, yang dihimpun Roma D.A.Y &amp; Muidin M.Dahlan). Jika ditulis dengan huruf calibri ukuran 12, cukup satu setengah lembar A4. Begitu juga ”Tamu Agung” (Rakyat Merdeka, 2007) karya Hujan Tarigan, salah seorang yang turut dimuat cerpennya  dalam Bunga Rampai Cerpen Panggung Sastra Komunitas Dewan Kesenian Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat tersebut menegaskan unsur utama adalah peristiwa konflik antar tokoh, sebagai  pusat cerpen. Tentu saja hal itu  akan terkait juga dengan  perobahan perilaku tokoh yang memang dimaklum sebagai irisan karakter  namun sebatas perobahan kuantitatif saja atau dadakan. Materi ini membedakan cerpen terhadap novel. Penulis novel, fokus utama tuturannya mengusung proses perubahan karakter sehingga perubahan taraf kualitatif atas para tokoh terlibat konflik. Hal itu ditampilkannya lewat berbagai peristiwa interaksi diantara para tokoh cerita, yang tentu saja berlangsung dalam waktu relatif panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyorotkan kriteria deskripsi dimaksud tadi atas kreasi A.J. Susmana, maka 10 karya itu dapat dikatakan kurang dalam hal peristiwa konflik antar tokoh. “Mimpi Rahardja” menghadirkan tokoh tunggal; peran ayah hanya pelengkap kisah. Tidak terdapat peristiwa konflik antar tokoh. Dalam cerita lain, memang ada tokoh dan pihak lain yang berproses bahkan saling selaras bukan terlibat peristiwa konflik. Khusus “Adam dan Eva” dirajut bukan dengan konflik peristiwa melainkan dengan konflik dialog, diakhiri dengan peristiwa kebersamaan. Dalam bagian tengah “Lelaki Bernama Karsa” ada peristiwa konflik sederhana, tapi hanya melatari cerita, karena fofusnya bukan peristiwa itu, tapi pada rasa bersalah tokoh. Selanjutnya penuturan yang retrospektif dan sering terjadi berulang memastikan cerita relative panjang, bukan singkat. Latar restropektifnya umumnya bergaya ikhtisar berdiri sendiri, bukan termasuk dalam kerangka berdialog antar tokoh, &lt;br /&gt;kecuali “Adam dan Eva”.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar temuan-temuan itu maka kreasi A.J. Susman, tidak termasuk dalam diskripsi tersebut. Lebih kena disebut cerita esai.Hal demikian bukan dalam buku ini saja. Estetik demikian sudah identitasnya, setidaknya sampai saat buku “Lelaki Bernama Karsa” ini.  Sepuluh karyanya yang terbit terdahulu dalam buku “Perempuan Tangguh” yang mengambil setting utama prahara kemanusian tahun 1965, mengulik hak-hak asasi manusia, sudah lebih dulu bergaya dalam bentuk cerita esais. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap karya kreativitas tentu mengusung keistimewaan kandungannya. Cerpen berdiskripsi tentang unsur intrinsik yang diutarakan sebelumnya, berdampak membangun penalaran alternatif mengenai kausalitas peristiwa berkaitan dengan pesan moral yang terkandung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi karya seni, justru dimanifestasikan oleh dampaknya di ranah publik. Seberapa besar perubahan terjadi, secara perorangan ataupun massal, dalam kalangan publik akibat peran anak rohani seniman. Dampak karya terhadap publik itulah ukuran kemuliaan karya. Perkara ini terlebih utama dari pada menggali teoritis unsur ekstrinsik maupun intrinsiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang seyogianya kreativitas seni bebas definisi. Sekalipun dideskripsikan, selayaknya disertai kesadaran relativitas, &lt;br /&gt;yakni  senantiasa terbuka diselaraskan obyektif dengan gerak perubahan masyarakat menuju destinasi obyektifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dampak karya seni terhadap  struktur sosial kehidupan masyarakat, khususnya Indonesia, yang menderita penyakit serba akut komplikasi kronis, endemis, perdarahan multi krisis, perlu dipahami jelas penyebabnya. Bahkan sudah terselenggarakan terapi dengan berbagai obat penawar hasil demokrasi pasar liberal.  Terapi itu hasil rumusan dari pandangan hidup atau filsafat penindasan terhadap kemanusiaaan, misalnya dengan resp Bank Dunia, IMF, Mengamademen UUD 45 sehingga anti Rakyat dan tanpa GBHN, Membuat Undang-Undang pro modal asing, dll. Ternyata gagal. Kita menderita luar biasa. Diibaratkan menderita penyakit medis, kasus Indonesia tidak akan dapat disembuhkan dengan terapi termodern, sekalipun hasil produksi sistim sekarang, bahkan meski sdh dikombinasi dengan akupuntur yang memang terbukti ilmiah dengan penemuan jaringan kyumrak oleh ahli-ahli Korea. Untuk mengatasi  penyakit manusia, telah ditemukan sel punca. &lt;br /&gt;Sel punca ini meregenerasi sel-sel  rusak atau tak berguna, menterapi beragam penyakit yang selama ini belum dapat diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya A.J Susmana amat kental  dengan isu sosial politik, yang mencakup kemanusian. “Mimpi Rahardja” melobi pesan moral : “…..Jadilah kini ia seorang petani.  Ia menjadi petani  yang ulet ……..Ia juga ingat tafsir mimpi ayahnya…. “ Ternyata kuda-kuda hidup Rahardja bukan pada otot mimpi. “Lelaki Beranak Satu” itu melawan mistik yang menggelayuti  benak sedulurnya se-desanya, yang mengejeknya melawan petir pencurah hujan badai sumber banjir pemorakporandakan tegalan mereka. “Lelaki Beranak Satu itu tak hendak berhenti . Kalau Ki Ageng Sela bisa, aku juga bisa! Tak berapa lama. Ia pun melakukan cangkulan terakhir …….menandai  pembuatan parit itu berakhir.  A.J. Susmana mengketengahkan konflik pikiran, emosi, pendapat dalam batin tokoh, bukan peristiwa konflik yang terjadi antar tokoh mengenai  emosi, moral, dan yang sejenisnya yang diwakili perilaku.  Begitulah dalam “Kakek Penyadap Tuak”, sang aku  “…..ingin tidur tapi tak bisa. Mengapa ada kakek penyadap buah lontar yang miskin tapi berani berbagi di tengah kemiskinannya, sementara penguasa kotanya……. melakukan korupsi besar-besaran. Apakah ini nyata Teman? Bantu aku menemukan jawabannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpenis yang termotivasi agar dampak karyanya berproses memproyeksi kesadaran batin publik ke tendensi  moral yang diidamkan dan tidak mengutamakan penalaran kausalitas publik, tentu saja menempuh tehnik berkreasi  berbeda dari diskripsi diatas. Bentuk dan gaya kreasi tersebut lain dari unsur intrinsik yang dideskripsikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermaksud membangun kesadaran, A.J Susmana secara spontan atau beritikad menyajikan bukan konflik peristiwa antar tokoh, dia tidak memenuhi tuntutan kriteria cerpen seperti dimaksud deskripsi diatas, yang tujuannya mendapatkan effek penalaran kausalitas, melainkan dia menyampaikan renungan, mengajak khalayak berkontemplasi sebagaimana semua karyanya yang kontemplatif. Dia regang kemauan, mengocek korong inteligensia, mengipas rekognisi, merekomandasi penolakan terhadap  kesadaran palsu yang ditebar pihak pemilik modal dan komprador, yaitu kongsinya pemilik modal diantara para pengambil kebijakan negara. Banyak pengamat menyimpulkan 80% informasi adalah repressi untuk kesadaran palsu. Bukankah kebohongan terus menerus dapat merekayasa informasi palsu diolah sehingga jadi sesuatu opini yang faktual. A.J. Susmana memberitahukan perihal itu dalam semua karyanya itu. “ Disini orang menari dalam kejujuran. Disini tubuh menyimpan banyak kekayaan yang tak ditampilkan di desaku yang munafik…….Kekerasan? Ya! Karena orang-orang bayaran penjaga ‘pantai mutiara’ itu tak segan menembak penduduk …… Kami pun bercerita tentang kemiskinan kami dan bagaimana orang-orang kaya menumpuk kekayaan dengan korupsi dan menjual kemiskinan kami. Tak ada benci dan dendam di hati kami……. Mengapa orang-orang itu bisa melakukannya?.....Bukankah disini didirikan Gereja Kristus?” itu sepenggal kontemplasi dalam “Malam Yang Setia”Demi pembaca dapat cepat menyerap materi kesadaran yang diketengahkan, bentuk yang paling cocok dan mudah mengolahnya, memang adalah bentuk dan gaya cerita esai. A.J. Susmana tidak terikat oleh diskripsi tentang intrinsik cerpen seperti disebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk dan gaya bukan faktor penentu menghasilkan effek dari pembaca, melainkan oleh isi karya. Sebagai contoh yang pernah terjadi yaitu cerpen  “Senjari (baca: Senyari) Bumi” karya Giyono Gandrung dimuat dalam Harian Rakyat berturut-turut tgl 24 sd 26 April 1962,Bentuknya amat sederhana, boleh disebut cerita (pola) jurnalistik. Narasi maupun plot sangat sederhana. Bahasa sangat sederhana. Petani  pendidikan terrendah sekalipun dapat segra menangkap makna dan segra terinspirasi. Justru dalam kesederhanaan bentuk dan gaya itulah terkandung kedahsyatan potensinya. Terbukti  penguasa gusar sehingga membreidel harian tersebut beberapa hari. Itulah pertama kali setelah proklamasi Agustus, cerpen surat kabar itu diberangus karena cerpen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bentang pengertian masyarakat Indonesia teramat menderita inilah anak rohani A.J.Susmana menawarkan alternatip pola pandangan hidup obyektivisme sebagai intrumen alternatip pola pikir, pandangan hidup dan pegangan kesadaran, agar berhasil mengganti struktur dan kondisi kini masyarakat, yang berbeda bahkan bertentangan dengan pola pandangan positivisme pragmatik, yaitu penghasil penyebar kesadaran palsu,  yang kini menjajah membelenggu dinamika masyarakat, agar kondisi timapng  setidaknya tetap status-qua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  lebih jeli sedikit mengamati  gagasan obyektivisme yang konsisiten dalam 10 karya A.J. Susmana ini, khalayak secara mudah menangkap muatan filsafat materialisme dialektik histori. Sekalipun tidak menyebut eksplisit. Dengan gaya sering retrospektif, dibumbui lagi menyebut langsung nama Semaun di Semarang dalam “Lelaki Beranak Satu”, sudah cukup menegaskan ajakannya agar menggumuli pandangan bahwa obyektivisme kandungan ilmiah filsafat MDH inilah berfungsi sebagai sel punca struktur masyarakat, mengatasi  kondisi peradaban Indonesia yang kini porak poranda. Sel punca struktur masyarakat Indonesia……………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya penampilan istilah dan ungkapan bahasa, dan juga untaian mutiara hikmah tradisi etnis Jawa, termuat dalam cerita esai ini, menambah semarak khazanah budaya Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujar Mangkuprojo,menantu Pakubuwono III, suami GRA Retno Dumirah : “Luwih utomo numpuk kawaruh, tinimbang numpuk bondo. Kawaruh ora iso ilang, nanging kabeh kanggo ngrungkupi  bumi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, selayaknya juga diajukan tanda tanya, mungkinkah kreasi A.J Susmana ini dapat terserap dengan mudah oleh umumnya petani yang berdiam di desa berpendidikan terbatas yang justru mayoritas penduduk Indonesia dan paling berkepentingan adanya perubahan mutlak sistim sehingga akan terinspirasi mendemonstrasikan obyektivisme dimaksud? A.J. Susmana dapat berkontemplasi dalam hal estetik yang dituntut petani ini, sebagaimana harusnya para seniman turut serta berperan untuk percepatan mencerdaskan kesadaran warga negara  terlebih khusus para petani  yang berpendidikan terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka!&lt;br /&gt;Jakarta, 22 Nopember 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disampaikan di PDS B Yassin tgl 25 Nop. 2011, dalam acara bedah buku “Lelaki Bernama Karsa” kumpulan cerpen karya A.J.Susmana,  (Toga Tambunan, salah seorang pendiri Paguyuban Kebudayaan Rakyat Indonesia/PAKRI)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-1859743009249361562?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/1859743009249361562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=1859743009249361562' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/1859743009249361562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/1859743009249361562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2011/12/berfungsi-sel-punca-patriotik-lelaki.html' title='BERFUNGSI SEL PUNCA PATRIOTIK : LELAKI BERNAMA KARSA'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-3261920175054253231</id><published>2011-11-05T05:56:00.000-07:00</published><updated>2011-11-05T06:31:38.282-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Karya'/><title type='text'>wajah wajah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-QikjDHM0ceQ/TrUy_cX8M3I/AAAAAAAABHE/nGHP-mqObis/s1600/wajah%2B4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 262px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-QikjDHM0ceQ/TrUy_cX8M3I/AAAAAAAABHE/nGHP-mqObis/s400/wajah%2B4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671495371272762226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-L1W5FJYF67E/TrUy5L3AB7I/AAAAAAAABG4/kvRoKYjjsCM/s1600/wajah%2B3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-L1W5FJYF67E/TrUy5L3AB7I/AAAAAAAABG4/kvRoKYjjsCM/s400/wajah%2B3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671495263760418738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-vdz5cIdJhXI/TrUyxvuxA1I/AAAAAAAABGs/S8FBjzFlhSc/s1600/wajah%2B2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 266px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-vdz5cIdJhXI/TrUyxvuxA1I/AAAAAAAABGs/S8FBjzFlhSc/s400/wajah%2B2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671495135950603090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-gCpXn9K1a9g/TrUyqmxWbbI/AAAAAAAABGg/8YD-e0GpZKk/s1600/wajah%2B1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 244px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-gCpXn9K1a9g/TrUyqmxWbbI/AAAAAAAABGg/8YD-e0GpZKk/s400/wajah%2B1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671495013286440370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"wajah wajah" &lt;br /&gt;karya : FATHUR&lt;br /&gt;media : tinta cina di atas kertas&lt;br /&gt;tahun karya : nopember 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-3261920175054253231?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/3261920175054253231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=3261920175054253231' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/3261920175054253231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/3261920175054253231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2011/11/wajah-wajah.html' title='wajah wajah'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-QikjDHM0ceQ/TrUy_cX8M3I/AAAAAAAABHE/nGHP-mqObis/s72-c/wajah%2B4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-4853267414581246568</id><published>2011-11-05T04:27:00.001-07:00</published><updated>2011-11-05T04:31:13.248-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Buku baru terbitan Jaker</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Okq_tH5OV2A/TrUd8ADGxGI/AAAAAAAABGU/RIiNfI0Vo98/s1600/tn.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 253px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Okq_tH5OV2A/TrUd8ADGxGI/AAAAAAAABGU/RIiNfI0Vo98/s400/tn.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671472222385390690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LELAKI BERNAMA KARSA&lt;br /&gt;kump. cerpen&lt;br /&gt;penulis : AJ Susmana&lt;br /&gt;tahun terbit : oktober 2011&lt;br /&gt;penerbit : JAKER&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-4853267414581246568?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/4853267414581246568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=4853267414581246568' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/4853267414581246568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/4853267414581246568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2011/11/buku-baru-terbitan-jaker.html' title='Buku baru terbitan Jaker'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Okq_tH5OV2A/TrUd8ADGxGI/AAAAAAAABGU/RIiNfI0Vo98/s72-c/tn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-3508492596461666768</id><published>2010-12-02T22:06:00.000-08:00</published><updated>2010-12-02T22:14:58.847-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan'/><title type='text'>Jangan Menulis Puisi Bisu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TPiK1RXQjXI/AAAAAAAABFw/3LZ8Vyk45X4/s1600/Putu%2BOka.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 336px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TPiK1RXQjXI/AAAAAAAABFw/3LZ8Vyk45X4/s400/Putu%2BOka.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546335588905422194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nova, selamat atas terbitnya buku ini. Kepada Jaker saya sampaikan kegembiraan saya, karena lembaga ini yang pernah seperti akar dijepit batu, sekarang sudah menunjukkan kiprah keberadaannya melalui beberapa kegiatan diskusi dan penerbitan. Saya harap semakin banyak teman-teman muda yang mau nimbrung atau bergabung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini saya tidak mengkritisi puisi-puisi Nova, tetapi menikmatinya untuk menyerap dan memperoleh pencerahan. &lt;br /&gt;Kritisi saya sudah dipampang di sampul belakang bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, puisi yang baik adalah puisi yang bisa dinikmati dan memberikan pencerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi sebagai sebuah kumpulan kata, harus mampu mengorganisasi dirinya agar makna setiap kata dapat mengungkapkan / mempresentasikan dirinya untuk dipahami oleh pembaca dan kemanusiaan, walaupun puisi merupakan hasil kreasi individu yang berdasarkan sudut pandang subyektif, puisi seharusnya bisa mengungkapkan  nilai-nilai universal. &lt;br /&gt;Hasil akhir sebuah puisi harus mampu mengedepankan obyektivitas (relaitif) atau esensi yang tersembunyikan di bawah sadar irama. Puisi pengungkapan mikro dan individual tetapi harus mampu merepresntasikan  nilai-nilai makro yang universal dan berperspektif ke kemanusiaan. Sebab penyair dan pembaca adalah manusia, yang terjaring saling menghidupi dengan manusia lainnya dalam berbagai kondisi dan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi menurut saya tidak lengkap kalau hanya bisa dirasakan saja. Bahwa puisi pertama-tama menyentuh perasaan / emosi seperti halnya karya seni lainnya, itu benar. Tapi dari getar rasa yang dibangkitkan oleh makna kata dan irama, ia akan menjalar ke kesadaran rasio. &lt;br /&gt;Pembaca akan memperoleh kenikmatan dan pemahaman yang berakhir pada pencerahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bisu yang cerdas dan cekatan dia tidak menjadikan kebisuannya sebagai hambatan untuk dipahami,  bahkan  orang bisu tersebut mampu memberikan pencerahan. &lt;br /&gt;Tetapi kalau puisi bisu, ia hanya dimengerti dan dinikmati oleh penulisnya (mungkin juga tidak) dan selebihnya ia memperdaya pembaca dengan kebisuannya untuk diposisikan sebagai puisi maha hebat, saking hebatnya sampai tidak ada orang yang bisa memahaminya. Puisi semacam ini saya sarankan untuk disimpan di dalam lacinya, sebab ini salah satu perangkap pembodohan.&lt;br /&gt;Kata dalam sebuah puisi adalah pertikel / komponen yang paling halus dan hakiki. &lt;br /&gt;Supaya partikel yang paling halus ini bisa bermakna dan merepresentasikan maknanya, maka ia memerlukan saling dukung dengan sesama kata, kata demi kata mengorganisasikan dirinya sehingga terwujud kesatuan puisi. Puisi harus dipahami sebagai sebuah kesatuan tema, pesan, lambang,kiasan, dan irama. Memahami puisi berarti memahami keutuhannya, menikmati puisi berarti menikmati sebuah organisasi kata, mendapatkan pencerahan dari puisi, berarti puisi tersebut mampu mengedepankan ide, paradigma dan sikap maupun pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaiman dengan puisi-puisi Nova, silahkan dikritisi apakah Nova menulis puisi-puisi bisu, atau puisi yang berteriak sehingga gemanya memantul ke dinding-dinding hati pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menunggu tulisan sastra Nova berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putu Oka Sukanta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disampaikan dalam Launching Buku ”Burung Burung Bersayap Air”&lt;br /&gt;Karya Dewi Nova di PDS HB Jassin – TIM Jakarta, 25 November 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-3508492596461666768?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/3508492596461666768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=3508492596461666768' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/3508492596461666768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/3508492596461666768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2010/12/jangan-menulis-puisi-bisu.html' title='Jangan Menulis Puisi Bisu'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TPiK1RXQjXI/AAAAAAAABFw/3LZ8Vyk45X4/s72-c/Putu%2BOka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-8622873214800537346</id><published>2010-11-19T20:49:00.000-08:00</published><updated>2010-11-19T21:00:00.573-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>PRESS RILIS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TOdT-m12HFI/AAAAAAAABFo/qtX0MsRd98M/s1600/cover.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 246px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TOdT-m12HFI/AAAAAAAABFo/qtX0MsRd98M/s400/cover.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5541490201546071122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Press Rilis Launching buku puisi&lt;br /&gt;”Burung Burung Bersayap Air”&lt;br /&gt;Karya Dewi Nova&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Burung Burung Bersayap Air” adalah buku kumpulan puisi &lt;br /&gt;pertama Dewi Nova yang telah diterbitkan Penerbit Jaker. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan satu kebetulan, tapi memang sudah direncanakan bila &lt;br /&gt;acara peluncurannya pada tanggal 25 november 2010 nanti &lt;br /&gt;bertepatan dengan hari Anti Penyiksaan/Kekerasan Terhadap &lt;br /&gt;Perempuan. &lt;br /&gt;Mengapa..? karena puisi-puisi karya Dewi Nova yang terangkum &lt;br /&gt;dalam “Burung-Burung Bersayap Air” banyak cerita soal kekerasan, &lt;br /&gt;penindasan, utamanya dialami kaum perempuan. &lt;br /&gt;Dewi bertutur kekejian, penghinaan diri manusia oleh manusia, &lt;br /&gt;mulai dari Aceh, Poso, Manggarai hingga jauh ke Patpong Thailand. &lt;br /&gt;Bacalah: “Tutur Inong Aceh”, “Lelaki Bersenjata Itu, Kekasihku!”, &lt;br /&gt;“Kepada Perempuan-perempuan Patpong”. Semua begitu realis, &lt;br /&gt;kepiluan nan keji tepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak melulu cerita kalah, karena Dewi juga mencatat kisah &lt;br /&gt;para perempuan tangguh, seperti dalam: “Perempuan-perempuan Gunung”, &lt;br /&gt;“Kau Ambil Parang Kami, Kurampas Senjata Kalian!”, terbang hingga &lt;br /&gt;ke Burma sana dalam sosok Aung San Suu Kyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi juga apik melukis kata, memadukannya dengan berbagai nama flora, &lt;br /&gt;menjadi judul yang nyastra macam: “Cinta Bunga Teh”, “Perempuan Opium”, &lt;br /&gt;“Sekelopak Kisah”, “Bisik Daun Tembakau”, tapi semua tidak lantas &lt;br /&gt;mengharu biru setelah kita berlanjut membaca, karena judul yang cantik tidak tercermin dalam isi, justru ketragisan didapat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pengalamannya bekerja di banyak lembaga kemasyarakatan &lt;br /&gt;yang konsen dengan isu-isu perdagangan perempuan, konsultasi gender &lt;br /&gt;dan sebagainya, maka tak heran dia mengerti benar persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran ”Burung Burung Bersayap Air” akan diadakan pada &lt;br /&gt;25 november 2010, Pukul 19.00 bertempat di Pusat Dokumentasi &lt;br /&gt;Sastra HB. Jassin Kompleks Taman Ismail Marzuki, &lt;br /&gt;Jln Cikini Raya no. 73 Jakarta Pusat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir sebagai pembahas &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Putu Oka Sukanta&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Myra Diarsi.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Dialog akan di moderatori oleh &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Susi Ivvaty.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu ada &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Roso Suroso (Jaker), Sanggar Satu Bumi, &lt;br /&gt;dan Aliansi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI)&lt;/span&gt; akan tampil&lt;br /&gt;sebagai apresiator atas karya-karya Dewi Nova. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENERBIT JAKER&lt;br /&gt;Jln KH Abdullah Syafe’i no. 51 &lt;br /&gt;(Casablanca) Jakarta Selatan&lt;br /&gt;HP. 0817 687 95 98 (Cp. Tejo Priyono)&lt;br /&gt;pp.jaker@gmail.com&lt;br /&gt;http://jakker.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-8622873214800537346?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/8622873214800537346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=8622873214800537346' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/8622873214800537346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/8622873214800537346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2010/11/press-rilis.html' title='PRESS RILIS'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TOdT-m12HFI/AAAAAAAABFo/qtX0MsRd98M/s72-c/cover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-3716373321788970737</id><published>2010-10-06T23:00:00.000-07:00</published><updated>2010-10-06T23:20:52.512-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profile Pekerja Seni'/><title type='text'>Sekilas Tentang Rizal Abdulhadi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TK1jrImP-lI/AAAAAAAABFQ/zyTRyV4PWUs/s1600/25458_1270563804425_1239753003_30678931_4778872_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 308px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TK1jrImP-lI/AAAAAAAABFQ/zyTRyV4PWUs/s400/25458_1270563804425_1239753003_30678931_4778872_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525181910546905682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Musisi muda yang lahir di Majalengka, Jawa Barat tahun 1988 ini memilih musik folk balada sebagai genre warna musiknya setelah bermacam macam genre musik ia tekuni, mulai dari pop, rock, punk, hiphop bahkan metal sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia dengan genre folk ballad ini dia berharap karya nya bisa lebih mudah di akses oleh semua golongan dan bisa di nikmati sepanjang jaman karna isi dari lagu nya bermuatan sosial mengarah pada perubahan sosial seperti apa yang di cita citakanya dengan balutan sastra yang kental dalam lirik untuk memperindah pengkaryaan nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia musik Rizal Abdulhadi memandang bahwa musik harus mengabdi pada revolusi yang belum selesai seperti apa yang dia ilhami dari perkataan presiden pertama Ir. Soekarno ’ ...sebab revolusi indonesia adalah revolusi rakjat, revolusi massa, sedang musik harus di jadikan alat untuk mengabdi pada revolusi. Prinsip musik untuk revolusi ini harus disadari sepenuhnya oleh setiap seniman seniwati musik indonesia yang sadar...’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir tahun 2006 Rizal Abdulhadi memilih bernyanyi solo sambil memainkan gitar dan harmonika. Tidak hanya itu, kadang di beberepa pertunjukan dia memainkan apapun yang ada disekitarnya dipadukan dengan vokal khas nya, termasuk alat dapur sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaannya terhadap seni tradisi terlihat jelas dalam beberapa konser yang dilakoninya yang tidak meninggalkan alat musik etnis nusantara. Dia piawai memainkan suling, kendang, karinding, genggong, saluang, celempung, awi go’ong, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tujuan saya memadukan instrumen etnis merupakan upaya mempertahankan budaya tradisi yang semakin memudar dan menunjukan pada orang luar bahwa musik tradisi indonesia tak kalah hebatnya,” katanya suatu hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir 2007 sembilan lagu dalam album indie label yang ditelurkannya cukup menarik perhatian. Pertunjukan dari panggung ke panggung mulai ramai, dan pada akhir  2008 akhir album keduanya berhasil disebar, walau hanya di kalangan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak maksimalnya sebaran album kedua itu lantaran saat itu pemusik yang super kreatif ini sibuk dengan konser gerilya-nya yang betajuk ’Konser Pembebasan’ desa ke desa di Jawa Barat. Memasuki 2009 konser gerilya-nya meluas hingga seluruh Jawa, Bali hingga Lombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat menanam padi, Rizal-pun memanennya. Serangkaian event besar mulai mengajak Rizal turut mengisi acara, salahsatunya di Bambu Nusantara World Music Festival  2, 3 dan 4, Braga Festival Bandung, Redneck 3 dan 4 di Bandung, Konser Hari Musik Balada Internasional dan lainnya bahkan di tahun 2008 bersama grupnya, dia menjawarai ’Festival Musik Kolaborasi Etnik Kontemporer’ di Garut mewakili Kabupaten Majalengka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain aktif membangun komunitas-komunitas kesenian dan kebudayaan di kampungnya sendiri dan beberapa daerah lain, dia juga aktif dalam organisasi kerakyatan. Ketika kuliah dia menjadi aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan hingga sekarang bersama Partai Rakyat Demokratik (PRD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pertengahan 2009 sampai sekarang dia menetap di ibu kota untuk memperluas jaringan musik nya dan tuntutan bermusik secara nasional dengan harus mulai menggarap album secara serius dengan distribusi berskala nasional dan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi dan kultur hiruk pikuk metropolitan pun menambah kekayaan genre musik rizal  abdulhadi dengan mulai mengacak dan mencomot comot genre lain untuk di kolaborasikan dengan musik folk khas nya, semisal mulai memadukan unsur electronic, blues, jazz, reggae dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di tahun ini Rizal Abdulhadi mengeluarkan mini album yang berisi 5 lagu yang di launching di newseum indonesia pada akhir agustus kemarin. Mini album ini sebagai awal sebelum full albumnya di luncurkan yang rencana nya pada akhir tahun 2010 ini di jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi / sanggar yang pernah di ikuti dan di buat nya:&lt;br /&gt;- Sanggar Sastra untuk haur koneng – tahun 2003&lt;br /&gt;- Sanggar Panggung Pembebasan – 2004&lt;br /&gt;- Sanggar Hujan Keruh – 2005&lt;br /&gt;- Ganesha Pecinta Alam (GANAPALA) – 2003&lt;br /&gt;- Remaja Seni Ganesha – 2003&lt;br /&gt;- Jatiwangi Art Factory – 2006&lt;br /&gt;- Konser Kampung – 2007&lt;br /&gt;- The Mystical Earth – 2008&lt;br /&gt;- The Barudak Sayah (digital Art) – 2007&lt;br /&gt;- Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) jawa barat– 2006&lt;br /&gt;- Jaringan Kerja kebudayaan rakyat (JAKER) bandung – 2007&lt;br /&gt;- Partai Persatuan Pembebasan Nasional (PAPERNAS) – 2007&lt;br /&gt;- Majalengka Center – 2008&lt;br /&gt;- Balada bandung – 2009&lt;br /&gt;- Konser Pembebasan – 2009&lt;br /&gt;- Gerakan Musik Indie – 2009&lt;br /&gt;- Posse the exhibition room – 2009&lt;br /&gt;- Gandrung Percussion – 2009&lt;br /&gt;- Teater TeMA – 2009&lt;br /&gt;- Ngawangangkong di bale bengong – 2009&lt;br /&gt;- Majalengka Culture Center – 2010&lt;br /&gt;- Kandang konser – 2010&lt;br /&gt;- Folklub – 2010&lt;br /&gt;- Pengurus Pusat JAKER – 2009 hingga sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizal Abdulhadi&lt;br /&gt;www.myspace.com/lagurizalabdulhadi&lt;br /&gt;www.rizalabdulhadi.multiply.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=E9j26hgYRmE"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-3716373321788970737?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/3716373321788970737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=3716373321788970737' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/3716373321788970737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/3716373321788970737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2010/10/sekilas-tentang-rizal-abdulhadi.html' title='Sekilas Tentang Rizal Abdulhadi'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TK1jrImP-lI/AAAAAAAABFQ/zyTRyV4PWUs/s72-c/25458_1270563804425_1239753003_30678931_4778872_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-7177612102754783201</id><published>2010-09-10T02:38:00.000-07:00</published><updated>2010-09-10T02:41:23.786-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TIn87hpD93I/AAAAAAAABFA/fAzFTs74eY0/s1600/kartu+ucapan+lebaran+Jaker.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 261px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TIn87hpD93I/AAAAAAAABFA/fAzFTs74eY0/s400/kartu+ucapan+lebaran+Jaker.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5515217318264960882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-7177612102754783201?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/7177612102754783201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=7177612102754783201' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/7177612102754783201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/7177612102754783201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1-syawal.html' title='Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TIn87hpD93I/AAAAAAAABFA/fAzFTs74eY0/s72-c/kartu+ucapan+lebaran+Jaker.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-2487227556720433574</id><published>2010-09-06T09:42:00.001-07:00</published><updated>2010-09-06T09:43:50.125-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Parade Esai Kemerdekaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TIUaI2crD9I/AAAAAAAABE4/YWB3hgT--X4/s1600/BUnga_Rampai_promosi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 283px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TIUaI2crD9I/AAAAAAAABE4/YWB3hgT--X4/s400/BUnga_Rampai_promosi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513842058142093266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-2487227556720433574?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/2487227556720433574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=2487227556720433574' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/2487227556720433574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/2487227556720433574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2010/09/parade-esai-kemerdekaan.html' title='Parade Esai Kemerdekaan'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TIUaI2crD9I/AAAAAAAABE4/YWB3hgT--X4/s72-c/BUnga_Rampai_promosi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-2512915386841669403</id><published>2010-07-27T20:22:00.000-07:00</published><updated>2010-07-27T20:23:37.872-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Jadwal Festival Kemerdekaan 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TE-iqLKEbFI/AAAAAAAABEw/Y2UOe18sFoo/s1600/poster.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TE-iqLKEbFI/AAAAAAAABEw/Y2UOe18sFoo/s400/poster.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498792515475893330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-2512915386841669403?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/2512915386841669403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=2512915386841669403' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/2512915386841669403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/2512915386841669403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2010/07/jadwal-festival-kemerdekaan-2010.html' title='Jadwal Festival Kemerdekaan 2010'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TE-iqLKEbFI/AAAAAAAABEw/Y2UOe18sFoo/s72-c/poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-6580759321819262047</id><published>2010-07-12T21:38:00.000-07:00</published><updated>2010-07-12T21:45:39.278-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Partisipasi Menulis Esai Kemerdekaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TDvuFcq7drI/AAAAAAAABEk/j-AjWwJANyI/s1600/menulis+esai.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TDvuFcq7drI/AAAAAAAABEk/j-AjWwJANyI/s400/menulis+esai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493245947871458994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bersama ini kami Panitia Pelaksanaan Festival Kemerdekaan 2010 yang diselenggarakan oleh Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER) bersama Komunitas Perupa GERBONG mengundang Teman-teman terlibat dalam Tirakatan Kemerdekaan 2010 dengan cara menyumbang tulisan pendek/esai terkait momentum hari lahir Republik Indonesia ke 65 Tahun. Tulisan yang terkumpul akan kami satukan  dalam ”Bunga Rampai Melawan Penjajahan Baru”  dan kami mengundang para penyumbang tulisan untuk hadir pada Malam Tirakatan Kemerdekaan RI ke 65 pada tanggal 16 Agustus 2010. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berikut pertanyaan yang bisa dijadikan acuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.Aktivitas apa yang Anda geluti sekarang?&lt;br /&gt;2.Apa makna Kemerdekaan Indonesia bagi Anda? &lt;br /&gt;  Berpengaruh tidak terhadap aktivitas Anda?&lt;br /&gt;3.Apa yang Anda harapkan setelah 65 Tahun Kemerdekaan Indonesia?&lt;br /&gt;4.Nilai-nilai apa yang sedang Anda perjuangkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival Kemerdekaan 2010 sendiri dimaksud untuk merespon hari jadi Indonesia ke 65, menumbuhkan nasionalisme lewat seni budaya dan mengobarkan kembali cita-cita membangun Indonesia yang mandiri, berdaulat dan berkepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketentuan penulisan esai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.Terbuka untuk umum, pelajar, mahasiswa, aktivis lingkungan, pekerja politik dst.&lt;br /&gt;2.Boleh mengirim tulisan lama mengenai kemerdekaan yang dirasa masih relevan untuk  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;rencana bunga rampai yang akan kami susun.&lt;br /&gt;3.Panjang tulisan minimal 400 kata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengiriman tulisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.Tulisan/esai dikirim via email ke fest.merdeka2010@gmail.com&lt;br /&gt;2.Tulisan Teman-teman, kami tunggu paling lambat tanggal 5 Agustus 2010.&lt;br /&gt;3.Sertakan data diri/biografi ringkas penulis; foto diri, nama, alamat rumah/sekolah, aktivitas/pekerjaan, nomor kontak (hp/rumah/sekolah).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-6580759321819262047?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/6580759321819262047/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=6580759321819262047' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/6580759321819262047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/6580759321819262047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2010/07/partisipasi-menulis-esai-kemerdekaan.html' title='Partisipasi Menulis Esai Kemerdekaan'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TDvuFcq7drI/AAAAAAAABEk/j-AjWwJANyI/s72-c/menulis+esai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-5944097207310886715</id><published>2010-06-03T00:43:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T00:49:03.908-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>KAWAN DAN BERLAWAN siap terbit!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TAdeSyE0lII/AAAAAAAABEc/UDXyAdxq1u0/s1600/Cover+Depan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 358px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TAdeSyE0lII/AAAAAAAABEc/UDXyAdxq1u0/s400/Cover+Depan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478451148492149890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TAdeNm85n-I/AAAAAAAABEU/VVlsjfFvr7Q/s1600/Cover_Blkg.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 358px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TAdeNm85n-I/AAAAAAAABEU/VVlsjfFvr7Q/s400/Cover_Blkg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478451059606790114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul   : Kawan Dan Berlawan&lt;br /&gt;Penulis : Dominggus Oktavianus&lt;br /&gt;Penerbit: Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER)&lt;br /&gt;Cetakan : I, 2010&lt;br /&gt;ISBN    : 978-979-18950-6-4&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-5944097207310886715?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/5944097207310886715/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=5944097207310886715' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/5944097207310886715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/5944097207310886715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2010/06/kawan-dan-berlawan-siap-terbit.html' title='KAWAN DAN BERLAWAN siap terbit!'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TAdeSyE0lII/AAAAAAAABEc/UDXyAdxq1u0/s72-c/Cover+Depan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-804927661051858953</id><published>2010-05-31T07:34:00.001-07:00</published><updated>2010-05-31T07:41:53.321-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>KAMP0eNGSENI (Majalengka, 28 – 30 Mei 2010)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TAPJ7-EcCpI/AAAAAAAABD8/bFLB6IL_9Qg/s1600/diskusi06.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TAPJ7-EcCpI/AAAAAAAABD8/bFLB6IL_9Qg/s400/diskusi06.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477443603923733138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K A M P 0 e N G S E N I (Majalengka, 28 – 30 Mei 2010); Helaran Budaya, Diskusi Budaya, Panggung Seni, Pameran Karya Seni, Workshop, Festival Sesaji, Lelang Lukisan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penampil:&lt;/span&gt; Komunitas Peduli (Majalengka), Gardu Unik (Cirebon), Konser Kampung (Jatitujuh, Majalengka), Lentera Nusantara (Bandung), Ki Buyut (Bongas, Maja...lengka), Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER), Kameradz (Leuwimindung, Majalengka), Survive Garage (Jogjakarta), Ciungwanara (Sindangwangi, Majalengka), Dayak Bumi Segandu (Indramayu), Giri Kerenceng (Cicalengka, Bandung), United Breaker (Majalengka), Check Art Percussion (Cirebon), Ganapala (Majalengka) dsb.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-804927661051858953?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/804927661051858953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=804927661051858953' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/804927661051858953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/804927661051858953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2010/05/kamp0engseni-majalengka-28-30-mei-2010.html' title='KAMP0eNGSENI (Majalengka, 28 – 30 Mei 2010)'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/TAPJ7-EcCpI/AAAAAAAABD8/bFLB6IL_9Qg/s72-c/diskusi06.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-7227184914890948420</id><published>2010-04-21T02:17:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T20:28:13.138-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>4 Tahun Pramoedya Ananta Toer</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/S87JCW_m44I/AAAAAAAABDs/WiKdW2SjvVo/s1600/Poster+Acara+Pram.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/S87JCW_m44I/AAAAAAAABDs/WiKdW2SjvVo/s400/Poster+Acara+Pram.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462524440416281474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenang 4 Tahun Wafatnya Pramoedya Ananta Toer dengan tema acara ”Goresan Pena Pram Untuk Rakyat Indonesia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Diselenggarakan oleh Paguyuban Kebudayaan Rakyat Indonesia (PAKRI), YPKP HAM, Lentera Dipantara, Teater Buruh (TABUR), Komunitas Planet Senen (Kop’S), Komoenitas Lesehan Keboedajaan (KOLEKAN), Universitas Jakarta, PERPENI, Kongres Mahasiswa Universitas Islam Negeri, Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER), AKAR, STIAMI, Senjakala, Formasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JADWAL KEGIATAN Diskusi Mingguan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertemuan Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan: Peran Kebudayaan dalam Mengawal Kehidupan Berbangsa; Bercermin pada Pram&lt;br /&gt;Pembicara: Romo Muji Sutrisno, Yudi Latief&lt;br /&gt;Hari/tanggal: Senin, 19 April 2010&lt;br /&gt;Waktu: Pkl. 13:00-17:00 WIB&lt;br /&gt;Tempat: STIAMI Jln Pangkalan Asem Raya no. 55 Cempaka Putih Jakarta Pusat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertemuan kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan: Islam dalam Karya Pramoedya&lt;br /&gt;Pembicara: Benny Setiono, Irman Syah&lt;br /&gt;Hari/tanggal: Sabtu, 24 April 2010&lt;br /&gt;Waktu: Pkl. 18.00-21:00 WIB&lt;br /&gt;Tempat: Newseum Café Jl. Veteran Jakarta Pusat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertemuan ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan: Potret Perempuan dan Aspek-Aspek Psikologis Dalam Karya Pramoedya&lt;br /&gt;Pembicara: Rieke Dyah Pitaloka, Uchikowati, Dr. Seto Mulyadi.&lt;br /&gt;Hari/tanggal: Senin, 26 April 2010&lt;br /&gt;Waktu: Pkl. 13:00-17:00 WIB&lt;br /&gt;Tempat: Aula Universitas Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertemuan keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan: Politik Sastra dalam Karya Pramoedya&lt;br /&gt;Pembicara: AJ Susmana, Yonathan Rahardjo.&lt;br /&gt;Hari/tanggal: Selasa, 27 April 2010&lt;br /&gt;Waktu: Pkl. 13:00-17:00 WIB&lt;br /&gt;Tempat: Aula Student Centre UIN Syarif Hidayatullah Ciputat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Puncak Kegiatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagelaran Kebudayaan&lt;br /&gt;Hari/tanggal: Rabu, 28 April 2010&lt;br /&gt;Waktu: Pkl. 14:00-21:00 WIB&lt;br /&gt;Tempat: Pelataran Taman Gelanggang Olah Raga (GOR) Senen&lt;br /&gt;Pengisi Acara: Keluarga Pram, Teater Buruh, Komoenitas Lesehan&lt;br /&gt;Keboedajaan, Seniman Jalanan, JAKER, KoPS dan Seniman Lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-7227184914890948420?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/7227184914890948420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=7227184914890948420' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/7227184914890948420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/7227184914890948420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2010/04/4-tahun-pramoedya-ananta-toer.html' title='4 Tahun Pramoedya Ananta Toer'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/S87JCW_m44I/AAAAAAAABDs/WiKdW2SjvVo/s72-c/Poster+Acara+Pram.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-76268800908717301</id><published>2010-02-11T20:39:00.000-08:00</published><updated>2010-02-12T03:55:10.559-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Segera Terbit Buku Ke-6 Jaker</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/S3Tbsf7FhoI/AAAAAAAABDM/1XvKYDwE4jg/s1600-h/cover_depan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/S3Tbsf7FhoI/AAAAAAAABDM/1XvKYDwE4jg/s400/cover_depan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437212207673083522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;IBU, MAAF AKU NAKAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yanti Irawan&lt;br /&gt;Cetakan I, Februari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterbitkan oleh&lt;br /&gt;Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER)&lt;br /&gt;Jln Tebet Dalam II G no. 1 Tebet Jakarta 12810&lt;br /&gt;Telp/Fax. 021 835 45 13&lt;br /&gt;pp.jaker@yahoo.com | http://jakker.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cover Image&lt;br /&gt;Aksi Buruh, Dokumentasi Koran Pembebasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layout&lt;br /&gt;Jopi Ling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)&lt;br /&gt;Yanti Irawan&lt;br /&gt;Ibu, Maaf Aku Nakal&lt;br /&gt;Jakarta: JAKER, 2010&lt;br /&gt;xiii + 78 halaman, 12 x 19.5 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Distributor&lt;br /&gt;Penyalur dan Penerbit Buku Nalar&lt;br /&gt;Jln Damai C-8, Komplek Kompas&lt;br /&gt;Petukangan Selatan Jakarta 12270&lt;br /&gt;Telp. 021 736 20 70 Fax. 021 73 883 103&lt;br /&gt;Email: penyalur.nalar@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISBN 978-979-18950-5-7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengantar Penerbit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi, sebagai halnya varian seni yang lain, bisa&lt;br /&gt;menjadi alat/media untuk mencatat kejadian,&lt;br /&gt;pengalaman, membekukan sebuah peristiwa yang&lt;br /&gt;dialami seseorang, sekaligus juga sebagai ekspresi&lt;br /&gt;perjuangan, melengkapi metode lain yang telah&lt;br /&gt;dilakukan; protes, aksi massa, vergadering dan&lt;br /&gt;sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh saat situasi represif jaman kediktatoran orde&lt;br /&gt;baru Soeharto, saat semua ekspresi seni, ekspresi&lt;br /&gt;politik (di luar kehendak penguasa) direpresi-dibungkam,&lt;br /&gt;maka puisi bisa jadi saluran lain yang&lt;br /&gt;cukup efektif sebagai alat, sebagai corong suara&lt;br /&gt;ketidakadilan yang ada saat itu. Dan Wiji Thukul&lt;br /&gt;adalah salah satu pelakunya, karya - karya Thukul&lt;br /&gt;bisa begitu menakutkan dan sanggup membuat&lt;br /&gt;“gemetar” penguasa orde baru saat itu, hingga&lt;br /&gt;penguasa perlu membungkam Wiji Thukul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dengan puisi puisi Yanti&lt;br /&gt;Irawan yang terangkum dalam buku yang sedang&lt;br /&gt;anda baca ini, dia sadar betul bahwa ekspresi&lt;br /&gt;berpuisi adalah salah satu cara melampiaskan rindu&lt;br /&gt;dendamnya pada Ibu yang terpisah jarak ribuan mil&lt;br /&gt;jauhnya, kenangan akan Bapak yang banyak&lt;br /&gt;mengajarkan nilai nilai baik kehidupan, juga&lt;br /&gt;kejadian - kejadian seputar kehidupan seorang&lt;br /&gt;Yanti; soal teman, keluarga, pekerjaan, suami,&lt;br /&gt;pernikahan, pengalaman perjalanan singgahnya ke&lt;br /&gt;kota kota di nusantara - di dunia, dan aktivitasnya di&lt;br /&gt;serikat buruh. Yanti demikian apik mencatat&lt;br /&gt;pengalaman cintanya yang menggetarkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;indah benar cinta ini/hingga membawaku ke sini/&lt;br /&gt;hentakannya mengguncang dada/terus membuat&lt;br /&gt;tubuhku bergetar/dan sejuk akhirnya/seperti embun di&lt;br /&gt;luar jendela kaca/berlompatan di antara dahan&lt;br /&gt;cemara/terus bergulir menyentuh hati kita&lt;br /&gt;kabut malam melilit/udara dinginnya terus mengoda/&lt;br /&gt;membuat kita terbang tinggi/di atas hamparan daun teh ini&lt;br /&gt;aku tak akan perduli/sekalipun sayap kupu-kupu itu&lt;br /&gt;mengganggu/menyelusup di antara jemari kita/&lt;br /&gt;aku tetap ingin lalui/malam dingin ini bersamamu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(puisi “Untuk Bapaknya Ada”, Puncak, 2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau menghadirkan kontradiksi kenyataaan lewat&lt;br /&gt;puisinya yang berjudul “Kawanku Mati Tertembak” :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;.... /maka/kagum yang tak terhingga/ketika menyaksikan&lt;br /&gt;Bapak/membersihkan dan membuat kilap senjata&lt;br /&gt;genggamnya/aku sering ikutan menghitung pelurunya/&lt;br /&gt;bapakku sering kali menjelaskan:&lt;br /&gt;senjata ini tak berbahaya/ini hanya untuk&lt;br /&gt;mempertahankan negara dan rakyat/dari serangan&lt;br /&gt;musuh yang akan melahap kedaulatan negara/&lt;br /&gt;puluhan tahun kemudian/ketika Bapak sudah&lt;br /&gt;pensiun/aku dapat berita/ketika kawanku mahasiswa&lt;br /&gt;mati tertembak/entah oleh siapa/hari itu keadaan sangat&lt;br /&gt;kacau/bahkan akupun terkurung dalam gedung&lt;br /&gt;tempatku bekerja/tiga hari tak dapat pulang ke&lt;br /&gt;rumah/bingung dan tak tau buat apa/akhirnya&lt;br /&gt;kuputuskan berlari dan bergabung di Sudirman/&lt;br /&gt;rakyat ternyata mulai bergerak/reformasi&lt;br /&gt;/ku telpon Bapak/“Pak, senjata telah membunuh&lt;br /&gt;rakyatnya…”/suara Bapak hanya sayup-sayup&lt;br /&gt;terdengar/“Tapi itu bukan aku!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(puisi “Kawanku Mati Tertembak”, Jakarta, 1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanti seperti memberi garansi pada kita semua,&lt;br /&gt;bahwa ia bolehlah jadi contoh bagaimana fase hidup&lt;br /&gt;seorang aktivis tidak mudah terhenti oleh usia,&lt;br /&gt;pernikahan, kehadiran anak dan guncangan&lt;br /&gt;guncangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkapnya lagi anda bisa membaca utuh buku ini,&lt;br /&gt;hingga menemukan sosok Yanti yang lengkap,&lt;br /&gt;berikut cita cita mulianya pada kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Februari 2010&lt;br /&gt;Penerbit Jaker.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-76268800908717301?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/76268800908717301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=76268800908717301' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/76268800908717301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/76268800908717301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2010/02/segera-terbit-buku-ke-6-jaker.html' title='Segera Terbit Buku Ke-6 Jaker'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/S3Tbsf7FhoI/AAAAAAAABDM/1XvKYDwE4jg/s72-c/cover_depan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-7977954904768463060</id><published>2010-02-09T01:04:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T01:17:52.055-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>”Aku, Kamu, Kita, Dimana Wiji Thukul”@Reboan Seni #6 Jaker</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/S3EmEX-xYrI/AAAAAAAABDE/hUWO7YMx6Po/s1600-h/wiji+thukul.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 258px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/S3EmEX-xYrI/AAAAAAAABDE/hUWO7YMx6Po/s400/wiji+thukul.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436168081811530418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”Aku, Kamu, Kita, Dimana Wiji Thukul”@Reboan Seni #6 Jaker&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Waktunya Rabu, 10 Februari 2009, Jam 19.00 – 21.00 wib bertempat di&lt;br /&gt;Sekretariat Jaker, Jln Tebet Dalam II G no. 1 Jakarta Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pekerja seni yang siap menggemakan kembali karya2 Wiji Thukul lewat puisi, graffiti action, lukisan &amp; musik, antara lain: Wenri Wanhar (Jakarta), Faisal Getih (Majalengka), Rizal Abdulhadi (Jaker), Robiatun Sa’adiah (Jakarta), Qiyam Krisna Aji &amp; Epan Nihilatoriscariot (STSI Bandung), Ki Suhardi (Jakarta) dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiji Thukul, walau sampai hari ini masih belum diketahui keberadaannya, tapi karya beliau tetap hidup, dan style berpuisi Thukul yang ”tembak langsung” itu, jadi gaya yang banyak ditiru penyair-pencipta lagu progressif di era sekarang, era perjuangan menentang noeliberalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberitahuan ini sekaligus sebagai undangan ke teman-teman semua.&lt;br /&gt;Untuk informasi acara dsb, bisa kontak ke&lt;br /&gt;021 3310 72 13 &amp; 081 316 444 509 dengan Roso Suroso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian &amp; salam hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja Bersama&lt;br /&gt;Keluarga Besar Rakyat Demokratik (KBRD) &amp; Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-7977954904768463060?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/7977954904768463060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=7977954904768463060' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/7977954904768463060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/7977954904768463060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2010/02/aku-kamu-kita-dimana-wiji-thukulreboan.html' title='”Aku, Kamu, Kita, Dimana Wiji Thukul”@Reboan Seni #6 Jaker'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/S3EmEX-xYrI/AAAAAAAABDE/hUWO7YMx6Po/s72-c/wiji+thukul.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-1542492361813917334</id><published>2010-01-22T19:42:00.000-08:00</published><updated>2010-01-22T19:50:24.989-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan'/><title type='text'>Review: Musik Dan Perjuangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/S1pxCOjcPXI/AAAAAAAABC8/luJxDv8rvrA/s1600-h/Jara.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/S1pxCOjcPXI/AAAAAAAABC8/luJxDv8rvrA/s400/Jara.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429776583828979058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 22 januari 2010-16.47 WIB | Budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Ulfa Ilyas*)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JAKARTA&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berdikari Online&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik telah menjadi bagian dari revolusi sejak awal. Tidak ada revolusi tanpa komunikasi dan debat, dan musik adalah bagian dari hal itu. Kita bisa mengenal deretan pemusik yang telah menjadi bagian dari inspirasi revolusi, seperti Victor Jara di Chile, Silvio Rodríguez di Cuba, Karel Kryl di Czechoslovakia, Jacek Kaczmarski di Polandia, dan Vuyisile Mini di Afrika Selatan. Di belahan dunia barat, nama John Lennon dan Bob Dylan menjadi inspirator utama dari pergerakan kaum muda dan kelas pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, terutama dalam pergerakan nasional, nama WR Supratman cukup terkenal dan lagunya “Indonesia Raya” menjadi lagu pergerakan nasional saat itu. Ketika situasi revolusioner sedang memuncak paska Kemerdekaan, salah satu lagu pembakar semangatnya adalah lagu “darah rakyat”. Menurut Soe Hok Gie, dalam rapat akbar di lapangan Ikada, lagu “darah rakyat” dibagikan kepada ratusan ribu massa dalam bentuk pamflet dan dinyanyikan secara bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami arti penting musik dalam perjuangan kemerdekaan, JAKER telah mengumpulkan sejumlah seniman progressif untuk berbicara, diantaranya Ras Muhamad, Franky Sahilatua, Cholil Efek Rumah Kaca, dan Rizal Abdulhadi. Mereka berbicara mengenai perkembangan musik kontemporer, jebakan industri musik, dan bagaimana melahirkan pergerakan musik revolusioner. Hadir pula penulis buku “Soekarno dan perjuangan kebudayaan”, Nurani Suyomukti, khusus berbicara mengenai arti penting musik dalam kerangka perjuangan ideology kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Musik dan Aparat Ideologi Kelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nurani, industri bukan hanya mengkomersilkan seni, tetapi telah menjadi aparat ideology kelas berkuasa untuk menaklukkan kesadaran rakyat. Nurani memang betul, seperti juga dikatakan Louis Althuser, bahwa seni komersil telah menjadi apparatus ideologis klas borjuis untuk reproduksi sosial sistem kapitalisme. “Musik komersil benar-benar tidak manusiawi” kata Nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Musik tidak pernah netral,” kata Nurani, “mereka selalu menjelaskan keberpihakan kepada klas sosial tertentu”. Dalam masyarakat kapitalis, musik berfungsi bukan hanya sebagai mesin mencari keuntungan (akumulasi profit), namun telah menjadi instrument integrasi sosial di bawah dominasi ideology klas berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan liberal selalu berlindung di balik “kemurnian bermusik”, bahwa musik adalah musik, tidak ada politik, ideology, dan kepentingan apapun di dalamnya selain kepentingan estetik dan naluri seorang pemusik. Pada kenyataannya, musik adalah produk dari refleksi fikiran (otak) manusia terhadap keadaan sekitarnya, tidak mandiri, dan selalu terikat dengan ideology klas tertentu. Dalam kaitan ini, Nurani hendak membuktikan bahwa penghancuran karakter kaum muda Indonesai saat ini, sedikit banyaknya, terkait dengan hegemoni musik “sampah” yang disebar-luaskan oleh industri musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pelajar, misalnya, lebih menghafal lagu-lagu dari band-band yang sedang nge-trend, seperti Kangen Band, ST-12, Hijau Daun, Kuburan Band, dsb. daripada lagu-lagu nasional dan kebangsaan. Bahkan, karena derasnya serangan hegemonik industri musik tersebut, anak kecil pun terbawa oleh pengaruh lagu cemen---demikian Nurani menyebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Nurani menganjurkan agar kalangan pergerakan tidak menafikan arti penting lagu-lagu perlawanan, sebuah anti-tesa terhadap lagu-lagu dari pasar mainstream. Lagu-lagu perlawanan di sini bukan hanya lagu-lagu ciptaan para aktivis, tetapi juga lagu-lagu rakyat di berbagai daerah yang memiliki kandungan progresivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Musik Perlawanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama “Marcus Garvey”, kalau tidak ada musik Bob Marley, maka anak muda di jaman sekarang tentu sedikit sekali yang mengenalnya. Dengan kehadiran Bob Marley untuk menyanyikan lagu-lagu reggae dan mengangkat begitu banyak soal filosofi sosial, maka anak muda bisa banyak belajar dari ajaran-ajaran Garvey, dan terutama sekali mengenai sikap anti-imperialismenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik reggae bukan hanya menjadi inspirasi bagi “Pan African” dalam melawan neo-kolonialisme, tetapi telah menjadi “identitas” dunia ketiga yang berhasil menembus dunia Eropa dan negara kapitalisme maju. Itulah musik reggae, salah satu genre musik perlawanan sejak awalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ras Muhamad, salah satu pemusik Reggae Indonesia mencoba untuk mengambil pelajaran dari Bob Marley, filosofi Haile Selassie dan tidak ketinggalan tokoh pembebasan nasional Indonesia, Bung Karno. “Musik harus memiliki nilai fighting spirit,” kata Ras Muhamad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik Reggae, kata Ras Muhamad, telah berevolusi bersama dengan perjuangan rakyat Afrika dan dunia ketiga. Reggae politik pernah tumbuh subur dengan tokoh-tokohnya seperti Bob Marley, Peter Tosh, Winston Rodney alias Burning Spear, dan kemudian Jimmy Cliff dan, di London's Brixton, Kwesi Linton Johnson - yang juga sangat dipengaruhi oleh kemenangan perjuangan anti-kolonial yang melanda Afrika tahun 1960-an dan perjuangan anti-apartheid di Afrika Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjuangan, menurutnya, musik harus ambil bagian secara langsung dan, terutama, menjadi alat untuk menyadarkan dan menggerakkan massa rakyat. Tidak heran, Ras Muhamad pernah membuat lagu berjudul “Siempre”, mengisahkan mengenai perjuangan Che Guevara sebagai tokoh pembebas kaum tertindas, dan lagu ini untuk menginspirasikan kepada kaum muda untuk melakukan yang sama dengan Che.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam album Next Chapter, Ras Muhamad dengan terang-terangan mengarahkan “bedil” perlawanan kepada politisi korup, musik komersil, dan kapitalisme. “musik reggae harus bergandengan tangan dengan perjuangan rakyat,” tegasnya. Untuk diketahui, Ras Muhamad adalah pengagum berat Bung Karno, dia menyimpan sejumlah koleksi-koleksi mengenai fikiran dan gagasan-gagasan tokoh pembebasan nasional ini. Ras muhamad mengutip Bung Karno, bahwa seni harus membentuk kepribadian bangsa yang sejati, progressif, dan anti imperialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Cholil (Ef ek Rumah Kaca) tidak berbeda jauh secara prinsip dengan Ras Muhamad, ia hanya menekankan soal metode bagaimana musik bisa membangkitkan dan menggerakkan massa rakyat. Dalam lagu-lagunya, meskipun sudah bisa bertarung di jalur mainstream, namun tetap menyertakan kritik-kritik sosial yang tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain topik hak asasi manusia seperti pada lagu Di Udara, Efek Rumah Kaca, yang beranggotakan Cholil, Adrian (bas), dan Akbar (drum), punya lagu lainnya yang sarat akan kritik sosial. Sebut saja, misalnya, Jalang, yang mengkritik Rancangan Undang-Undang Anti-Pornografi dan Pornoaksi; Belanja Terus Sampai Mati tentang budaya hidup konsumerisme; dan Cinta Melulu, yang mengkritik industri musik pop yang mayoritas mengangkat tema cinta. "Seolah-olah tidak ada tema lainnya," kata Cholil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan musik perlawanan, Cholil mengatakan; “Mungkin musik harus “menggelitik” dahulu bahwa ada sesuatu yang salah, belum sampai pada perlawanan. Dengan begitu, karena genre pop peminatnya sangat besar, maka kita juga bisa menggelitik orang dalam jumlah besar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Cholil, kita memang bisa menunggangi “industri” untuk menyampaikan pesan kepada banyak orang, tetapi ini bisa membawa konsekuensi: kita tetap konsisten dengan prinsip ataukah justru terkontaminasi dan terbawa pengaruh. “Ini tergantung kepada seberapa kuat kita mempertahankan prinsip,”tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sec ara pelan-pelan, menurut Cholil, orang mulai mencari tahu mengenai isi lagu itu, apakah ada yang salah dengan keadaan, sehingga mulai membentuk sebuah “kesadaran baru”. Jadi, kesadaraan itu bisa muncul melalui instrumen media kapitalis. “mereka pemusik mainstream kan hanya menjadi pedagang”, kata Cholil, “jadi susah untuk berbicara musik dengan pedagang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam industri musik, soal skill menjadi tidak terlalu penting, asalkan nadanya indah, punya modal, menguasai marketing, dan bersedia dikendalikan oleh pasar. “Kalau musik perlawanan akan meluas, maka pasar akan berupaya untuk merangkulnya,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat lebih tegas datang dari Rizal Abdulhadi, seorang baladis muda yang sangat mengagumi pemusik revolusioner Chile, Victor Jara. Dia menganggap musik seperti “kompor” yang terus membakar semangat revolusioner massa. Lebih jauh, Rizal menekankan pentingnya teori 1-5-1 dalam berkarya, yaitu politik sebagai panglima, meluas dan meninggi, prinsip 2 T (tinggi mutu ideology dan tinggi artistic), memadukan antara realisme revolusioner dan romantisme revolusioner, Memadukan tradisi baik dengan kekinian revolusioner, dan Turun ke bawah (Turba).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Musik revolusioner sangat dipengaruhi oleh situasi revolusioner,” kata Rizal, “sehingga wajar kalau musik revolusioner agak tenggelam di masa tidak revolusioner seperti saat ini”. Tugas musisis revolusioner, menurut Rizal, adalah tetap berkarya dan terus membangkitkan kesadaran massa rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan musik yang begitu kuat dalam perjuangan diutarakan oleh Franky Sahilatua, bercermin dari pengalaman WR. Supratman dan lagu “Indonesia Raya”-nya dalam perjuangan pembebasan nasional di Indonesia. “ketika deklarasi sumpah pemuda tahun 1928, para pemuda-pemudi hanya mendengar nadanya saja, namun mereka bisa begitu tergugah dan semakin bersemangat untuk memperjuangkan Indonesia Merdeka,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu “Indonesia Raya”, katanya, merupakan salah satu petunjuk jalan bagi tokoh pergerakan saat itu mengenai Indonesia di masa depan—Indonesia merdeka. Pada tahun 1996, Franky mencipta lagu berjudul “Perahu Retak”, sebuah lagu yang turut menginspirasi kaum muda di gang-gang sempit dan pemukiman kumuh dalam perjuangan melawan kediktatoran Orde Baru. “Lagu itu saya buat hanya beberapa hari menjelang peristiwa 27 Juli 1996 di Kantor PDIP Perjuangan, Jalan Diponegoro,” kata Franky mengenang peristiwa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Franky, sebuah nada akan memiliki energi kalau enak di dengar dan akrab di telinga rakyat, dan sebuah lirik juga akan berenergi jikalau itu mencerminkan keresahan dan kehendak rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Soal Pilihan dalam Perjuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal musik, Franky membagi menjadi dua kutub; ada pohon musik pop dan ada pohon musik perlawanan. Usaha untuk memadukan kedua pohon ini merupakan sesuatu yang sulit, apalagi hari ini. Pada masa Orde Baru, menurut Franky, kedua pohon ini masih berdempetan atau berdampingan secara dekat, sehingga memungkinkan untuk menunggangi pohon pop untuk menyuarakan perlawanan. Sekarang ini situasinya sudah berbeda, pohon musik pop dan musik perlawanan sudah terpisah sangat jauh, sehingga kita harus memilih secara tegas; bermusik untuk menciptakan uang atau bermusik untuk menciptakan sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, menurutnya, pemusik harus bisa mengikuti perkembangan keadaan dan mengerti bagaimana cara membaca keadaan. Dia mencontohkan, lagu “darah juang” sangat cocok pada masa kediktatoran, situasi senyap, namun sekarang kurang tepat. Sekarang ini, menurutnya, kita memerlukan musik yang menghentak, yang membangkitkan rakyat dari tidurnya. “Anda adalah tempe, daging, tahu, sayur, tetapi akan menjadi hambar rasanya kalau tak ada bumbu. Dan seni adalah bumbu,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang seniman, pada akhirnya, harus membuat lagu berdasarkan fikiran rakyat, bukan membuat lagu berdasarkan fikiran subjektif. Rakyat harus menangkap dari nada dan lirik lagu itu, bahwa “its our problem, its my song”. Liriknya harus mudah dipahami oleh rakyat, membekas dan terpatri dalam sanubarinya, dan pemilihan katanya harus memiliki energi yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berbeda jauh dengan Franky Sahilatua, Ras Muhamad juga menegaskan pilihan pada musik perlawanan, dan konsekuensi dari pilihan itu adalah bermain di wilayah musik indie dan kalangan akar rumput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Cholil dari Efek Rumah Kaca, ketika diperhadapkan pada pilihan, menilai bahwa yang terpenting adalah bagaimana berfikir secara realistis dalam menunggangi industri untuk menjangkau massa luas. Baginya, karena cakupannya sangat luas, maka untuk sampai kepada musik perlawanan pun memerlukan tahapan; menggelitik, ingin tahu, menyadari, dan mulai berfikir bagaimana mengubah keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik adalah awal yang baik dalam menciptakan bentuk politik yang relevan bagi kaum muda. Karena mau diabdikan kepada revolusi yang bersifat jangka panjang dan masa depan, maka musik harus terorganisasikan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*)Penulis adalah anggota Redaksi Berdikari Online&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-1542492361813917334?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/1542492361813917334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=1542492361813917334' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/1542492361813917334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/1542492361813917334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2010/01/review-musik-dan-perjuangan.html' title='Review: Musik Dan Perjuangan'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/S1pxCOjcPXI/AAAAAAAABC8/luJxDv8rvrA/s72-c/Jara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-2933062154095367151</id><published>2010-01-18T08:50:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T21:11:35.275-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Undangan Ngobrol Musik@Reboan Seni #5 Jaker</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/S1SR4TbPc6I/AAAAAAAABC0/AJOaezpExXQ/s1600-h/victor%2Bjara.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 304px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/S1SR4TbPc6I/AAAAAAAABC0/AJOaezpExXQ/s400/victor%2Bjara.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428123847361524642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/S1SRq8grpaI/AAAAAAAABCs/-DwY0m7PREw/s1600-h/wr-supratman.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 304px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/S1SRq8grpaI/AAAAAAAABCs/-DwY0m7PREw/s400/wr-supratman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5428123617872029090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teman – teman, forum REBOAN SENI JAKER kembali hadir untuk yang ke 5 kalinya, sebagai oase di tengah hegemoni seni budaya mainstream di bawah neoliberalisme, yang menjadikan seni budaya melulu jatuh sebagai hiburan, jauh melupakan – mengaburkan adanya penjajahan imperialisme yang terus terjadi atas bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reboan Seni #5 kali ini, akan diisi dengan Ngobrol Musik dan mengambil tema: ”Tak Ada Revolusi Tanpa Lagu – Lagu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktunya Rabu, 20 Januari 2010, Jam 19.00 – 21.00 wib bertempat di&lt;br /&gt;Sekretariat Jaker, Jln Tebet Dalam II G no. 1 Jakarta Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pembicara yang siap presentasi, share membagi pengalaman berkarya/bermusik menyuarakan tema – tema sosial – politik dan kemanusiaan, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Frankie Sahilatua (musisi)&lt;br /&gt;2. Nurani Soyomukti (penulis buku ”Anti Musik Ngak Ngik Ngok;&lt;br /&gt;Soekarno Membabat Seni Budaya Imperialis”)&lt;br /&gt;3. Ras Muhamad (musisi &amp; Duta Reggae Indonesia)&lt;br /&gt;4. Rizal Abdulhadi (baladis muda JAKER)&lt;br /&gt;5. Cholil EFEK RUMAH KACA (musisi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berharap, diskusi ini mampu mengobarkan kembali semangat berkarya dan menebalkan iman juang teman – teman, selain sebagai komunikasi diantara para pekerja seni budaya, hingga memungkinkan terbentuk front pekerja musik progressif yang siap merespon peristiwa yang terjadi di dunia musik khususnya, maupun peristiwa seni budaya pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberitahuan ini sekaligus sebagai undangan ke teman-teman semua.&lt;br /&gt;Untuk informasi acara dsb, bisa kontak ke&lt;br /&gt;021 3310 72 13 &amp; 081 316 444 509 dengan Roso Suroso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian &amp; salam hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pp.jaker@gmail.com | http://jakker.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-2933062154095367151?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/2933062154095367151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=2933062154095367151' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/2933062154095367151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/2933062154095367151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2010/01/undangan-ngobrol-musikreboan-seni-5.html' title='Undangan Ngobrol Musik@Reboan Seni #5 Jaker'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/S1SR4TbPc6I/AAAAAAAABC0/AJOaezpExXQ/s72-c/victor%2Bjara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-2245691141760740377</id><published>2009-12-26T19:28:00.001-08:00</published><updated>2009-12-26T19:39:04.179-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan'/><title type='text'>Catatan Akhir Tahun 2009 - Jaker</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SzbUymok9FI/AAAAAAAABCk/M4RF5VKZREg/s1600-h/Soekarno.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 301px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SzbUymok9FI/AAAAAAAABCk/M4RF5VKZREg/s400/Soekarno.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5419753167416259666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Neoliberalisme, &lt;br /&gt;&lt;em&gt;menggerus&lt;/em&gt; Kepribadian Bangsa.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tiap penghujung tahun, hampir semua organisasi kemasyarakatan, pemerintah, non pemerintah melakukan evaluasi setahun perjalanannya dan berbentuk catatan akhir tahun. Demikian juga Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker), merasa perlu mencatat beberapa hal penting terkait peristiwa seni–budaya yang terjadi di sepanjang tahun 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pesta Demokrasi Pemilu 2009&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan april 2009, konsentrasi rakyat tertuju pada sebuah hajatan politik besar lima tahunan---pemilu 2009 yang diikuti 38 partai politik. Sebuah momentum politik yang seharusnya menjadi sekolah untuk memajukan kesadaran berpolitik rakyat, bukan asal “aji mumpung”; menawarkan diri menjadi massa bayaran pada saat kampanye, dengan berharap diberi sangu Rp50 ribu-Rp100 ribu, plus kaos dan nasi bungkus. Atau puas dengan menyewakan rumah kita sebagai kantor/sekretariat partai, tentunya dengan harga sewa atau tarif yang tinggi. Mumpung lagi pemilu, partai-partai menebar banyak uang. Belum lagi “serangan fajar” menjelang pemilihan, berupa sembako, aspal desa, uang, dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, ada fenomena baru yang patut diberikan apresiasi; kehadiran caleg aktivis pergerakan. Dalam pilpres 2009, ada ribuan caleg berlatar belakang aktivis yang bertarung dalam pemilu, mencoba menawarkan warna politik yang baru. Terlepas kemudian mereka kandas dan hanya sedikit sekali yang berhasil terpilih, namun mereka telah memulai tradisi pergerakan yang baru, bahwa aktivis bukan hanya berteriak di jalanan, tetapi mulai terlibat langsung dalam perjuangan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;”Klaim” Malaysia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehebohan lainnya adalah Kasus “klaim” Malaysia terhadap beberapa produk seni budaya Indonesia. Ini memicu gelombang protes dari berbagai seniman, masyarakat, dan aktivis, serta memicu berkobarnya sentimen nasionalisme, meskipun, dimata banyak kaum pergerakan, itu adalah ekspresi nasionalisme sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, negara harus mengingat kembali resolusi Kongres Nasional Lekra I pada &lt;br /&gt;27 januari 1959, tentang pendidikan kebudayaan di sekolah – sekolah, tentang pengumpulan,penyelidikan – penafsiran cerita – cerita rakyat, tentang kerja penerjemahan sastra empat jurusan (Indonesia daerah, Indonesia asing, asing Indonesia, asing daerah), membumikan karya – karya seni (rupa) progressif di tengah massa buruh, tani, pemuda dan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, proses registrasi secara detil atas karya tari, musik dan dongeng, sebagai kekayaan bangsa yang harus terus di inovasi sebagai salah satu metode pelestariannya. Kemudian, memfasilitasi/menggerakkan pekerja seni budaya kita, berkarya tentang budaya progressif yang dimiliki bangsa ini, seperti gotong royong, anti penjajahan asing, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kriminalisasi KPK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriminalisasi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebuah institusi yang masih dipercaya rakyat, juga atas apa yang menimpa dua wakil ketuanya, Bibit Samad Rianto dan Candra Hamzah mendulang dukungan luas dari berbagai kalangan. Ini memicu gelombang protes dan perlawanan, bukan hanya di jalanan melalui aksi massa, tetapi juga di jejaring sosial di dunia manya, seperti Facebook, blogger dan Twitter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ketinggalan juga para pekerja seni budaya kita, turut mendukung lewat lukisan di kanvas, mural di tembok kota, lagu dan syair juang. Temanya hampir sama; Indonesia baru tanpa korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa menyaksikan pergelaran seni yang diselenggarakan oleh komunitas Cinta Indonesia Cinta KPK (CICAK) di bundaran Hotel Indonesia, di mana beberapa artis dan seniman terkenal, diantaranya Slank, Netral, Fariz RM, Efek Rumah Kaca, Once Dewa, &lt;br /&gt;Trio Macan, Edo Kondologit, Rieke Diah Pitaloka dsb, menyanyikan gubahan lagu ’Garuda di Dadaku’ menjadi KPK di Dadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, ’Posko Bersama Anti Korupsi’ yang dibangun sejumlah aktivis pergerakan di pelataran gedung KPK Jakarta, setiap sabtu malam, juga berhasil menjadi panggung seni yang menarik banyak seniman dan massa rakyat. Beberapa seniman tampil secara rutin dan bergantian di panggung tersebut, diantaranya Frankie Sahilatua, Ras Muhamad, Sujiwo Tejo, Happy Salma, Suroso, Adhie Massardi, Seniman Jalanan Jakarta (Senja), Rizal Abdulhadi, KunoKini, Local Ambience dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa juga dengan apa yang dikerjakan seniman – seniman dari Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker), ber-gerilya seni dengan keluar masuk beberapa kampung di Jakarta, bekerjasama dengan ormas pemuda dan mahasiswa, menyambangi warga kampung, berkampanye pentingnya membangun gerakan pemberantasan korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Koin untuk Prita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakadilan yang menimpa Prita Mulyasari atas kasusnya dengan RS Omni Internasional dan institusi peradilan, telah melahirkan gerakan pengumpulan koin. Gerakan ini mungkin jadi fenomena baru dalam hal metode, walau bukan yang pertama, karena sebelumnya sudah ada dengan apa yang disebut ’Dana Juang’. Dana Juang sudah di praktikkan oleh beberapa ormas buruh, ormas kaum miskin kota. Dana juang sendiri adalah gerakan wajib menabung Rp 500,-/hari oleh anggota serikat/organisasi, sebagai ongkos aksi massa (untuk sewa bis, konsumsi, pembuatan poster-spanduk dst), mimbar kampung, vergadering, seminar dst. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu catatan penting atas peristiwa kriminalisai KPK dan Koin untuk Prita, bahwa lazimnya penggunaan internet di masyarakat kita sekarang, turut memudahkan penggalangan dukungan. Hidup di budaya cyber, seperti sekarang ini, memungkinkan kita jadi salah satu dari sejuta facebooker yang menuntut pembebasan Bibit dan Chandra. Jadi salah satu dari sekian banyak orang yang mengganti tampilan photo di facebook-twitter-blogspot atau desktop komputer-laptop dan HP kita dengan logo ’Pita Hitam’ sebagai simbol keprihatinan, atau siluet perempuan berjilbab; Prita Mulyasari, lambang perlawanan atas ketidakadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perkembangan Sastra&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 10 November, novel Bulan Lebam Di Tepian Toba (2009), karya Sihar Ramses Simatupang diganjar penghargaan khusus di ajang anugerah sastra Khatulistiwa Literary Award, menjadikan karya ini go internasional dan, oleh Metropoli d'Asia, penerbit Italia, karya ini terbit dan dipublikasikan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kebanggaan atas capaian seorang Sihar Ramses yang sehari-hari bekerja sebagai jurnalis, mengawal rubrik budaya di sebuah harian sore di Jakarta. Karena bangsa sebesar ini, mulai melahirkan tonggak – tonggak sastra baru, berikut karya – karya yang terpublish di mancanegara. Bila dulu karya – karya Pramoedya Ananta Toer tersebar dalam 41 bahasa asing, atau si Laskar Pelangi Andrea Hirata, kondang di Malaysia dan Singapura, maka kali ini hati kita tentu akan tergetar bangga bila suatu saat berkesempatan (kalau ada kesempatan lho..) ke Italia, dan menemukan Bulan Lebam Di Tepian Toba terpajang di rak sebuah toko buku di sana. Atau ujug-ujug ada seorang bule Italia menanyakan asal kita darimana, trus kita jawab dari Indonesia, dan dia langsung mudeng perihal Indonesia karena pernah baca Bulan Lebam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perkembangan di Bidang Film&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009 sepertinya jadi tahun pelarangan film. Setelah film 2012 yang dilarang Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena alasan bisa merusak iman, sesat, dan bertentangan dengan ajaran agama soal kiamat, kini ada Balibo Five, kisah nyata tentang kematian 5 orang wartawan asing saat bertugas meliput detik-detik invasi militer Indonesia ke Timor Leste di tahun 1975, dilarang edar tayang oleh Lembaga Sensor film (LSF) juga Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jerok Wacik, dengan alasan menyudutkan militer Indonesia/TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di kesempatan lain Laskar Pelangi karya Riri Riza, Jamilah dan Sang Presiden karya Ratna Sarumpaet, berhasil mengukir kemenangan di Festival Film Asia Pasific ke-53 di Taiwan. Laskar Pelangi juga memperoleh ‘Golden Butterfly Award di Festival of Films for Children &amp; Young Adults’ di Hamedan, Iran, Jamila Sang Presiden dapat penghargaan ’The Network for the Promotion of Asian Cinema (NETPAC) Festifa Film Asiatic Mediale di Roma Italia, tentu satu kebanggaan tersendiri bagi dunia film kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kebudayaan Kita Hari Ini&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, kita belum berkepribadian dalam budaya. Kita merasakan problem serius dalam persoalan kebudayaan, terutama karena neoliberalisme ini, yang memaksa kita jadi masyarakat konsumtif, disibukkan bagaimana cara agar kulit kita tidak berminyak dan tampak putih. Memuja kebendaan, bukan sebagai fungsi, tapi gengsi, terus mengkonsumsi, gak punya uang bisa ngutang (baca: kredit), seperti maunya kapitalis demi akumulasi modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata, hati dan telinga kita setiap hari di bombardir iklan yang jadi ujung tombak dagang koorporasi, di koran, majalah, internet dan jagad audiovisual, dibentuk kesadaran rakyat agar seragam, seperti contoh &lt;em&gt;ketiak&lt;/em&gt; tidak boleh basah, karena itu buruk, berdosa dan &lt;em&gt;gak gaul&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan negara gagal membangun industri nasional yang kuat, tak ada perlindungan bagi rakyatnya, menyerahkan hidup banyak orang kepada pasar bebas, disuruh terjun bebas di alam kapitalisme – neoliberal yang tak adil ini. Menghasilkan kehidupan kontras nan keji, dimana ada negeri yang sudah menekuk waktu dengan memproduksi kereta api Shinkansen berkecepatan 300 km/jam, kita di sini masih berurusan dengan bayi-bayi tumbuh dengan gizi buruk – busung lapar dan rakyat makan nasi aking. Begitu banyak rakyat tak berumah, tapi ada aktris yang punya ruangan berukuran 2 x 10 meter, khusus untuk menyimpan sekian ratus koleksi sepatunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa ini juga gemar membakar buku sejarah karena tidak setuju dengan isi, tapi harga diri bangsa ini seperti di tampar - tampar setelah mendapati tim sepak bola nasional kita kalah oleh Laos dan Myanmar di Sea Games XXV, padahal sepak bola begitu membudaya di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, selamat menyambut pergantian tahun. Selamat datang FTA Asean – China. &lt;br /&gt;Jika kita ingin jadi bangsa yang besar - berdaulat - sejahtera dan maju, maka negara harus berani melawan dikte ekonomi, politik dan budaya negeri – negeri imperialis, dengan menolak bayar utang, menasionalisasi perusahaan – perusahan tambang asing, karena kita butuh uang sangat banyak untuk membangun industri nasional kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 27 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bangun Budaya Ilmiah, Demokratik, Modern dan Pro Rakyat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Pusat Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat – PP JAKER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tejo Priyono (ketua)&lt;br /&gt;Suroso (Sekretaris Jendral)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hp. 0817 687 95 98&lt;br /&gt;pp.jaker@gmail.com | http://jakker.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-2245691141760740377?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/2245691141760740377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=2245691141760740377' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/2245691141760740377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/2245691141760740377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2009/12/catatan-akhir-tahun-2009-jaker.html' title='Catatan Akhir Tahun 2009 - Jaker'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SzbUymok9FI/AAAAAAAABCk/M4RF5VKZREg/s72-c/Soekarno.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-1811600481690660351</id><published>2009-12-23T17:47:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T17:50:39.067-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Karya'/><title type='text'>Selamat Natal &amp; Tahun Baru 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SzLImXGPXlI/AAAAAAAABCc/qI_6LUdQf8k/s1600-h/Kartu+Ucapan+Natal+Jaker.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 209px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SzLImXGPXlI/AAAAAAAABCc/qI_6LUdQf8k/s400/Kartu+Ucapan+Natal+Jaker.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418613863040900690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-1811600481690660351?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/1811600481690660351/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=1811600481690660351' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/1811600481690660351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/1811600481690660351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2009/12/selamat-natal-tahun-baru-2010.html' title='Selamat Natal &amp; Tahun Baru 2010'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SzLImXGPXlI/AAAAAAAABCc/qI_6LUdQf8k/s72-c/Kartu+Ucapan+Natal+Jaker.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-8513235049688359720</id><published>2009-12-20T16:45:00.000-08:00</published><updated>2009-12-20T16:47:55.614-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lyric Lagu'/><title type='text'>Seniman Jalanan Jakarta (SENJA)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/Sy7FTD0B2KI/AAAAAAAABCU/qiA-Nqermbs/s1600-h/SENJA.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 304px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/Sy7FTD0B2KI/AAAAAAAABCU/qiA-Nqermbs/s400/SENJA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417484333005002914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NEGERI INI MILIK SIAPA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beraneka ragam suku dan budaya&lt;br /&gt;dalam tubuh ibu pertiwi&lt;br /&gt;di atas tanah yang subur dan makmur&lt;br /&gt;nuansanya mempesona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kekayaan alam yang begitu banyak&lt;br /&gt;tak terhitung jumlahnya&lt;br /&gt;tamu negeri ini sangat dihargai&lt;br /&gt;dan disambut oleh raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi sayangnya&lt;br /&gt;banyak orang yang telanjang&lt;br /&gt;hidupnya miskin &lt;br /&gt;tak mampu membeli baju&lt;br /&gt;bocah bocahnya kurus kering kurang gizi&lt;br /&gt;mentalnya rapuh karena trauma penjara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanah subur ini&lt;br /&gt;membuatku bertanya&lt;br /&gt;sebenarnya milik siapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tamu dihargai&lt;br /&gt;rakyat menderita &lt;br /&gt;negeri ini milik siapa! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERDA TIBUM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cipt. Deden Amrilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini&lt;br /&gt;ada berita baru &lt;br /&gt;semua orang dilarang memberi&lt;br /&gt;kepada.. semua orang &lt;br /&gt;yang mencari disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada juga&lt;br /&gt;yang diburu &lt;br /&gt;oleh peraturan baru&lt;br /&gt;yang membuat &lt;br /&gt;hilang nafkahnya &lt;br /&gt;orang – orang terbuang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(*) efek dari&lt;br /&gt;    kebijakan pejabar tinggi &lt;br /&gt;    yang hanya bisa&lt;br /&gt;    membuat larangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara&lt;br /&gt;tak pernah ada solusi &lt;br /&gt;bagi orang – orang yang dirugikannya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa lagi&lt;br /&gt;yang bisa kulakukan &lt;br /&gt;untuk tetap pertahankan hidup &lt;br /&gt;hanya ini yang aku bisa&lt;br /&gt;adakah yang ada peduli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DIMANA KEMERDEKAAN KU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cipt. Deden Amrilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jalan yang aku lewati&lt;br /&gt;tak tahu arah entah akan kemana&lt;br /&gt;dengan mengalunkan lagu&lt;br /&gt;ku pertahankan hidup yang sangsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan juga dari sinilah&lt;br /&gt;ku dapat banyak cerita&lt;br /&gt;tapi belum usai ceritaku&lt;br /&gt;tiba – tiba mereka datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;robot dan boneka penguasa&lt;br /&gt;beraninya sama orang susah&lt;br /&gt;dengan dalih ketertiban umum&lt;br /&gt;mereka memburu aku&lt;br /&gt;hoo oh..&lt;br /&gt;ouw..ho..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;katanya kemerdekaan &lt;br /&gt;ialah hak segala bangsa&lt;br /&gt;katanya keadilan sosial&lt;br /&gt;bagi seluruh rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;katanya hak asasi&lt;br /&gt;manusia dilindungi&lt;br /&gt;nyatanya bagi kami&lt;br /&gt;sepertinya tak berfungsi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-8513235049688359720?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/8513235049688359720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=8513235049688359720' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/8513235049688359720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/8513235049688359720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2009/12/seniman-jalanan-jakarta-senja.html' title='Seniman Jalanan Jakarta (SENJA)'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/Sy7FTD0B2KI/AAAAAAAABCU/qiA-Nqermbs/s72-c/SENJA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-301398395674507465</id><published>2009-12-18T07:54:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T07:57:03.029-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan'/><title type='text'>Sikap Jaker atas pelarangan 'Balibo Five'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SyumEm2A1qI/AAAAAAAABCM/O6_181J16dI/s1600-h/BaliboLR.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 261px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SyumEm2A1qI/AAAAAAAABCM/O6_181J16dI/s400/BaliboLR.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416605574919935650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Pusat Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat – PP JAKER&lt;br /&gt;Jln Tebet Dalam II G no. 1 Tebet Jakarta 12810 Telp/Fax. 021 835 45 13 &lt;br /&gt;pp.jaker@gmail.com http://jakker.blogspot.com &lt;br /&gt;____________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No : 04/B/PP-Jaker/Eks/XII/09&lt;br /&gt;Hal  : Pernyataan sikap atas pelarangan ’BALIBO FIVE’&lt;br /&gt;Lamp : -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penghujung tahun 2009, kita berhadapan seolah-olah ini tahun pelarangan massal terhadap film-film, baik film nasional maupun asing. Kita tentu masih mengingat keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melarang film 2012, sebuah film fiksi karya sutradara spesialis bencana, Roland Emmerich, yang menurut lembaga UMI, film ini dapat merusak iman, sesat, dan bertentangan dengan ajaran agama soal kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang, Lembaga Sensor film (LSF) melarang pemutaran film “Balibo Five”, sebuah kisah nyata tentang kematian 5 orang wartawan asing saat bertugas meliput detik-detik invasi militer Indonesia ke Timor Leste tahun 1975. Setelah itu, pemerintah dan beberapa lembaga negara pun bersikap mengikuti keputusan LSF, antara lain, menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jerok Wacik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik melarang Balibo ditayangkan secara luas di Indonesia setelah mendapat laporan dari Lembaga Sensor Film (LSF), juga setelah nonton bareng Menteri Pertahanan RI. Dan secara resmi keluar larangan LSF pada 3 September 2009 dengan alasan BALIBO FIVE memojokkan militer/TNI Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film BALIBO FIVE merupakan film sejarah bernilai tinggi, terutama mengenai peranan Indonesia di penghujung peran dingin. Invasi Indonesia ke Timor Leste mendapat dukungan penuh AS dan Barat, baik logistik maupun persenjataan, demi menyokong politik anti-komunisme dan mencegah Timor Leste berdaulat secara politik dan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam film itu, diceritakan pula semangat membara dan tak kenal menyerah 5 wartawan asing—Austrialia, Selandia baru, dan Inggris—dalam meliput kejadian. Mereka bukan sekedar pencari berita, tetapi juga mencoba menarik simpati dunia—khususnya PBB—mengenai nasib jutaan rakyat Timor Leste di mulut peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima jurnalis tersebut nekad menantang bahaya, DNP di basis gerakan Fretilin, dan seperti yang tampak di film betapa mereka begitu bernafsu memburu gambar atas peristiwa yang terjadi di depan mata. Mengesampingkan maut, maju ke garis depan, tak mengindahkan anjuran pasukan Fretilin yang mundur saat invasi tentara Indonesia plus milisi pro integrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyinggung soal pelarangan film memang bukan yang pertama terjadi di Indonesia, di era Soekarno tahun 1955, SARBUFIS (Sarekat Buruh Film dan Senidrama Indonesia) melarang pemutaran film berita dan film cerita Amerika Serikat karena alasan menolak proyek nuklir, mendukung gerakan separatis PRRI-Permesta, juga terkait konfrontasi pembentukan negara Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1964, berdirilah Panitia Aksi Pemboikotan Film Imperialis Amerika Serikat (PAPFIAS) yang beranggotakan ormas-ormas seperti Gerwani, Lekra, Sobsi, LKN, Sarfubis, Persatuan Importir dan Distributor Film Indonesia (PIFDIN) dsb, dan melakukan aksi boikot berbentuk penempelan plakat-plakat dan seruan-seruan di bioskop-bioskop di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aksi itu, para pengurus SARBUFIS mengajak serta artis film untuk menghadap Gubernur Jakarta, menjelaskan bahwa aksi tersebut dimaksudkan untuk melaksanakan dwikora—politik pengganyangan neokolonialisme “Malaysia” dukungan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi massif PAPFIAS di Jakarta dan kota-kota lain seperti Semarang, Jawa Barat, Surabaya, Sumatra Utara dan Selatan, Bojonegoro, Yogyakarta, Solo, Blitar, Madiun, Banjarmasin, Makasar, Denpasar, Sumatra Selatan, dan Bengkulu mampu mengukir sejarah, yakni pada tanggal 17 Agustus 1964 Menteri Perdagangan membubarkan American Motion Picture Association Indonesia AMPAI) yang pada masa itu jadi pemasok 70 % film-film AS di bioskop – bioskop kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa perang dingin AS – Uni Soviet merambah sampai sumsum sendi kegiatan seni budaya di negara-negara yang jadi satelit/tempat baru meluaskan pengaruh ideologi komunisme dan kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, berdasarkan kondisi di atas dan perkembangan situasi saat ini, menurut kami, film BALIBO FIVE harus tetap ditempatkan sebagai film documenter bernilai sejarah, serta oto-kritik terhadap sejarah militerisme di Indonesia. Kita harus mengakui sejarah hitam bangsa kita di masa lalu, kemudian menegaskan tekad untuk tidak mengulaginya di masa depan. Ini merupakan prasyarat bagi penguatan demokrasi di negeri ini. Tentu demokrasi dan kemanusiaan yang akan kita bangun nanti berujung pada kesejahteraan rakyat secara keseluruhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedepan, kita berharap agar tak ada lagi pelarangan seperti ini, sesuatu yang dapat menumpulkan kebudayaan bangsa. Negara harus memfasilitasi dan menggerakkan pekerja-pekerja film kita untuk berkarya tentang budaya progressif yang dimiliki bangsa ini, seperti gotong royong, anti penjajahan asing dst. Sekaligus sebagai alat mengcounter isme-isme jahat produk asing yang membuat kita terus miskin, jauh dari cita-cita menjadi bangsa besar dan maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 17 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun Budaya Ilmiah, Demokratik, Modern dan Pro Rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Pusat Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat – PP JAKER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tejo Priyono (ketua)&lt;br /&gt;Suroso (Sekretaris Jendral)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-301398395674507465?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/301398395674507465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=301398395674507465' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/301398395674507465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/301398395674507465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2009/12/sikap-jaker-atas-pelarangan-balibo-five.html' title='Sikap Jaker atas pelarangan &apos;Balibo Five&apos;'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SyumEm2A1qI/AAAAAAAABCM/O6_181J16dI/s72-c/BaliboLR.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-517018269144351424</id><published>2009-12-07T02:07:00.001-08:00</published><updated>2009-12-07T02:08:41.605-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan'/><title type='text'>Surat Terbuka JAKER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SxzT8xv9IEI/AAAAAAAABCA/c4t5qplzCyI/s1600-h/JJ-RIzal01.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 354px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SxzT8xv9IEI/AAAAAAAABCA/c4t5qplzCyI/s400/JJ-RIzal01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412433893292580930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jadilah Polisi Yang Profesional, Bukan Budaya Kekerasan yang Dikedepankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER) prihatin terhadap kinerja anggota kepolisian terkait insiden pemukulan dan pengeroyokan terhadap JJ Rizal (ketua Komunitas Bambu dan alumnus Fakultas Sastra Jurusan Sejarah UI) pada Sabtu (5/12) malam oleh anggota kepolisian Beji Depok karena tuduhan melakukan tindakan kriminal/narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepolisian harusnya menjalankan prosedur tetap (protap) yang tentu sudah mereka pahami, tidak langsung bertindak membabi buta dengan pemukulan dst. Profesionalitas, bukannya budaya kekerasan yang malah dikedepankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, atas tindak kekerasan dan salah tangkap yang terulang ini, Jaker meminta Kapolsek Beji Depok untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Permintaan maaf secara terbuka di beberapa media (lokal/nasional) atas nama Kepolisian&lt;br /&gt;Depok/Kapolsek Beji Depok untuk mengembalikan nama baik JJ Rizal.&lt;br /&gt;2. Menanggung biaya pengobatan hingga proses penyembuhan atas luka-luka yang dialami JJ Rizal.&lt;br /&gt;3. Memanggil dan memberi sangsi tegas terhadap jajarannya yang telah melakukan pemukulan/tindakan salah tangkap.&lt;br /&gt;4. Sebagai institusi, Kepolisian Beji Depok khususnya harus siap bila pihak JJ Rizal ingin menyelesaikan&lt;br /&gt;kasus ini secara hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian surat terbuka ini kami buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANGUN BUDAYA ILMIAH, DEMOKRATIK, MODERN dan PRO RAKYAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 12 Desember 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Pusat Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat – JAKER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tejo Priyono (ketua)&lt;br /&gt;Suroso (Sekretaris Jendral)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------&lt;br /&gt;Hp. 0817 687 95 98&lt;br /&gt;pp.jaker@gmail.com&lt;br /&gt;http://jakker/blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-517018269144351424?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/517018269144351424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=517018269144351424' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/517018269144351424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/517018269144351424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2009/12/surat-terbuka-jaker.html' title='Surat Terbuka JAKER'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SxzT8xv9IEI/AAAAAAAABCA/c4t5qplzCyI/s72-c/JJ-RIzal01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-8252510963782059467</id><published>2009-11-23T18:58:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T19:03:22.383-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pejuang'/><title type='text'>LIHAT AKU DARI KEKEJIAN MEREKA - VICTOR JARA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SwtMM0lkKEI/AAAAAAAABBw/6w-AmKdnXhE/s1600/Victor_Jara.01jpg.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 278px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SwtMM0lkKEI/AAAAAAAABBw/6w-AmKdnXhE/s400/Victor_Jara.01jpg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407499560746756162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dengan mataku sendiri di Warsawa, &lt;br /&gt;aku telah melihat peringantan kekejian terhadap Yahudi, &lt;br /&gt;kekalutan manusia akibat bom, &lt;br /&gt;perang, yang mencabik-cabik kemanusiaan dan semua yang dilahirkannya.&lt;br /&gt;Tapi aku juga telah melihat apa yang dicapai oleh cinta, &lt;br /&gt;apa yang bisa dilakukan oleh kekuatan seseorang yang bahagia.&lt;br /&gt;Karenanya, dan karena, diatas segalanya, &lt;br /&gt;aku begitu bergairah akan perdamaian, aku butuh kayu dan senar bagi gitarku,&lt;br /&gt;agar aku bisa memaknai kesedihan dan kebahagiaan,&lt;br /&gt;membasuhkan sajak bagi hati yang terbuka-lirih,&lt;br /&gt;menggariskan arah yang bisa membantu kita semua takzim&lt;br /&gt;serta sanggup melihat dunia dengan pandangan baru—Victor Jara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Victor Jara (baca: Victor Hara), jelas memberi pengaruh yang sangat penting  bagi musik dan kebudayaan Chile. Hidupnya merupakan cerminan negerinya, rakyatnya, dan filsafat hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia dipenjara pada tanggal 11 september 1973. Di penjara, ia kukuh ingin bernyanyi, ia nyanyikan lagu Venceremos (Kita Pasti Menang)—lagu perjuangan Front Rakyat, yang dipimpin Salvador Allende—tentara geram, tak sudi mendengarkannya bernyanyi bersemangat dengan gitarnya, mereka meremukkan tangannya degan popor senjata. Akhirnya,  mereka bunuh Victor Jara pada tanggal 16 september 1973, saat berusia 40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenazahnya tergeletak membusuk di pinggiran kota Santiago, Chile, saat ditemukan penghuni kampung kumuh yang mengenalinya, yang menyerahkannya ke pangkuan isterinya, seorang penari balet, Joan Jara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penahanan dan pembunuhannya dituangkan ke dalam film Llueve Sobre Santiago (Hujan Di Santiago) yang di Chile sendiri, tak pernah ditayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mengenangnya, 25 tahun kemudian, terkumpul 60.000 tanda tangan, menuntut agar Estadio Chile (stadion Chile—tempat Victor dibunuh) diganti namanya menjadi Stadion Victor Jara. Karena, pada tahun 1973, stadion tersebut, selain dijadikan tempat untuk menyiksa dan membunuh Victor, juga menjadi penjara bagi ribuan kaum kiri anggota Front Rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATAR BELAKANG SOSIAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Victor lahir 23 september 1938, di satu gubuk di Lonquen, satu desa kabupaten dekat Santiago. Gubuknya di batas akhir perkebunan tuan tanah Ruiz Tagle, dan dijepit batas awal perkebuan tuan tanah Fernando Prieto. Lonquen adalah desa kecil kaum tani bertanah sempit, dan desa bagi rumah-rumah buruh tani-tani yang bekerja pada segelintir tuan tanah yang menghisap bukan saja tanah, tapi juga manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Victor bersaudara Maria, Georgina dan Eduardo. Ia paling muda. Istri Victor, Joan mengenang, “Victor anak buruh pembajak Chile, penyanyi rakyat Chile, artinya: benar-benar penyanyi rakyat sejati. Ibunya Amanda, bisa bermain gitar, menyanyi sambil menari berputar-putar pada saat pesta panen dan pesta pemakaman—petani Chile justru berpesta saat seseorang meninggal. Keluarganya sangat miskin. Mereka hidup di tanah pertanian yang keji, perkebunan feodal. Sering mereka tak diupah sama sekali—saat dibayar, diterimalah sekantong terigu dan buah-buahan. Buah-buahan sekedarnya saja. Setiap keluarga tani atau buruh tani punya rumah, yang tepatnya, gubuk. Kenangan Victor paling awal: pagi buta digiring ke samping rumah, disuruh mencuci muka dan kaki dengan sebaskom air. Akh..ia harus mencari kayu bakar, menyalakan api, dan menjerang air untuk menyeduh dedaunan (yang dijadikan teh) sebagai pendamping sarapan. Sarapan baginya benar-benar layaknya pesta!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Beberapa kenangan awalnya, aku pikir bagi dia bukanlah suatu penderitaan. Ia selalu takzim pada ibunya, seorang yang mengagumkan, katanya—begitu penuh semangat hidup; pekerja keras; kepribadiannya membuat hidup begitu berharga, segala beban penderitaan bisa ia tanggung; itulah kekuatan buat keluarganya. Ibunya merupakan bagian penting dalam hidup Victor. Ibunya mengajarkannya bermain gitar dan menari; ia pula yang mengajarkan berbagai lagu tradisional rakyat Chile; hidup bersama ibunya memberikan banyak pengaruh pada gaya musiknya. Ibunya sangat percaya pada kekuatan pendidikan, didorongnya terus Victor melanjutkan sekolah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Victor memutuskan pindah ke Santiago, saat Maria tersiram sepanci air panas; luka lepuh yang diderita Maria tak bisa dirawat di desanya, harus ke rumah sakit Santiago. Ibunya selalu mendapatkan jalan keluar untuk membesarkan anak-anaknya; kerja serabutan, dan akhirnya berjualan makanan di pinggir jalan dekat pasar, di Santiago. Tapi bapaknya malah meniggalkannya, pergi ke desa pegunungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapaknya Manuel, tak memberikan kenangan yang menyenangkan bagi Victor. Manuel, sebagaimana buruh Chile lainnya, menjadi brutal karena pekerjaannya, karena ketidakadilan, karena kemiskinan, disingkirkan dan dihisap, hingga mencari pelarian (tak sejati) pada alkohol. Dalam salah satu lagunya Victor berkata: ”Aku ingat raut wajah bapakku/bagai lubang di tembok/bagai lumpur campur tai sapi/dan ibuku selalu bekerja.” Saat mabuk, bapaknya selalu memukuli ibunya dan Victor. Saat ia berusia 6 atau 7 tahun, ia harus menemani bapaknya bekerja di perkebunan tuan tanah. Kadang-kadang ia menganggapnya sebagai pekerjaan luhur—sepanjang hari menuntun, manarik sapi, saat bapaknya menancapkan bajaknya ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Victor anak yang tekun belajar, begitupun saat ia dipanggil ke luar kelas, hanya untuk mendengar berita: ibunya pingsan dan meninggal terkena serangan jantung ketika sedang melayani langganannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Victor praktis menjadi yatim piatu—saat ibunya meninggal, bapaknya tak mau datang ke Santiago untuk menolong dan meringankan bebannya. Sebagai remaja miskin, begitu dirundung kesedihan atas kematian ibunya. Ia hidup bersama kawan-kawannya, jarang ke sekolah. Saat berumur 15 tahun, ia tinggalkan sekolah umum, masuk seminari di San Bernando, kota kecil di selatan Santiago—ia percaya bahwa pekerjaan sebagai pastor merupakan hal yang paling penting di dunia. Tahun 1952, setelah 2 tahun asyik kemasyuk dengan agama, ia keluar dari seminari, tanpa bisa menjadi pastor, dan malah masuk ketentaraan. Tahun 1953 ia lulus dengan penghargaan, kembali ke desanya, Lonquen, tanpa pekerjaan atau masa depan, karenanya mulai mempelajari musik-musik rakyat bersama kawan-kawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1954, atas bantuan kawan-kawannya, ia masuk Universitas Chile, belajar musik, teater dan cerita-cerita rakyat, serta lulus tahun 1962. Di sini ia bertemu calon istrinya, Joan Turner, seorang dosen dari Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di universitas inilah mulai kelihatan bakatnya sebagai sutradara, dan ia mulai menyutradarai beberapa program teater.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KREATIVITAS DAN PERJUANGAN POLITIKNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Victor, selaian terlibat dalam berbagai produksi teater, juga mulai menyanyi dan mempelajari musik rakyat saat ia bertemu Violeta Parra, yang memiliki cafe di Santiago, adalah artis dan penyanyi berbakat, sangat menghormati musik dan alat –alat musik tradisional Chile. Victor turut bantu-bantu di cafe tersebut, dan mulai sering menyanyi. Saat itulah, ia juga mulai terlibat dalam politik Chile. Pada tahun 1966 ia mulai membuat album solonya yang berjudul ”Victor Jara.” Tahun-tahun kemudian ia melanjutkan karirnya sebagai sutradara, mulai meluangkan banyak waktunya untuk bernyanyi dan aktivitas politik. Akhirnya, tahun 1970 ia meninggalkan kehidupan teater, lebih banyak meluangkan waktunya untuk rakyat Chile melalui lagu-lagunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaanya pada drama dan musik menghasilkan prestasi sebagai pemenang Festival Lagu Baru Chile, dengan lagu gubahannya Plegaria de un Labrador (Doa Seorang Buruh Tani). Ia juga adalah Direktur Lembaga Teater Universitas Chile, tempat ia mengajar seni pentas sampai tahun 1967. Selain sukses dalam karir musiknya, Victor juga mengorganisir pementasan Viet-Rock, opera rock tentang perang Vietnam. Dan kecintaanya terhadap seni kerakyatan justru melahirkan album yang berjudul ”Rakyat” yang oleh kritikus digolongkan sebagai karya musik yang kompleks. Bahan-bahan untuk album tersebut dilandasi pada pengakuannya sendiri bahwa ia juga adalah penghuni perumahan Herminda de la Victoria—perumahan bagi para tuna wisma—yang digusur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisa hidupnya merupakan proses tak henti-hentinya berkreasi dan belajar, baik dalam musik maupun teater. Dibimbing oleh perasaan akan keadilan, ia bekerjasama erat dengan Partai Komunis Chile. Lagu-lagu dan karya teaternya mencerminkan kehidupan buruh tani Chile. Ia menggubah lagu-lagu yang begitu indah tentang pekerja, tentang pembuat tali rami, tentang penenun, tentang tukang cukur, tentang mereka yang membuat bajak, tentang buruh-buruh sederhana, yang membaktikan hidupnya bagi keadilan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu-lagu Victor penuh dengan pemikirannya tentang rakyat Chile. Ia sangat mencintai para pekerja keras di kota kecil dan pedesaan, dan banyak lagu-lagunya dihaturkan untuk menghormatinya. Juga karena kecintaan yang sangat dalam pada rakyatnya, lagu-lagunya banyak menyerang ketidakadilan dalam masyarakat atau skandal politik di negerinya. Victor merupakan bagian penting dalam gerakan lagu-lagu Amerika Latin—apa yang disebut sebagai Nueva Cancion (Lagu Baru). Gerakan tersebut banyak melibatkan aktivis revolusioner Amerika Latin, dan semua artis Nueva Cancion memiliki kesamaan tujuan dan pemikiran. Akhirnya, gagasan-gagasan politik Victor merupakan bagian yang sangat penting dalam lagu-lagunya. Ia sangat percaya pada filsafat (jeneral) komunisme, layaknya banyak penyanyi progresif di Amerika Latin, karena menjanjikan hidup yang lebih baik bagi rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kental ketara cita-cita politiknya ia curahkan saat mendukung pencalonan Salvador Allende sebagai presiden Chile di tahun 1973. Victor sangat bergairah mendukung proses revolusioner tersebut. Hingga ia kemudian menjadi target kebencian kaum kanan, sebagaimana juga terhadap pekerja kebudayaan yang terlibat sepenuhnya dalam mensukseskan usaha revolusi. Allende menjuluki seniman-seniman tersebut sebagai ”orang yang berperasaan bagai anggur merah dan roti harum-manis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allende merupakan bagian dari Koalisi Rakyat Bersatu (sub-seksi Partai Komunis Chile) dan Victor, bersama dengan penyanyi-penyanyi Chile lainnya, menyuguhkan konser untuk menghormati tujuan-tujuan politik Allende. Allende sendiri adalah calon presiden progresif yang sangat mencintai rakyat Chile. Koalisi Rakyat Bersatu punya rencana untuk menambah jumlah perumahan, dan memberikan pengobatan/perawatan kesehatan gratis. Salah satu konser terbesar yang bertujuan mengkampanyakan program Allende tersebut adalah konser di Stadion Chile. Banyak artis terlibat mendukung program Allende tersebut. Pada akhirnya, kampanye Allende sukses luar biasa—tahun 1973. Doktor Salvador Allende, anggota Partai Sosialis Chile, menjadi presiden sosialis pertama yang dipilih di Amerika Latin. Allende terpilih sebagai presiden Chile setelah memberikan beberapa kompromi dan manuver politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, banyak yang menentang kampanye pemilihan Allende. Pada tanggap 11 maret  1973, tentara yang dipimpin oleh Laksamana Toribio dan Jenderal Angkatan Darat Augusto Pinochet, dengan dibantu pemerintah Amerika Serikat (CIA), melancarkan kudeta brutal. Ribuan pimpinan dan pendukung Koalisi Rakyat Bersatu dipenjarakan, ratusan ditembak mati. Allende ”bunuh diri” setelah berikrar: ”Hanya kematianlah yang bisa memaksaku menyerahkan jabatan kepresidenanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tentara dengan dibantu CIA mengambil alih kekuasaan. Pada hari tragedi tersebut, Victor sedang mengajar di Universitas Tehnik Negeri, yang dikurung tentara, yang sedang mencari Victor. Kemudian tentara membawa Victor dan tahanan pollitik lainnya ke Stadion Chile, tempat ia menyelenggarakan konser untuk kampanye Allende. Victor dipenjara selama 5 hari yang penuh siksaan mengerikan. Selama hari-hari itu, ia dipaksa mendekam di penjara yang dingin dan kotor tanpa diberi makan dan minum. Tapi—menurut kesaksian kawan-kawannya sesama tahanan—ia selalu memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan tahanan lainnya. Di sana, tentara menyiksa dan membunuh banyak tahanan. Mereka meremukkan tangan Victor (banyak kesaksian yang menyatakan bahwa tangan Victor dipotong, tapi dalam buku Joan Jara, isterinya, saat ia melihat jenazah suaminya dengan tangan remuk) hingga ia tak bisa memainkan gitar, namun Victor tetap menyanyikan lagu-lagunya. Walau dalam siksaan yang mengerikan, Victor tetap menyanyikan lagu perjuangan Koalisi Rakyat Bersatu yang sangat indah itu. Selesai menyanyikannya, ia menerima siksaan yang begitu berat, dan akhirnya ditembak di dagunya secara brutal dengan senapan mesin, gugur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jenzahnya ditemukan, Joan Jara sempat menghaturkan pemakaman bagi suaminya secara layak. Setelah kudeta, karena banyak masalah politik, Joan dipaksa meninggalkan negerinya dengan membawa rekaman rahasia Victor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sampai sekarang, curahan lagu-lagu kemanusiaan dan politik Victor begitu dihormati di seluruh dunia, dan cita-cita Nueva Cancion serta musik politiknya secara umum tetap sangat berpengaruh kuat. Hidup Victor merupakan contoh indah penyanyi yang cerdik dan tulus, yang lantang diungkapkan dalam lagu-lagunya. Hasilnya, lagu-lagu Victor merupakan kesaksian atas kekuatan dan pandangan positif hidupnya. Victor, dari Chile, kawan yang besar, sederhana, penggubah indah, penyair rakyat, suami yang dicintai, musisi rakyat, lelaki mandiri, pahlawan rakyat, dibunuh secara pengecut oleh tentara Chile pada 15 september 1973, di stadion Chile. Tangannya diremukkan, hidupnya disiksa. Tapi kenangan tetap hidup... selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GERAKAN KEBUDAYAANYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tak ada Revolusi Tanpa Lagu-Lagu!” Itulah spanduk besar yang dipampangkan saat kampanye Salvador Allende, yang menunjukkan pengaruh bahwa gerakan Nueva Cancion sangat kuat tertanam dalam proses politik Chile. Lagu-lagu digunakan untuk mengungkapkan dukungan bagi Allende dan cita-cita politiknya. Nueva Cancion merupakan cerminan perasaan panyanyi dan penulisnya sebagai dedikasi bagi negerinya, dan memiliki pengaruh yang kuat pada musik Chile dan negeri-negeri Amerika Latin lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya tradisional negeri Chile sangat penting pengaruhnya pada Nueva Cancion. Sebagai contoh, musik tradisional Victor mendapat pengaruh dari ibunya, dan terus berpengaruh dalam karya-karya selanjutnya. Dalam rasa hormatnya pada musik tradisional, ia juga menggunakan peralatan musik tradisional. Artis-artis Nueva Cancion sangat menghormati kaum tani dan buruh negeri tersebut—yang mereka anggap paling berjasa mewariskan, memelihara tradisi musik dan kebudayaan rakyat Chile. Ungkapan-ungkapan Nueva Cancion mengabaikan hal-hal materialistik dan lebih memfokuskan diri pada perasaan dan pemikiran rakyat negeri Chile. Perubahan fokus tersebut bukanlah merupakan ekspresi pribadi, bagaimanapun juga—Nueva Cancion telah digunakan sebagai senjata politik untuk menyerang sistim pemerintahan. Ringkasnya, Nueva Cancion memiliki kepercayaan bahwa lagu-lagu bisa digunakan untuk mengatasi masalah negeri. Kekuatan Nueva Cancion datang dari kemampuaanya untuk memulai dukungan bagi revolusi di Chile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh artis Nueva Cancion memiliki beberapa kesamaan. Pertama, mereka memiliki kecintaan yang sangat besar terhadap orang-orang miskin, dan hormat pada kebudayaan, peralatan serta musik rakyat. Kedua, karya-karyanya bertujuan untuk memperbaiki kondisi negeri agar lebih baik, khususnya buruh dan tani miskin. Menurut mereka, rakyat kecil tersebut tak memiliki pimpinan yang bisa mengungkapkan kebutuhannya, dan penyanyi serta penulis lagu Nueva Cancion wajib mengungkapkan suara mereka, menyalurkannya, hingga berhadapan langsung dengan pemerintah. Hasilnya, artis-artis Nueva Cancion banyak yang bisa mengatasi ketidakadilan di Chile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Nueva Cancion sarat dengan kejadian-kejadian politik Amerika Latin. Sejak sebelum tahun 1950, AS telah mewanti-wanti pengaruhnya bagi negeri-negeri Amerika Tengah dan Selatan. Berkali-kali AS memanipulasi peristiwa-peristiwa di negeri-negeri tersebut demi keuntungannya. Orang-orang berpendidikan dan tak berpendidikan di negeri-negeri tersebut merasakan pengaruh itu, dan berkali artis-artis Nueva Cancion mengunakan pandangan rakyat tersebut sebagai tema-tema lagunya. Tujuan-tujuan politik Nueva Cancion sering bertentangan dengan pemerintah (yang dipengaruhi AS). Penghancuran imperialisme merupakan bagian penting dalam karya-karya Nueva Cancion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nueva Cancion dimulai di Argentina, saat negeri ini berada di bawah kekuasaan rejim Peron. Di Argentina Nueva Cancion digunakan untuk menghidupkan kembali lagu-lagu tradisional mereka. Jadi, fokus artis-artis Nueva Cancion adalah menemukan kembali dan mengajarkan musik tradisional Argentina. Saat gerakan Nueva Cancion meluas ke Chile, ia mulai mempengaruhi politik negeri tersebut. Violeta Parra lah yang paling berjasa dalam pembangunan awal gerakan Nueva Cancion di Chile. Dia bukan saja mahasiswi musik tradisional Chile, tapi juga memiliki kepedulian pada problem-problem ketidakadilan dan kemiskinan di negerinya. Setelah berkenalan denga Victor, ia banyak meluangkan waktu bersamanya. Musik Victor dikembangkan berdasarkan suatu kombinasi antara pengalaman hidupnya dengan pengetahuan Voileta Parra. Sebagaimana bisa dilihat dari kehidupan Victor, musiknya memiliki dampak yang besar bagi negerinya. Kebesaran gerakan Nueva Cancion terlihat saaat pemilihan Presiden Salvador Allende—anggota Koalisi Rakyat Bersatu, yang bergerak di bawah platform reformasi. Dengan kematian Victor, musik dan kekuatan Nueva Cancion justru tambah berkembang di Chile, walau banyak upaya pemerintah menindasnya. Musik Victor dan penyanyi-penyanyi lainnya dirampas dan dilarang disiarkan di radio, dan dua kelompok penting Nueva Cancion di Chile justru bertambah, Quilapayun dan Inti Illimani, diusir dari negerinya selama beberapa tahun. Tapi sekarang, ide-ide Nueva Cancion telah kembali ke Chile. Pada tahun 1990 setelah tersingkirnya diktator penindas, diselenggarakn perayaan besar untuk menghormati Victor, dengan tema ”Lagu Kebebasan,” menampilkan berbagai kelompok yang memainkan alat-alat tradisonal dan mengungkapakan ide-ide Nueva Cancion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping karya-karya Victor di Chile, ide-ide Nueva Cancion juga dianggap penting di negeri-negeri lain. Contohmya di Kuba, gerakan Nueva Cancion diacu sebagai Nueva Trova. Gerakan tersebut mendukung cita-cita revolusi Fidel Castro di Kuba. Penyanyi-penyanyi Kuba menggubah lagu tentang pemerintahan baru, pemerintahan masa depan, yang membantu meningkatkan semangant rakyat agar tetap tinggi, walaupun dalam keadaan sengsara setelah revolusi. Pablo Milenas dan Silvio Rodriguez adalah dua penyanyi/penggubah yang identik dengan Nueva Cancion-nya Kuba. Di negeri-negeri Amerika Tengah, Nueva Cancion malahan sering digunakan untuk tujuan yang bertentangan. Di negeri-negeri tersebut, Nueva Cancion sering digunakan sebagai alat yang sangat ampuh untuk menentang pemerintahan. Sebagai contoh, di Nicaragua dan El Savador, para penyanyi menggubah lagu yang mendukung revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun terdapat berbagai ragam bentuk Nueva Cancion, tapi ia selalu merupakan cerminan kecintaan pada rakyat dan tradisi negeri. Kecintaan tersebut sering diungkapkan sebagai oposisi terhadap ketidakadilan dalam masyarakat dan dijadikan alat untuk mengakhirinya. Hidup dan karya Victor jelas menunjukkan karakter Nueva Cancion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAJAK TERAKHIR VICTOR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sajak-sajak tersebut ditulis di stadion Chile, tepatnya di bagian stadion tinju, tempat Victor disiksa dan akhirnya dibunuh. Serpihan kertasnya diselundupkan oleh mereka yang berhasil hidup. Tapi sajak bagi lagunya itu tak selesai, hanya setengahnya, karena kemudian ia dipindah ke ruangan lain stadion dan ditembak berkali-kali oleh senapan mesin di dagunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu baitnya, ia menulis: ”Keheningan dan jeritan adalah akhir laguku.”&lt;br /&gt;”Mereka bisa membunuhnya, tapi mereka tidak bisa membunuh lagunya,” menurut isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAGU UNTUK IBUNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Te Recuerdo Amanda (Aku Ingat Kau, Amanda) adalah lagu untuk ibunya. Saat Victor tahu bahwa anak perempuannya mengidap diabetes, ia menulis lagu cinta untuk ibunya, Amanda, dan anak perempuannya, Amanda. Lagu itu adalah salah satu lagu yang sangat ia sayangi, dan mengungkapakan pemikirannya tentang keluarga serta cinta. Dalam lagu itu, Victor menggambarkan kesedihan cinta antara ibunya, Amanda dan bapaknya, Manuel (berbeda dengan di lagu lain, ”Bulan itu Selalu Cantik”, yang menggambarkan kehidupan mereka yang lebih ceria). Namun demikian, lagu ini mengungkapkan gagasan-gagasan Victor tentang cinta dalam bentuk indahnya tindakan-tindakan Amanda—berjalan di tengah-tengah hujan untuk menemui suaminya, sederhana saja karena ia mencintainya. Akhirnya lagu ini punya kaitan erat dengan ibunya, Amanda, dan anak perempuannya, Amanda, untuk menggambarkan gagasan Victor tentang keabadian hidup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat kau Amanda/&lt;br /&gt;saat jalanan basah/&lt;br /&gt;lari ke pabrik/&lt;br /&gt;tempat Manuel kerja/&lt;br /&gt;dengan senyum renyah kau/&lt;br /&gt;hujan di rambut kau/&lt;br /&gt;tak ada urusan lain/&lt;br /&gt;kau hanya bergairah menemuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar lima menit seluruh hidup kau/&lt;br /&gt;ada dalam lima menit/&lt;br /&gt;sirine berbunyi/&lt;br /&gt;saatnya kembali kerja/&lt;br /&gt;dan saat kau berjalan/&lt;br /&gt;kau cerahkan segalanya/&lt;br /&gt;di lima menit itu/&lt;br /&gt;bagai memberi kau bunga/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingat kau Amanda/&lt;br /&gt;saat jalanan basah/&lt;br /&gt;lari ke pabrik/&lt;br /&gt;tempat Manuel kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan senyum renyah kau/&lt;br /&gt;hujan di rambut kau/&lt;br /&gt;tak ada urusan lain/&lt;br /&gt;kau hanya bergairah menemuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Manuel tak ada, &lt;br /&gt;malah meninggalkannya,&lt;br /&gt;ke gunung mencari nafkah/&lt;br /&gt;tak ada rasa nyeri meninggalkannya/&lt;br /&gt;ia malah lari ke gunung untuk bergelut/&lt;br /&gt;dan dalam lima menit/&lt;br /&gt;semuanya sirna/&lt;br /&gt;sirine berbunyi/&lt;br /&gt;saat kembali kerja/&lt;br /&gt;salah satunya Manuel/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingat kau Amanda/&lt;br /&gt;saat jalanan basah/&lt;br /&gt;lari ke pabrik/&lt;br /&gt;tempat Manuel kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Tulisan ini diambil dari PEMBEBASAN, terbitan Partai Rakyat Demokratik (PRD).&lt;br /&gt;No. 2 / Tahun I / Juni - Juli 2002.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-8252510963782059467?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/8252510963782059467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=8252510963782059467' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/8252510963782059467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/8252510963782059467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2009/11/lihat-aku-dari-kekejian-mereka-victor.html' title='LIHAT AKU DARI KEKEJIAN MEREKA - VICTOR JARA'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SwtMM0lkKEI/AAAAAAAABBw/6w-AmKdnXhE/s72-c/Victor_Jara.01jpg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-3307209114909802984</id><published>2009-11-20T10:03:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T10:18:44.811-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Undangan Panggung Seni Anti Korupsi #3</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SwbaQfuQ1CI/AAAAAAAABBo/-jM92JXWtto/s1600/panggung+seni+KPK+%233.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 285px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SwbaQfuQ1CI/AAAAAAAABBo/-jM92JXWtto/s400/panggung+seni+KPK+%233.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406248379633161250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hadiri, Pentas Rakyat Anti Korupsi #3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Present: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lautan Tangis Sujiwo Tejo, &lt;br /&gt;Deddy Mizwar, &lt;br /&gt;Rieke Dyah Pitaloka, &lt;br /&gt;Sony Tulung, &lt;br /&gt;Effendy Gazali, &lt;br /&gt;Dradjad Wibowo, &lt;br /&gt;Lokal Ambience, &lt;br /&gt;Sanggar Muka Besi, &lt;br /&gt;Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER), &lt;br /&gt;Andy F. Noya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sabtu, 21 Nov 09, Pkl 19.00&lt;/span&gt;-selesai&lt;br /&gt;Halaman Gedung KPK Jln HR Rasuna Said, Kuningan Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini diorganisir oleh &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;POSKO BERSAMA ANTI KORUPSI, &lt;br /&gt;Cp. 0818 46 70 80&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-3307209114909802984?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/3307209114909802984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=3307209114909802984' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/3307209114909802984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/3307209114909802984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2009/11/undangan-panggung-seni-anti-korupsi-3.html' title='Undangan Panggung Seni Anti Korupsi #3'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SwbaQfuQ1CI/AAAAAAAABBo/-jM92JXWtto/s72-c/panggung+seni+KPK+%233.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-2789305945700897258</id><published>2009-11-13T05:59:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T06:04:18.087-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Malam Seni Anti Korupsi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/Sv1nTzwfBnI/AAAAAAAABBA/Izlf51no2i0/s1600-h/Poster.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/Sv1nTzwfBnI/AAAAAAAABBA/Izlf51no2i0/s320/Poster.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403588717923206770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiri, Pentas Rakyat Anti Korupsi | Menghadirkan: Ras Muhamad, Franky Sahilatua Kunokini, Rizal Abdulhadi, Ki Suhardi dst | Sabtu, 14 Nov 09, Pkl 18.30 wib | Halaman Gedung KPK Jln HR Rasuna Said, Kuningan Jakarta | Acara ini diorganisir oleh POSKO BERSAMA ANTI KORUPSI, Cp. 0818 46 70 80&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-2789305945700897258?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/2789305945700897258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=2789305945700897258' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/2789305945700897258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/2789305945700897258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2009/11/malam-seni-anti-korupsi.html' title='Malam Seni Anti Korupsi'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/Sv1nTzwfBnI/AAAAAAAABBA/Izlf51no2i0/s72-c/Poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-7038188919091067275</id><published>2009-11-11T20:28:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T20:42:13.365-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info'/><title type='text'>Launching novel BURUAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SvuPeDcxAzI/AAAAAAAABAw/MYTR3BdoPuc/s1600-h/Cover_Depan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SvuPeDcxAzI/AAAAAAAABAw/MYTR3BdoPuc/s320/Cover_Depan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403069924445848370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya mengingat dan memahami masa lalu, Lembaga Kreatifitas Kemanusiaan, bekerjasama dengan Goethe-Institut, Institut Sejarah Sosial Indonesia, TAPOL London, JAKER, KIPAS, menggelar launching, bedah buku dan pemutaran film documenter, serta mengundang kehadiran Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel “BURUAN” karya Putu Oka Sukanta yang ditulis pada tahun 1963, pernah dimuat bersambung di Majalah Minggu Pagi di Jogja, tahun 1964, dan sekarang diterbitkan oleh JAKER (Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat). Karya fiksi ini bercerita tentang peran nelayan di masa Revoslui 45, di Tambak Lorok dan perjuangannya melawan si Juragan Perahu di Kali Klidang Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahas &lt;br /&gt;AJ Susmana, penulis, alumnus Universitas Gajah Mada 1998, yang menjabat Wakil Sekjen DPP PAPERNAS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moderator : I Gusti Agung Ayu Ratih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara&lt;br /&gt;Tempat           : Goethe Institut, Jl. Sam Ratulangi 9 Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;Hari /Tanggal  : Selasa, 17 Nopember 2009&lt;br /&gt;Jam 15.00 – 18.30 : Bedah 2 buku dan pembacaan cerpen.&lt;br /&gt;Jam  18,30 – 19,15 : Istirahat (Santap malam)&lt;br /&gt;Jam  19,15 – 21.00i : Pemutaran dan diskusi film Tjidurian 19.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-7038188919091067275?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/7038188919091067275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=7038188919091067275' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/7038188919091067275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/7038188919091067275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2009/11/launching-novel-buruan.html' title='Launching novel BURUAN'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SvuPeDcxAzI/AAAAAAAABAw/MYTR3BdoPuc/s72-c/Cover_Depan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-3396757189746457944</id><published>2009-09-23T22:31:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T22:37:21.743-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan'/><title type='text'>RESPON SITUASI KEBUDAYAAN NASIONAL</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CLPMIS%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Tunga; 	panose-1:0 0 4 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:4194307 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:"Arial Unicode MS"; 	panose-1:2 11 6 4 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:62.9pt 90.0pt 62.9pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:921375601; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1442036976 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:39.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:39.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Situasi panas Indonesia - Malaysia pasca “klaim” Malaysia terkait beberapa produk seni budaya Indonesia berdampak terhadap respon banyak pihak di kedua negeri serumpun itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pemerintah Indonesia lewat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, dan para gubernur, diminta menginventarisasi kekayaan anak bangsa dan mendata jenis-jenis kesenian (tradisionil) setempat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dan dari 33 propinsi yang ada, baru 3 propinsi yang menyerahkan data resminya; yakni Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Yogyakarta. Dari 3 propinsi tersebut, total tercatat 600 jenis kesenian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;SBY juga merencanakan kunjungan resmi kenegaraan ke Kuala Lumpur awal oktober nanti,&lt;span style=""&gt; untuk bertemu Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Kelompok-kelompok organisasi di luar pemerintah meresponnya dengan berunjuk rasa ke kedubes Malaysia, membakar bendera dan sweeping warga Malaysia. Pelaku seni budaya di beberapa tempat juga tak ketinggalan, ada yang bertekad akan membiayai sendiri kelangsungan hidup kesenian tradisional (karena minim perhatian dari pemerintah) seperti yang dilakukan Komunitas Penari Jaipong Jawa Barat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Atau protes yang dilakukan keluarga mahasiswa Bali yang berada di Yogyakarta, dengan menggelar Tari Pendet massal, diikuti sekitar 40 penari, di simpang empat Kantor Pos Besar Kota Yogyakarta, Minggu (30/8) sore.&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Kaum budayawan kita menanggapi dengan berbagai opini dalam tulisan-tulisan di surat kabar dan respon ketidaksenangan di media elektronik. Seperti Permadi SH yang berang dan marah besar (atas banyak kelakuan malaysia kepada kita) di talk show beberapa stasiun TV.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Juga ada Ray Sahetapy yang datang dan mendaftarkan diri sebagai Sukarelawan Ganyang Malaysia di Posko jalan Diponegoro. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sementara pemerintah Malaysia mengirim menlunya, Anifah Aman memulai kunjungan resmi ke Indonesia di pertengahan September 2009, dan bertemu dengan menlu, Hassan Wirajuda juga presiden SBY.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Kubu oposisi Malaysia juga mendatangi kantor kedutaan Indonesia di Malaysia dan menyampaikan keprihatinan atas ketegangan hubungan Malaysia-Indonesia, beberapa pekan terakhir terkait isu kebudayaan, pekerja migran dan perbatasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Melihat situasi di atas, juga pedih dengan kenyataan betapa massifnya produk-produk budaya imperialis (yang masuk lewat neoliberalisme) menggilas mati seni budaya lokal/tradisi, maka kami Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat - JAKER bersikap:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Bahwa semua sektor gerakan rakyat harus bersatu untuk kerja-kerja pembebasan nasional, bersatu untuk segera MENGAKHIRI DOMINASI IMPERIALISME atas bumi-tanah-darat-laut dan dikte kebudayaan rakyat Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Menyerukan kepada pemerintah untuk MEMBIAYAI, mendata, menjaga, mengelola, membuat panggung rutin, pertemuan/kongres seni budaya serta mengenalkan produk-produk seni budaya kita; lewat kurrikulum pendidikan, buku-buku, multi media (audio visual, internet dst) serta mendaftarkannya secara resmi sebagai produk Hak Kekayaan Intelektual kepada badan-badan resmi internasional bila perlu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Menyerukan kepada pekerja seni budaya kerakyatan untuk segera mengorganisir diri, terus berjuang dan berkarya melakukan inovasi, penemuan-penemuan kreatif dengan metode baru, hingga tidak kalah (dalam hal kreatifitas dan ide-ide modern) dengan produk-produk seni budaya asing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; color: black;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 39pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Menyerukan kepada pekerja seni budaya kerakyatan untuk &lt;span style="color: black;"&gt;bertanggung jawab memberi panggung, memfasilitasi, mendokumentasi, meluaskan karya karya progressif kerakyatan agar terdokumentasi dengan baik dan bisa diakses banyak orang; dengan buku, design, audio visual, maupun ide ide dalam pengembangan/penemuan tehnologi.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Demikian respon Jaker atas situasi kebudayaan nasional yang terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 21pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;”Bangun budaya ilmiah, demokratik, modern dan pro rakyat”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Jakarta, 24 September 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 21pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 57pt; text-indent: 15pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pengurus Pusat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 57pt; text-indent: 15pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat – PP JAKER&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 57pt; text-indent: 15pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 57pt; text-indent: 15pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Tejo Priyono (&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Ketua)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;Suroso (&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Sekretaris Jenderal) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-3396757189746457944?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/3396757189746457944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=3396757189746457944' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/3396757189746457944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/3396757189746457944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2009/09/respon-situasi-kebudayaan-nasional.html' title='RESPON SITUASI KEBUDAYAAN NASIONAL'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-1104957001068916212</id><published>2009-09-19T19:30:00.000-07:00</published><updated>2009-09-19T19:40:44.098-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Karya'/><title type='text'>Selamat Hari Raya IDUL FITRI 1430 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SrWUEb20g0I/AAAAAAAABAQ/YseaR61MzDE/s1600-h/Kartu+ucapan+Jaker.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 296px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SrWUEb20g0I/AAAAAAAABAQ/YseaR61MzDE/s400/Kartu+ucapan+Jaker.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383371733509374786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-1104957001068916212?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/1104957001068916212/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=1104957001068916212' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/1104957001068916212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/1104957001068916212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2009/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1-syawal.html' title='Selamat Hari Raya IDUL FITRI 1430 H'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SrWUEb20g0I/AAAAAAAABAQ/YseaR61MzDE/s72-c/Kartu+ucapan+Jaker.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-3222958467158577086</id><published>2009-02-05T19:55:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T20:05:27.449-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Karya'/><title type='text'>Bob Ferry Creations</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SYu2mlN871I/AAAAAAAAA_E/HC0A9mti5Xo/s1600-h/bom.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 265px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SYu2mlN871I/AAAAAAAAA_E/HC0A9mti5Xo/s400/bom.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299530160473435986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Title : Bom&lt;br /&gt;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SYu2CSf_ZKI/AAAAAAAAA-8/G1eHvABFins/s1600-h/aceh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 278px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SYu2CSf_ZKI/AAAAAAAAA-8/G1eHvABFins/s400/aceh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299529536973530274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Title : Aceh&lt;br /&gt;-------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SYu1RkGtFuI/AAAAAAAAA-0/nJOxmC54AfQ/s1600-h/65.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 265px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SYu1RkGtFuI/AAAAAAAAA-0/nJOxmC54AfQ/s400/65.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299528699885721314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Title: '65&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-3222958467158577086?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/3222958467158577086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=3222958467158577086' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/3222958467158577086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/3222958467158577086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2009/02/bob-ferry-creations.html' title='Bob Ferry Creations'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SYu2mlN871I/AAAAAAAAA_E/HC0A9mti5Xo/s72-c/bom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-3723151425133440889</id><published>2008-11-09T19:14:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T19:25:31.242-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SRenqpS9OHI/AAAAAAAAA-E/G3-E83_-aIs/s1600-h/Porn+Club.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 354px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SRenqpS9OHI/AAAAAAAAA-E/G3-E83_-aIs/s400/Porn+Club.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266862640314792050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pernyataan Sikap &lt;br /&gt;Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat [Jaker] &lt;br /&gt;Terkait Disyahkannya Undang Undang Pornografi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Indonesia belumlah pulih dari krisis ekonomi tahun 1998. Dan kembali dihantam dampak krisis finansial global yang terjadi di jantung kapitalisme di Wall Street, New York AS, semakin membuat terhuyung huyung perekonomian dalam negeri kita. Dampaknya terasa dalam bidang riil maupun finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis belum habis dan dengan sempurnanya kemiskinan [yang dialami mayoritas penduduk Indonesia sebab penjajahan imperialisme dengan dikuasainya kekayaan energi dan tambang kita oleh koorporasi-koorporasi asing, juga kewajiban bayar utang luar negeri] melahirkan masyarakat sakit, ngawur, ingin serba cepat/instant dalam pemenuhan kebutuhan kebutuhan hidup, bersaing keji untuk survive di alam kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah situasi disebut diatas, dengan menutup mata terhadap persoalan pokok rakyat Indonesia itu, beberapa fraksi di DPR/MPR mensyahkan UU Pornografi – Pornoaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pornografi hanya satu hal yang dimanfaatkan untuk mengeruk keuntungan dari persaingan hidup tadi [DVD porno yang dijual di pinggir jalan seharga Rp 5.000, situs porno yang bisa diakses semua orang termasuk anak anak, distorsi pada tari Tayub di Banyuwangi, Joged di Bali, goyangan Inul dst].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi situasi tersebut, sebagaimana telah dilakukan kawan kawan di Papua Barat – Bali – Manado – Sumatera Utara, kami Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat [Jaker] menyerukan Pembatalan Undang Undang Anti Pornografi dengan alasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Undang Undang Pornografi jelas menyalahi kebhinekaan/kemajemukan bangsa kita. Kita tahu bahwa Indonesia adalah ratusan bangsa yang berkumpul membawa budayanya masing masing, jadi tidak bisa diseragamkan seperti kehendak MUI, ICMI, FPI, MMI, Hizbut Tahrir, dan PKS.&lt;br /&gt;2. Undang Undang Pornografi akan membatasi/mengekang ekspresi berkesenian rakyat.&lt;br /&gt;3. Undang Undang Pornografi seperti pengalihan isu, tidak menyelesaikan problem pokok kemiskinan yang dialami mayoritas rakyat Indonesia. Karena kalau ingin menyelamatkan kaum perempuan dan anak anak dari ekploitasi seks maka agenda penyelesaian krisislah yang harusnya lebih diutamakan, bukan justru mengurusi dan membuat undang undang yang mengatur moralitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kami, seharusnya Undang Undang yang dibuat adalah mengenai tata atur penyebaran barang-barang pornografi. Apa apa yang terkait dengan pornografi/substansi dalam media atau alat komunikasi yang dibuat untuk menyampaikan gagasan-gagasan macam; VCD, koran, majalah, website, tayangan televisi, dst tak perlu dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujud kongkretnya adalah dengan mengeluarkan Undang Undang Tata Atur seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penyediaan tempat khusus [macam Sex Shop dsb] yang legal agar rakyat [dewasa] bisa mengakses material yang terkait dengan seks.&lt;br /&gt;2. Berlakukan kurikulum/pendidikan seks di sekolah,&lt;br /&gt;3. Night club tarian khusus dewasa di territory tertentu.&lt;br /&gt;4. Perbanyak ATM Kondom, khususnya di lokasi lokasi tertentu [tempat prostitusi dsb].&lt;br /&gt;5. Wajibkan kepada para orang tua untuk menjelaskan ke anak anaknya mengenai seks sejak dini/sejak si anak mengalami pubertas pada usia usia tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekali lagi, itu semua akan tidak ada artinya bila Indonesia tidak segera lepas dari cengkraman imperialisme, bila krisis akut kemiskinan tidak segera disudahi. Bagaimana bisa memberi pendidikan seks ke orang banyak dan anak anak kita kalau untuk kebutuhan hidup dan biaya sekolah demikian mahal?&lt;br /&gt;Perut yang kenyang dan minimnya kecemasan terhadap hidup, juga taraf pendidikan yang cukup jelas mempengaruhi rakyat dalam berpikir - bertindak dan berkebudayaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pernyataan ini kami buat menyikapi disyahkannya Undang Undang Pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan Undang Undang Pornoaksi-Pornografi, Tapi sudahi kemiskinan rakyat dengan Hapus Hutang Luar Negeri, Nasionalisasi Aset Tambang Asing dan Industrialisasi Nasional untuk Kemakmuran Rakyat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 5 November 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurus Pusat &lt;br /&gt;Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat - Jaker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tejo Priyono [Ketua]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suroso [Sekretaris Jendral]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________________________________________&lt;br /&gt;Pengurus Pusat&lt;br /&gt;Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat [Jaker]&lt;br /&gt;Jln Tebet Dalam II G No. 1 Tebet Jakarta 12810&lt;br /&gt;Phone 0817 687 95 98 [Tejo Priyono]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-3723151425133440889?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/3723151425133440889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=3723151425133440889' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/3723151425133440889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/3723151425133440889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2008/11/pernyataan-sikap-jaringan-kerja.html' title=''/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SRenqpS9OHI/AAAAAAAAA-E/G3-E83_-aIs/s72-c/Porn+Club.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-7719741193425427317</id><published>2008-11-05T19:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T20:02:24.945-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Puisi Puisi S. Hamsah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SRJrbeXaDNI/AAAAAAAAA98/1ZJYiQAX5WE/s1600-h/Sampul+Puisi+Hamcrut.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 274px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SRJrbeXaDNI/AAAAAAAAA98/1ZJYiQAX5WE/s400/Sampul+Puisi+Hamcrut.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265389034101411026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sajak (tentang) Cinta&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tahu harus kusapa dengan tembang siapa engkau,&lt;br /&gt;Bila ujung panahku tak tajam lagi.&lt;br /&gt;Aku bukanlah arjuna pada padepokan durna,&lt;br /&gt;namun ingin membidik kejujuran seadanya.&lt;br /&gt;Raga yang terkoyak disayat kemiskinan&lt;br /&gt;mestinya kau yang menjahitnya dengan lembut jemarimu&lt;br /&gt;kemudian kan kupinjam tongkat musa tuk mengetuk&lt;br /&gt;Sekat nurani, lalu kusingkap tirai kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tempo di luar kamar memendam kembang&lt;br /&gt;Semboja luruh, namun aku tetap berharap&lt;br /&gt;cairnya bingkai kaca di museumku yang berisi&lt;br /&gt;sepenggal senyum gagap yang pernah kau lemparkan,&lt;br /&gt;dinding kamar makin menyempit dan hanya cukup&lt;br /&gt;‘tuk pergumulan antara kau dan aku berebut sebuah mantra;&lt;br /&gt;“realitas”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja, 08-08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat Buat Emak (tentang kerinduan)&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mak,&lt;br /&gt;tak tahu harus kutulis apa&lt;br /&gt;pada suratku kali ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mak,&lt;br /&gt;telah habis kata kata&lt;br /&gt;karena kupakai debat siang tadi&lt;br /&gt;tentang hak azasi dengan tuan Bush&lt;br /&gt;dalam mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mak,&lt;br /&gt;aku lelah&lt;br /&gt;namun ingin bicara banyak&lt;br /&gt;dengan bahasa gagu padaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mak,&lt;br /&gt;aku kangen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja, 08 – 80&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pada Suatu Pagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lewati waktu sia sia dengan mimpi&lt;br /&gt;dan terbangun kala dingin jilati telapak kaki&lt;br /&gt;Ooo.. ala mak, jam tujuh seperempat sudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;serapahku meluncur waktu tersadar&lt;br /&gt;bahwa sepenggal makna alam telah basi&lt;br /&gt;dan aku cuma mampu ngungun&lt;br /&gt;sejak purnama malam tadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi ini cuma imaji yang datang&lt;br /&gt;tentang para bikhu berjalan pulang&lt;br /&gt;di sela gema parrita samar melayang&lt;br /&gt;usai meditasi sibak alam wang – wang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun&lt;br /&gt;marahku tetap tak jadi garang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja, 08 – 08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cinta Pada Sahabat (buat erwe)&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’seorang muram mengaduk selangit beban&lt;br /&gt;sambil menepikan mayatnya’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu perasaanmu, perasaanku, perasaan mereka,&lt;br /&gt;perasaan siapa saja yang kalah dan disingkirkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’bareng ombak terakhir&lt;br /&gt;yang kandas di pantai terasing’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya..., pantai terasing masing masing berbeda&lt;br /&gt;kau pilih pantai di gemuruhnya kosmopolitan,&lt;br /&gt;kupilih pantai sebuah desa yang telah usang&lt;br /&gt;’kekalahan adalah jeda jeda&lt;br /&gt;dari kalimat panjang kemiskinannya’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagiku, kemiskinan memang diciptakan&lt;br /&gt;karena kesempatan tak pernah diberikan terbuka&lt;br /&gt;bagi semua yang telah dikalahkan sang penguasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’kesalahan adalah akhir&lt;br /&gt;dari sebuah lelucon tentang ijasah’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesalahan kita cuma satu&lt;br /&gt;yaitu belum jadi pemenang&lt;br /&gt;sementara ijasah hanya hiasan manis dalam lemari&lt;br /&gt;bukan mantra ajaib yang bisa menyulap realita&lt;br /&gt;tanpa kita tetap terus berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja, 08 – 08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pada Suatu Hujan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya beberapa anak tangga yang mampu terdaki&lt;br /&gt;saat beberapa makna sanggup kutelan&lt;br /&gt;karena kebohongan dan darah telah berbaur&lt;br /&gt;meresapi segala macam bentuk perjuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segores luka tak pernah mampu terhapus&lt;br /&gt;oleh sejuknya embum pagi hari&lt;br /&gt;kecuali kita berlari mengejar ajal yang bercumbu&lt;br /&gt;di ujung langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka perjuangan tak lain&lt;br /&gt;manakala rintik hujan menghujam deras&lt;br /&gt;aku masih berjalan&lt;br /&gt;menelusuri trotoar kota yang becek&lt;br /&gt;demi sebutir makna penyumbat lapar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keras dan kejamnya alam bukan lagi terali penjara&lt;br /&gt;sebab gelandangan yang mendekam di emperan&lt;br /&gt;tak pernah lepas dingin dan lapar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku cuma mampu memendangnya&lt;br /&gt;trenyuh&lt;br /&gt;persendianku lumpuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jogja, 08 – 08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Biru&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada kebisuan gunung tersimpan panas lahar&lt;br /&gt;dalam kebiruan laut mendekam sejuta gelompbang&lt;br /&gt;di semilirnya angin serombongan topan siaga menghantam&lt;br /&gt;hancurkan siapapun tanpa dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka yang digusur adalah barisan gunung&lt;br /&gt;para tertindas tak lain lautan biru nan luas&lt;br /&gt;dan rakyat kecil hanya dianggap sepoi angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah para penguasa tiran!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atur dengkur dalam tafakurmu&lt;br /&gt;hitung nafas dalam panjatan dosa&lt;br /&gt;agar terbuka lebar jalan&lt;br /&gt;saat kau terjungkal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja, 08 – 08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lalu&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika para pejuang kian terlelap&lt;br /&gt;dan pemuda sibuk mengkais kais jati diri&lt;br /&gt;mereka yang terpangkas menggeliat&lt;br /&gt;sendirian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu&lt;br /&gt;arus yang tak menentu&lt;br /&gt;membenturkan bahu mereka&lt;br /&gt;ke tiang gantungan&lt;br /&gt;atau dingin tembok penjara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;para malaikat saling tuding jari&lt;br /&gt;saat pejabat main akrobat&lt;br /&gt;mengatur nasib masyarakat&lt;br /&gt;dibalik ayat ayat baru&lt;br /&gt;yang menggusur zabur, taurat, al kitab,&lt;br /&gt;al quran, wedha, tri pitaka&lt;br /&gt;cuma semakin manis di dalam buffet&lt;br /&gt;sebagai hiasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja, 0 – 08&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-7719741193425427317?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/7719741193425427317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=7719741193425427317' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/7719741193425427317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/7719741193425427317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2008/11/puisi-puisi-s-hamsah.html' title='Puisi Puisi S. Hamsah'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SRJrbeXaDNI/AAAAAAAAA98/1ZJYiQAX5WE/s72-c/Sampul+Puisi+Hamcrut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-4328251791239117174</id><published>2008-09-17T00:34:00.000-07:00</published><updated>2008-09-17T00:44:56.000-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pejuang'/><title type='text'>ROQUE DALTON</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SNCzLvpPs8I/AAAAAAAAA90/x1uOoFF6dE8/s1600-h/Dalton.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SNCzLvpPs8I/AAAAAAAAA90/x1uOoFF6dE8/s400/Dalton.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246890580236022722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aku Senang Tertawa, dan Mengasihi Rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil Dari Koran Pembebasan Partai Rakyat Demokratik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roque Dalton lahir pada 14 Mei 1935 di San Salvador El Salvador. Bapaknya salah seorang dari residivis Dalton Bersaudara. Ibunya seorang perawat yang menanggung hidup keluarganya.  Setelah setahun di Universitas Santiago Chili, Roque mendaftar ke Universitas San Salvador tahun 1956, di sini ia mendirikan Lingkaran Studi Sastra Universitas yang gedungnya kemudian dibakar tentara. Setahun setelah itu, ia bergabung dengan Partai Komunis; karenanya pada tahun 1959 dan tahun 1960 ia dipenjara dengan dakwaan menghasut tentara dan kaum tani untuk memberontak pada tuan tanah. Dalton divonis mati, tapi hidupnya diselamatkan sehari sebelum eksekusi saat diktator Kolonel José Maria Lemus terguling. Pada tahun 1961 ia menjalani pembuangan di Mexico, menulis beberapa sajak yang dipublikasikan dalam La Ventana en el rostro (“Jendela yang di Hadapan Mukaku”) dan El turno del ofendido (“Giliran Mereka yang dizalimi”) yang ia dedikasikan untuk kepala kepolisan El Salvador, yang gagal mendakwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ke Mexico, sebagai buangan politik. Dari Mexico Roque secara sukarela pindah dan menetap di Kuba. Dengan hangat para penulis Kuba dan buangan Amerika Latin yang biasa ngumpul-ngumpul di Casa de las Amèricas menyambutnya. Sejak saat itu [dimulai dengan karyanya “Jendela di Hadapan Mukaku” dan El Mar (“Laut Itu”) pada tahun 1962] hampir seluruh karya puisinya diterbitkan di Kuba. Pada musim panas 1965 ia kembali ke El Salvador untuk melanjutkankan perjuangan politiknya. Dua bulan setelah kedatangannya, ia ditangkap lagi, disiksa dan lagi-lagi divonis mati. Tapi lagi-lagi ia berhasil melarikan diri saat gempa bumi menghancurkan dinding selnya, ia gali reruntuhan dinding selnya menjadi lubang jalan lari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roque kembali ke Kuba dan, beberapa bulan kemudian Partai Komunis mengirimnya ke Praha sebagai koresponden The International Review: Problems of Peace and Socialism. Pada tahun 1969 bukunya Taberna y ostros lugares (“Warung Tempat Mabuk dan Tempat-tempat Lainnya”) yang menggambarkan pengalaman selama ia tinggal di Praha memenangkan Penghargaan Pusisi Casa de las Amèricas dan menempatkannya pada umur 34 tahun sebagai salah seorang penyair muda terbaik Amerika Latin. Pada tahun 1975, faksi militer gerilya Marxis, Rakyat Revolusioner Ejército (ERP) secara tak adil menuduhnya mencoba memecah belah organisasi dan menghakiminya dengan hukuman mati. Mereka mengeksekusinya pada 10 Mei 1975, empat hari sebelum ulang tahunnya yang ke-40.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akh, puisi, ia pun menyayangi revolusi&lt;br /&gt;Kelahirannya sebagai anak haram dan statusnya sebagai anak tersingkir di sekolah anak-anak orang kaya, mematangkan perasaan sakithatinya, dan itu lah tak diragukan lagi, akar yang menentukan Roque menolak norma-norma yang ada, yang terbawa hingga masa dewasanya. Ia lah yang terpandai di kelasnya, terpilih sebagai murid rangking tertinggi pada hari wisuda. Pada perayaan wisuda, ia mengambil kesempatan untuk melampiaskan perasaan sakithatinya pada kemunafikan guru-guru Jesuitnya yang tanpa malu-malu mendukung prasangka-prasangka mayoritas orang kaya di sekolahnya, walau pun mereka tak terang-terangan menyemangatinya, tapi mereka mentolerir perlakuan diskrininatif (yang menjijikan) murid-murid kaya terhadap saudara-saudara sesama umat Yesus yang miskin atau anak-anak haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roque sudah menjadi seorang revolusioner militan saat revolusi Kuba (Januari 1959) menghasilkan kejutan (bagai gempa) dalam kesadaran sosial seluruh orang Amerika Latin. Pasti lah merupakan pengalaman luar biasa bagi penyair berumur 24 tahun menyaksikan bahwa keyakinan revolusionernya bisa diwujudkan, apalagi telah ia lantangkan, sudah ia kerjakan bahkan pernah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu konsekwensi vitalitasnya adalah hasil kerjanya yang berlimpah: 18 volume puisi dan prosa, sebelum kematian (prematur) pada usia 40 tahun. Konsekwensi lainnya, penampakkan tak sabaran untuk merevisi-mengerjakan ulang sajak-sajaknya. Walaupun faktanya bahwa banyak karya sindirannya dipulas dan diasah bagaikan intan, tapi seseorang akan mendapat kesan seakan-akan karya-karyanya tak diolah secara hati-hati dan sabar, atau datang begitu saja ke kepalanya, dan terdorong ke luar begitu saja mungkin di bagian belakang amplop, atau di selembar tissue-tatakan, dikumpulkan, lalu masuk kantong. Membaca kembali karyanya, seesorang tak bisa menghindari sensasi (dipancarkan, tak ragu lagi, oleh pengetahuan setelah momen terjadi) bahwa dia penulis yang terburu-buru; bahwa ia, dalam beberapa hal, tahu waktunya terbatas, hari-harinya terbatas, dan ia harus segera memanfaatkan setiap momentum, apapun aktivitas yang sedang ia jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia akan bercerita tentang hal-hal fantastik tentang El Salvador seperti yang dikarangannya. Seorang lelaki yang pernah dipenjara seorang yang benar-benar menyelam ke kedalaman penjara yang dipenuhi kecoa, selama beberapa tahun. Gila, memang, saat mereka memberikan kesempatan padanya untuk melarikan diri dari penjara; ia tak mau melepaskan kesempatan tersebut sampai gigitan kecoa yang terakhir. Ia akan tersenyum penuh berkah dan baginya dikelilingi kecoa bagai dikelilingi kupu-kupu. Sekali waktu Roque pernah dipenjara dan mereka akan menembaknya. Apalagi mereka menghasut agar partai percaya bahwa ia adalah agen dan intel CIA. Maksud mereka agar jika ia dibunuh ia tak akan jadi martir. Ia tak percaya Tuhan tapi malam itu ia berdoa, ia berlutut di sel-nya dan berdoa. Bila “keberuntungan gila” datang katanya, datang lah gempa bumi malam ini juga, penjara runtuh dan ia melarikan diri. Cinto Vitier, Fina dan Aku menertawainya, mengatakan padanya bahwa kami punya sebutan lain bagi apa yang ia sebut sebagai “keberuntungan gila”, dan ia juga tertawa. Roque selalu ada dalam susana humor (tak kepalang tanggung), walau banyak hal mengerikan telah ia jalani, segala hal mengerikan yang akan selalu menunggunya di depan hidupnya yang, sebenarnya, sudah ia perkirakan sebelumnya. Komitmen Roque Dalton pada revolusi bagai suatu akad nikah. Ia mengawini revolusi. Takdirnya bukan sekadar menyanyikan revolusi, tapi juga memberikan hidupnya, nyawanya, bagi revolusi. Sekarang ia merasuk lagi dalam kehidupan banyak orang, ia hidup kembali dalam pemberontakan El Salvador. Ia selalu tertawa, di tengah-tengah pembantaian, di tengah-tengah tangisan. Ia tertawa karena ia merasa menang. Seolah-olah ia lah pemenangnya. Roque Dalton akan menjadi taman kanak-kanak, sekolah-sekolah, rumah sakit-rumah sakit; ia akan menjadi sajak yang ia tulis dan sajak-sajak lainnya yang belum ia tulis. Roque Dalton akan tertawa, penduduk Roque Dalton yang bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya sindiran-nyinyir (nya) dibasuh kemanusiaan yang lemah lembut; Menurut Majalah Reportase Katolik Nasional: …seorang yang sederhana, jujur, kawan rakyat El Salvador yang penuh dedikasi; Anaknya Juan Jose Dalton mengatakan: “Ayahku dibunuh karena perbedaan politik, dan pimpinan gerilaya ERP tak pernah memebrikan otok-ktitik resmi yang mendalam dan sadar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana juga kau&lt;br /&gt;yang mencintai rasa sayang, mencintai hidup, pertemuan yang manis&lt;br /&gt;dalam segala hal, pemandangan birunya langit&lt;br /&gt;di satu hari bulan Januari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darahku juga mendidih&lt;br /&gt;dan aku tertawa hingga mataku&lt;br /&gt;paham pedihnya airmata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku dunia ini indah&lt;br /&gt;dan puisi bagai roti; milik semua orang.&lt;br /&gt;Dan urat-urat syarafku tak berujung di diriku&lt;br /&gt;tapi di banjirnya darah&lt;br /&gt;mereka yang berjuang untuk hidup,&lt;br /&gt;cinta,&lt;br /&gt;segala sesuatu,&lt;br /&gt;pemandangan dan roti,&lt;br /&gt;puisi bagi semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roque Dalton&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-4328251791239117174?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/4328251791239117174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=4328251791239117174' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/4328251791239117174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/4328251791239117174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2008/09/aku-senang-tertawa-dan-mengasihi-rakyat.html' title='ROQUE DALTON'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SNCzLvpPs8I/AAAAAAAAA90/x1uOoFF6dE8/s72-c/Dalton.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-9107784216078854772</id><published>2008-09-17T00:27:00.000-07:00</published><updated>2008-09-17T00:32:39.549-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pejuang'/><title type='text'>Syair Untuk Rakyat Chili (dan Kita)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SNCxqN2XEDI/AAAAAAAAA9s/2_jjiLKRgIA/s1600-h/Neruda.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SNCxqN2XEDI/AAAAAAAAA9s/2_jjiLKRgIA/s400/Neruda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246888904716914738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;-Tulisan ini disadur dari novel Antonio Skarmeta yang berjudul Il Postino (judul dalam versi Inggris dan Indonesia ) atau Ardiente Paciencia (judul dalam versi Spanyol)-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ragil*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, ketika aku menerima telegram yang sangat penting dalam sejarah hidupku, tukang pos sahabatku itu nrocos tentang cinta yang membakar hatinya. Mau tidak mau, sebelum membacanya—dan telegram itu masih tergenggam ditanganku---aku harus mendengarkan curahan hati sang tukang pos itu—yang menjadi cerewet karena cinta itu dan menjadi sok pujangga ketika menggambarkan montoknya payudara sang perempuan (dengan tidak malunya, metafor-metafor yang diambilnya berasal dari puisi-puisiku). Sampai akhirnya aku berkata—karena ia terus meluncurkan kata-katanya yang tanpa rem itu: “Dengar, Nak. Kau mengantarkan sepucuk telegram penting untukku dan kalau kita terus-terusan membicarakan Beatriz Gonzales pesan ini akan membusuk ditanganku”—sebuah usiran yang halus sebetulnya. Tukang pos itu tidak pergi, tetap berdiri ditempatnya, seperti tonggak yang tertancap—dan aku benar-benar tidak tega mengusirnya—sehingga, aku biarkan saja ia ditempatnya. Aku pun membaca telegram itu, ternyata telegram dari Komite Sentral Partai (Partai Komunis Chili): AKU DICALONKAN MENJADI PRESIDEN.&lt;br /&gt;Pecalonanku itu segera membawa anganku mengembara ke masa lalu, masa-masa ketika aku masih muda. Anganku segera berhenti pada tahun 1945, ya, masa-masa ketika aku bergabung dengan Partai Komunis dan terpilih menjadi senator Republik. Tahun itu merupakan tahun yang penuh represif, penindasan, kesewenang-wenangan. Masa-masa Presiden Gonzalez Videla sangat represif, terutama peristiwa tahun 1947 itu, ketika dengan kejam dan brutal ia menghadapi aksi buruh. Aku memprotes dengan keras tindakan bar-bar itu, sampai akhirnya aku harus bergerak dibawah tanah sebelum akhirnya harus keluar dari Chile dan baru pulang “kampung” lagi tahun 1952. Sungguh kejadian-kejadian yang tidak dapat terlupakan, hidup dalam suasana yang menegangkan, yang jantung selalu berdebar-debar ketika melihat orang yang mencurigakan.  Pada masa bergerak dibawah tanah itu, aku sempat bepergian ke Uni Soviet. Bagiku, Soviet adalah negeri yang perpustakaan-perpustakaannya, kampus-kampusnya, dan teater-teaternya terbuka untuk semua orang. Sungguh sangat senang aku berada disana, Rakyatnya memberikan penghargaan Lenin Peace Prize dan Stalin Prize—yang tentu tidak akan aku lupakan sepanjang hidupku. Masa-masa bawah tanah juga memberikan kesempatan kepadaku untuk belajar sejarah Amerika Latin, Marxisme. Hasilnya, kumpulan puisi yang aku beri judul Canto General (1950), yang berisi 340 puisi,  dan sempat dilarang di Chili. &lt;br /&gt;Terus terang, Garcia Lorca yang gugur dalam perang saudara di Spanyol itu, yang banyak memberikan pengaruh dalam memilih kata-kata dalam puisi maupun dalam aktivitas politikku. Sejak kenal Lorca, puisiku mulai berorentasi politik dan peduli pada masalah-masalah sosial. Ya, karyaku  España en el Corazón –Spain in My Heart (1937) yang telah menjadi tonggak baru  kehidupan kepenyairanku.  Gaya penulisanku menjadi lebih langsung dan sesederhana mungkin, agar lebih mudah dipahami oleh Rakyat tertindas. Aku mulai memihak mereka yang ditindas. Aku tersenyum kecut, mengingat-ingat peristiwa masa lalu itu, aku ternyata pernah melakukan sesuatu yang sebetulnya diluar keberanianku. &lt;br /&gt;Bayangan masa lalu itu segera kabur setelah tukang pos tiba-tiba meminta pamit, aku segera menyadari bahwa masih ada orang disampingku. Segera aku lepas kepergian tukang pos dengan pandangan mataku. Setelah tukang pos hilang dari pandangan mata, aku segera membalik badan, masuk menuju beranda rumah. Sambil duduk diberanda rumah yang menghadap ke laut, kupandangi teregram itu. Ya, Aku hanya punya waktu dua hari untuk berkemas-kemas. Sebetulnya masih  ada puisi yang belum aku selesaikan—karena dua hari setelah telegram itu sampai kepadaku, sebuah truk yang hingar bingar penuh dengan tempelan poster-- “Neruda for President”-- datang ke tempatku, pulau kecil di Isla Negra. Truk itu kemudian membawaku keluar dari daerah-daerah yang dipenuhi nelayan-nelayan miskin itu, menuju hingar bingarnya kota. Bertepatan dengan peristiwa itu, Ku goreskan dalam buku harianku kalimat-kalimat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kehidupan politik menyerbuku bagi halilintar dan merenggutkan aku dari karyaku. Massa besar manusia adalah guru yang paling agung yang pernah kupunyai. Aku bisa mendekati mereka dengan rasa malu bawaan seorang penyair atau kehatian-hatian seorang pemalu, tetapi begitu berada ditengah mereka, aku merasa berubah. Aku adalah bagian dari mayoritas hakiki; aku hanyalah sehelai daun dari pohon besar itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mulailah proses pemilu itu, juru kampanye-juru kampanye masuk ke daerah-daerah terpencil, yang bahkan baru dikunjungi sekali dalam rentang hidup. Di kota-kota terpencil, kami dari partai komunis bicara kepada Rakyat, bahwa mereka miskin bukan karena malas, tapi karena ada sekelompok orang yang merampas hak-hak mereka. Di perkampungan nelayan kami bicara, bahwa hidup nelayan bisa makmur kalau tidak ada sekelompok orang-orang rakus, yang bisa hidup kaya rasa dengan memakan uang Rakyat. Begitu juga di perkampungan kumuh, dikampus, selalu kami sampaikan, bahwa kemiskinan bukan karena malas, tapi karena kapitalisme. Di manapun tempatnya, kami selalu katakan, bahwa sosialismelah jalan keluar untuk mengatasi kemiskinan itu. Ya, sosialisme, suatu tatanan hidup yang menghargai setiap tetes keringat kerja manusia, dimana orang akan memperoleh hasil sesuai dengan kerja mereka. Dalam hati aku gembira, ketika melihat mata Rakyat yang selama sebelumnya sayu, tapi, begitu mendegar kata-kata kami, tatapan-tatapan sayu itu digantikan tatapan yang berbinar-binar.&lt;br /&gt;Dua bulan kemudian—tidak terasa aku telah menjelajahi kota demi kota di Chile selama dua bulan-- aku kembali ke kampung nelayan itu. Truk yang membawaku berhenti tepat  di depan rumahku —nelayan-nelayan miskin itu menyambutku, termasuk tukang pos itu. Aku memberikan pidato singkat. Rakyat menyambut pidatoku yang sebenarnya biasa-biasa saja. Kembali aku ke rutinitas semula, membuat puisi, menjawab surat-surat, memandang deburan ombak, mendengarkan kicau burung camar di lautan lepas yang kadang menukik ke lautan menangkap ikan-ikan pindang, bermain-main dengan kepiting yang jalannya terseok-seok karena terlalu berat membawa capitnya, membuat jam pasir, melihat-lihat koleksi patung dadaku, mendengarkan musik. Sampai kemudian kabar yang mengembirakan itu sampai kepadaku, 4 September, Allende memenangkan pemilihan umum di Chile yang mengantarkannya menjadi presiden. Inilah sejarah pertama kalinya bagi partai marxis di dunia yang menaiki tampuk kepemimpinan lewat pemilu. Tidak ketinggalan Rakyat di daerahku juga menyambut kemenangan ini dengan penuh suka cita —bagi mereka inilah saat-saat kemenangan orang miskin, orang miskin yang biasanya selalu di bawah bisa berkuasa saat ini, Hidup Allende! Hidup Sosialisme!--teriakan-teriakan mereka dengan suka cita.&lt;br /&gt;Aku sendiri, setelah masa suka cita itu, diangkat menjadi duta besar di Prancis. Ah, kembali kutinggalkan tempatku yang sunyi itu, tetapi ketika aku jauh darinya selalu menjadi tempat yang aku rindukan dan kerinduan ini sering kali menjadi kata-kata dalam puisiku —tetapi sepeninggalku, kampung itu menjadi ramai karena pemerintah Allende mulai menggalakkan pariwisata di tempat itu, buruh-buruh yang berlibur disarankan untuk pergi ke pantai yang dulunya sepi itu, sejak saat itu, apalagi setelah saluran listrik masuk ke kawasan itu, restoran-restoran berdiri, televisi mulai masuk, pendek kata, mulai hiduplah kota itu. Prancis memang negara yang paling sempurna, dalam makna revolusinya, sehingga disana berkembang segala peradaban dunia—ilmu pengetahuan, mode-modenya yang sudah populer di seluruh pelosok dunia, harum parfum yang selalu menjadi dambaan perempuan-perempuan itu, anggurnya yang bisa menghangatkan tubuh dua kekasih yang sedang kedinginan, pendidikannya, bangunan-bangunan tinggalan masa lalu yang bisa terawat dengan baik, museum-museumnya, perpustakaan-perpustakaanya. &lt;br /&gt;Sebuah pengalaman berharga ketika ada di Prancis, aku mendapat hadiah Nobel dalam bidang kesusastraan. Hadiah ini —walaupun membanggakan— tetapi lebih banyak merepotkanku, aku harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kadang tidak kenal waktu, menghadiri undangan ini undangan itu, wawancara di televisi yang jarang aku lakukan sebelumnya yang tentunya apabila ahli mimik melihatku tentu akan menertawakan penampilanku, dan yang tersulit adalah membuat kata sambutan untuk penerimaan hadiah Nobel yang rencananya akan dibacakan tanggal 13 Desember 1971, belum lagi aku harus menemukan judul yang pas, sebuah judul yang sederhana tetapi berisi —juga harus berbau puitis karena aku seorang penyair. Ya, walaupun aku harus habiskan waktu malamku di meja tulis, sehingga wajahku kelihatan pucat, selesai juga akhirnya kata sambutan itu, aku beri judul tulisan tersebut: Menuju Kota Agung. &lt;br /&gt;Tidak perlu semuanya aku sampaikan kepada Anda isi pidatoku itu —karena sebagian besar, seperti kisah lelaki-lelaki sejati yang sedang mengembara untuk menguji kesejatianya— sehingga aku sampaikan bagian-bagian yang penting saja. Inilah bagian-bagian yang aku anggap penting itu dari pidatoku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan menyentuh konsekuensi-konsekuensi ekstrem tugas kepenyairan tersebut, entah benar entah keliru, saya menetapkan bahwa sosok saya dalam masyarakat dan di hadapan kehidupan adalah sosok yang dengan cara sederhana memilih berpihak. Saya putuskan demikian ketika saya menyaksikan begitu banyak kemalangan yang bermartabat, kejayaan yang sunyi, dan kekalahan yang aku. Di tengah arena perjuangan Amerika saya mendapati bahwa tugas kemanusian saya tak lain adalah bergabung dengan kekuatan besar massa rakyat yang terorganisir, bergabung dengan kehidupan dan jiwa yang akrab dengan derita dan harapan. Sebab hanya dari arus besar rakyat inilah perubahan yang diperlukan muncul, demi sekian pengarang dan demi bangsa. Dan seandainya sikap saya ini melahirkan penolakan yang sengit atau keberatan yang bersahabat, yang jelas saya tidak bisa menemukan cara lain bagi seorang pengarang di negeri-negeri kami yang teramat luas dan kejam. Itulah cara paling sederhana jika kita menghendaki kegelapan menjadi taman bunga, jika kita ingin membagi perhatian kepada berjuta-juta rakyat yang tidak pernah belajar membaca apa yang kita tulis atau bahkan tidak belajar membaca apa pun sama sekali, yang tidak bisa menulis apalagi menulis kepada kita. Keberpihakan membuat saya merasa di rumah sendiri di kawasan terhormat ini dan tanpa itu mustahil bagi kita untuk menjadi manusia utuh.&lt;br /&gt;Kami mewarisi kehidupan rakyat yang merana ini, yang menyeret-nyeret beban kutukan selama berabad-abad, rakyat yang paling mempesona, paling murni, yang dengan bebatuan dan logam mereka ciptakan menara yang menakjubkan dan berlian yang memukau kilaunya —rakyat yang mendadak-sontak dirampok dan dibungkam di zaman gelap kolonialisme yang masih membekas hingga kini.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya, hadirin yang ada diruangan itu menyambutku dengan gemuruh tepukan tangan —semoga bukan tepukan yang kosong. Aku memang sudah menambatkan pilihanku: aku memihak mereka yang lemah, yang selalu kalah—dan itulah menurutku tugas seorang penyair sepertiku. Aku tidak bisa hanya bermain dengan kata-kata, tetapi harus memahami bagaimana darah orang-orang miskin mengalir, bagaimana degupan jantung mereka setelah pulang kerja tetapi hasilnya tidak sebanding dengan keringat yang telah mereka keluarkan, bagaimana nyanyian-nyayian alami yang berasal dari irama musik dalam perut yang kelaparan, aku harus tahu bagaimana anak-anak orang miskin belajar hidup, bagaimana buruh-buruh menghasilkan barang tetapi mereka tidak mengenal barang apa yang telah mereka buat, ya, yang jelas aku harus berada ditengah-tengah mereka, yang miskin bukan karena takdir, tetapi karena memang dimiskinkan oleh sistim yang dibuat orang-orang yang berkuasa. Bukan, bukan aku hendak menjadi mesias bagi orang miskin, tetapi memang itulah tugas yang harus aku jalankan sebagai seorang penyair. Inilah alasanku kenapa aku ambil bagian dalam proses perubahan di Chili —sebuah negeri yang terbelakang— yang sekarang sedang merangkak dengan penuh harapan menuju sejarah yang cerah. &lt;br /&gt;Hari terus berjalan, matahari terus bersinar sesuai dengan hukumnya, begitu juga dengan keadaan ini. Awalnya semua berjalan dengan optimis, masa-masa penuh gairah itu, masa-masa Pemerintahan Allende. Tetapi, adakah musuh kebaikan akan tinggal diam? Dan memang ini yang terjadi. Kekuatan-kekuatan oposisi —yang sebetulnya kekuatan kanan, yaitu kaum pengusaha dan tentara-- mulai mengerogoti Pemerintahan Allende. Aku memang tidak mengetahuinya secara pasti, bagaimana sebenarnya “kemunduran” itu mulai terjadi, tetapi apabila aku baca surat dari tukang pos sobatku itu, situasinya mungkin sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Don Pablo, barang-barang mulai sulit didapatkan, seakan-akan semuanya hilang ditelan bumi. Mula-mula daging untuk membuat sup yang raib, sehingga sup itu hanya berisi sayur mayur yang mengapung-apung dan tulang-tulang tanpa sesayat daging pun, kemudian menyusul minyak, gula, deterjen, beras —semuanya menjadi barang yang langka, menjadi barang mewah. Selain itu, pasar-pasar gelap juga merebak, menyelundupkan barang-barang dari luar negeri. Di pelabuhan, ikan-ikan yang ditangkap oleh nelayan banyak yang membusuk karena truk-truk berpendingin --yang sebagian besar milik orang-orang kaya-- yang biasa membawa ikan-ikan itu, sopir-sopirnya pada mogok— selama Allende memerintah, nelayan diberikan kredit lunak untuk meningkatkan produksi ikan, sehingga bisa mengurangi pengeluaran pemerintah untuk daging impor, hasilnya, produk nelayan meningkat, truk-truk yang berpendingin pergi dari pelabuhan selalu dengan muatan yang penuh. Maka, ketika truk-truk berpendingin itu mogok —serikat-serikat buruh truk, yang didominasi orang-orang kaya itu, mengumumkan mogok sampai waktu yang tidak ditentukan— akibatnya, ikan-ikan itu hanya menumpuk di tempat pelelangan, lama kelamaan membusuk dan kemudian menebarkan aroma yang tidak sedap, yang menyebar ke seluruh kampung, mengundang datangnya pasukan lalat dan tikus, tidak ada pilihan lain bagi nelayan, selain membuang bangkai-bangkai ikan itu ke laut lagi —tapi aneh Don Pablo, setelah ikan-ikan itu dibuang kembali ke lautan, angkutan-angkutan beroperasi lagi—inilah yang meneguhkan kenyakinanku, memang semuanya yang terjadi telah direkayasa, bukan kebetulan, tetapi ada tangan-tangan yang bermain dibalik krisis yang sedang melanda seluruh Chili ini, tangan-tangan ini yang menginginkan Pemerintahan Allende yang sosialis itu runtuh, sehingga kelompok-kelompok kanan bisa berkuasa lagi.  Lahan yang subur memang bagi kekuatan anti pemerintah Don Pablo, kekacauan-kekacauan ekonomi ini dijadikan amunisi bagi kekuatan-kekuatan kanan, mereka berkampanye-kampanye di semua tempat —seperti awal pemilu—termasuk di kampung kita, mereka mulai berkoar-koar bahwa ini akibat ketidak-becusan dari pemerintahan Allende, mereka membuat perbandingan-perbandingan, bahwa kemiskinan yang terjadi di Chili lebih parah bila dibanding yang terjadi di Etiophia dan Soviet. Mereka itu yang menyerukan kepada perempuan-perempuan Chili —yang kemudian diikuti orang-orang kaya, termasuk mertuaku-- maksudnya mertua tukang pos— untuk memukul panci, wajan, sebagai tanda protes dan menuntut agar Allende Mundur. Semakin hiruk pikuklah Chili dan kampung kita Don Pablo, tentu kalau kau ada disini akan membariskan kata-katamu dalam puisimu.”  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Situasinya memang semakin memburuk, krisis, akibat konspirasi kekuatan-kekuatan anti sosialisme. Saat-saat itu akhirnya tiba juga, ketika semua radio mengumandangkan lagu-lagu perang dengan hentakan-hentakan iramanya—aku sedang sakit ketika itu, sudah tidak di Prancis lagi, tetapi sudah kembali di kampung nelayan itu, Isla Negra. Menurut penuturan tukang pos sahabatku itu, ketika ia hendak pergi ke kantor pos, ternyata kantor itu sudah dijaga oleh tentara, jalanan sunyi senyap, hanya disana-sini terdengar suara tembakan yang kadang dalam frekuensi yang lambat, kadang dengan frekeunsi tembakan yang cepat. Ya, rumahku sendiri ternyata sudah dijaga oleh segerombolan tentara, sedangkan dikejauhan, sebatas aku masih bisa memandang, terlihat sorot lampu tentara yang sedang mengadakan patroli, tidak ketinggalan suara helikopter sering berputar-putar di sekitar pelabuhan. Ya, saat kudeta itu telah dimulai. Jendral Pinochet dengan sandinya Operasi Jakarta itu, tepat pada tanggal 11 September 1973, menyerbu istana presiden, Allende ditembak tepat dikepalanya sampai terburai otaknya —istrinya sendiri tak diperkenankan untuk melihat jasatnya, walaupun untuk terakhir kalinya. Tentara terus melaju, masuk kepedalaman-pedalaman yang dianggap basis komunis, melakukan penangkapan-penangkapan kepada siapa saja yang dianggap pro komunis, ada yang dijebloskan ke dalam penjara, ada yang ditembak dipinggir jalan, mayatnya dibiarkan begitu saja sampai anjing-anjing yang kelaparan mengerogoti bagian demi bagian dari mayat itu. Pembersihan itu telah dimulai oleh Pinochet&lt;br /&gt;Sementara itu, kondisiku semakin memburuk, mungkin ajal sudah akan segera tiba, ya aku teringat apa yang diucapkan Mercutio saat tertusuk pedang Tybalt: “Tidak, ini tiadalah sedalam sumur, tiada pula selebar pintu gereja; tapi cukuplah, cukup berpengaruh: temui aku besok, dan kau harus mendapatkan seorang tukang kubur untukku”. Dalam saat-saat terakhir hidupku ini —yang telah dikucilkan dari kehidupan— sahabatku hanya tukang pos itu. Sudah saatnya aku lantunkan puisiku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Aku pulang ke laut dibungkus langit,&lt;br /&gt;kesenyapan antara dua gelombang&lt;br /&gt;menciptakan tegangan wingit&lt;br /&gt;kehidupan mati, darah berhenti&lt;br /&gt;lalu gerak baru mengembang&lt;br /&gt;dan suara ketak-berhinggaan kembali berkumandang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epilog:&lt;br /&gt;Pablo Neruda akhirnya meninggal dunia 23 September 1973 di Klinik Santa Maria. Rumahnya, di kaki gunung San Cristibol di Santiago dijarah, jendelanya dipecahkan, semua barang yang ada digenangi dengan air. Keesokan harinya, ditengah hunusan bayonet tentara fasis, penduduk membanjiri pemakaman sang penyair, untuk memberikan salam yang terakhir. Di dekat gundukan kuburannya, orang-orang melantunkan lagu Internationale —untuk Sang Penyair, Allende dan untuk sosialisme.&lt;br /&gt;Terlahir pada tanggal 12 Juli 1904, di Parral dengan nama Neftalí Ricardo Reyes Basoalto.  Ayah Pablo Neruda adalah Don Jose del Carmen Reyes Morales, seorang buruh rel kereta api yang miskin. Ibunya Rosa Baoalto de Reyes, seorang guru, yang mati akibat terkena TBC saat Neruda masih bayi. Mulai menulis puisi sejak usia sepuluh tahun. &lt;br /&gt;Pada umur 12 tahun ia bertemu dengan seorang penyair Chili, Gabriela Mistral, yang juga pemenang penghargaan nobel sastra lainnya dari Chili pada tahun 1945. Perempuan Amerika Latin pertama yang memenangkan Nobel. Gabriela Mistral juga kepala sekolah sebuah sekolah menengah atas di kampung halaman Pablo, yang mendorong Pablo untuk menekuni kebiasaan menulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Anggota PRD&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-9107784216078854772?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/9107784216078854772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=9107784216078854772' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/9107784216078854772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/9107784216078854772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2008/09/syair-untuk-rakyat-chili-dan-kita.html' title='Syair Untuk Rakyat Chili (dan Kita)'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SNCxqN2XEDI/AAAAAAAAA9s/2_jjiLKRgIA/s72-c/Neruda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-8196783477723143896</id><published>2008-09-12T02:55:00.000-07:00</published><updated>2008-09-12T03:01:29.300-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pejuang'/><title type='text'>SALVADOR ALLENDE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SMo8y5sQzzI/AAAAAAAAA9k/PZC8GDWF7NY/s1600-h/SalvadorAllende.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SMo8y5sQzzI/AAAAAAAAA9k/PZC8GDWF7NY/s400/SalvadorAllende.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245071561203961650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sosialismelah Jalan untuk Menyejahterakan Rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Thamrin Ananda | Diambil dari Koran Pembebasan [PRD]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salvador Allende tak bisa dipisahkan dari pasang-surut perjuangan revolusioner rakyat Chili. Mulanya, tak ada yang meragukan dan bangga akan kemenangan partai kiri di benua Amerika ini dengan metode sosialisme jalan damai lewat parlementer. Sayang, kaum revolusioner Chili tak belajar pada jalan damai parlementer Partai Komunis Indonesia yang berakhir tragis: ratusan ribu aktivisnya dibantai kaum reaksioner tanpa perlawanan yang berarti persis seperti ternak yang digiring ke ladang pembantaian. &lt;br /&gt;Chili, negara yang terletak di sebelah selatan Amerika Serikat ini dan kaum revolusionernya termasuk Allende sendiri menjadi  cerita sedih dan penuh sesal bagi kalangan pejuang revolusioner di manapun. Tragis seperti drama-drama Yunani: Allende adalah presiden pertama yang berhaluan marxis yang dipilih secara demokratis dan matinya sangat tragis. Setelah pemerintahan revolusioner yang singkat Allende jatuh, Chili dikuasai militer. Pendukung Allende: orang-orang  kiri ditangkap, dikumpulkan di sebuah stadion, dieksekusi. Jumlahnya sangat besar yakni 20% dari penduduk Chili sendiri yang waktu itu berjumlah 10 juta. &lt;br /&gt;Kekalahan ini  karena tak ada ketegasan dengan kekuatan sisa lama terutama dengan institusi militer. Pemerintah Allende sendiri masih terus saja dengan keyakinan demokratis formal: berkompromi dengan para jendral dan tak bersegera membubarkan tentara reguler tersebut dan menggantinya dengan tentara buruh. Justru sebaliknya Allende melucuti buruh yang sudah bersenjata. Akibatnya, kelas buruh merasa tidak mempunyai partai revolusioner yang independen dan  kaum buruh pun bingung  seperti lumpuh di hadapan ancaman militer. Di samping itu kaum klas pekerja Chili pun kurang mempersiapkan organisasi demokratik mereka. Karenanya, sekalipun Allende mencapai satu kemenangan dalam pemilu, kemenangan itu tidak akan membawa perubahan mendasar apapun dalam struktur aparatus Negara. Juga, kelas penguasa Chili dan kekuatan imperialis tidak akan dapat diusir begitu saja dari negeri itu dengan aksi-aksi Rakyat semata.&lt;br /&gt; Ironisnya sandi penghancuran gerakan revolusi Chili sendiri bernama The Jakarta Operation yang mengisyaratkan kerja CIA yang berhasil menumpas kaum revolusioner Indonesia. Militer Chili sendiri mengakui bahwa model yang dilakukan itu adalah model Indonesia. Mereka ini dilatih di Pentagon Amerika. Dalam kurikulumnya,  dikatakan bahwa Indonesia adalah negara yang sukses menghancurkan diktator kiri, dalam hal ini Sukarno melalui tangan militer pada tahun 1965. Karena itu,  waktu Pinochet mau melakukan kudeta itu memakai sandi Operacion Jakarta: operasi Jakarta. Sebelum 11 September 1973 itu, di tembok-tembok di Chili, mereka menuliskan sebuah slogan besar:  operasi Jakarta sedang mendatang; awas dengan operasi Jakarta. Dalam hal ini memang ada hubungan dekat dalam hal ide: hubungan intelektual antara Operasi Jakarta dengan tahun 1965. Ada kudeta, tapi kudeta di Chili lebih berdarah sedang Sukarno kudetanya lebih evolusioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilahirkan di Valparaíso, Chile, pada tanggal 26 Juli 1908 dari keluarga kelas menengah yang cukup mapan.  Sebagai mahasiswa Universitas Chili, ia mulai terlibat dalam politik radikal, mendukung ide-ide marxisme. Ia pernah dua kali ditangkap karena aktivitas politiknya, dan karenanya, diskors dari kampusnya.  Setelah selesai kuliah kedokteran, ia terlibat mendirikan Partai Sosialis Chilie pada tahun 1933, dan kemudian terpilih sebagai anggota majels rendah pada tahun 1937, di mana ia mulai membangun reputasinya sebagai seorang yang diandalkan oleh kaum miskin. Dia terpilih menjadi menteri kesehatan mulai tahun 1939 sampai 1942, dan secara khusus memberikan perhatian pada penyebab-penyebab masalah kesehatan. Kemudian pada tahun 1942 Allende menjadi pimpinan Partai Sosialis, dan terpilih menjadi anggota senat pada tahun 1945. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allende pernah berjuang untuk menjadi presiden pada tahun 1952, 1958, dan 1964, namun menemui kegagalan. Periode tersebut adalah masa-masa meningkatnya tekanan terhadap perubahan ekonomi dan politik Chilie. Sampai akhirnya Ia berhasil terpilih sebagai Presiden pada tahun 1970 melalui pemilu yang demokratis dan jurdil, dibawah bendera sebuah partai aliansi United Popular. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana rakyat Chili di bawah pimpinan Partai Sosialis Allende berhasil mendapat kekuasaan lewat jalan damai. Allende pun tidak pernah menyembunyikan bahwa ia berhaluan Kiri-Marxis. Begitu berkuasa, ia mulai menjalankan pemikirannya: transisi demokrasi ke arah sosialisme, melalui Jalan Chili atau Via Chilena. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program mendesaknya yaitu mencabut hukuman mati, mengakui semua parpol, land-reform dan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan besar, perbankan, pertambangan, telepon dan industri Amerika di Chili dan pemberian aset pada ekonomi kerakyatan. Tindakan ini tentu saja mengganggu kepentingan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat. Amerika Serikat pun mulai takut kalau nanti Chili menjadi negara komunis yang pertama secara demokratis terlebih bila Chili menjadi model bagi negara lain bagaimana partai komunis mampu mengalahkan kekuatan-kekuatan kanan secara demokratis.  Amerika Serikatpun berusaha menggulingkan pemerintahan Allende.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 September 1973, Jenderal Augusto Pinochet komandan angkatan laut Chili dalam nama OPERACION JAKARTA DI SANTIAGO DE CILE, dengan dukungan Amerika menggerakkan militer Chili melakukan kudeta terhadap pemerintahan Salvador Allende yang terpilih melalui pemilu yang demokratis. Amerika melalui CIA mulai memproduksi pamflet, poster, dan dokumen palsu mengenai rencana jahat Allende untuk membangun komunisme. Di bawah pengendalian Deputi Direktur Operasi CIA, William Colby, yang sebelumnya sukses menjatuhkan Presiden Soekarno, CIA mulai melancarkan perang propaganda untuk mendiskreditkan Allende. Kemudian, seperti biasa, muncul foto kuburan massal di bawah judul korban kekejian diktator komunis Allende.&lt;br /&gt;Di tahun 1973 juga , di bawah nama sandi "Jakarta" terjadi pembunuhan seorang jenderal oleh pasukan yang sudah mendapat pelatihan dari CIA. Pembunuhan ini karena menolak tawaran melakukan kudeta. Tetapi, mesin-mesin propaganda CIA meniupkannya sebagai korban keganasan komunis diktator Allende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki tahun 1970-an Chili sesungguhnya adalah negara paling demokratis di Amerika Selatan. Jauh lebih maju dari negara-negara tetangganya seperti Argentina dan Brazil. Sebagai layaknya negara demokratis, angkatan bersenjatanyapun adalah alat negara yang tugasnya melayani kebutuhan negara, dan tidak punya wewenang politik. Chili di tangan Pinochet pun berubah menjadi genangan darah kaum revousioner tak ubahnya seperti Indonesia di bawah Orde Baru, Soeharto. &lt;br /&gt;Pengalaman rakyat Chili ini pun menjadi pelajaran  bahwa sekali lagi : kaum reaksioner, kaum kapitalis,  takkan rela menyerahkan kekuasaan kepada rakyat dengan cuma-cuma. Rakyat Indonesia sendiri sejak tahun 50-an awal, di bawah pimpinan partai revolusionernya, untuk memenangkan sosialisme: kekuasaan ada di tangan Rakyat, juga menempuh jalan damai parlementer. Hasilnya adalah jutaan bangkai untuk tegaknya pemerintahan baru militeristik-kapitalistik :  Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saat ini barangkali Allende lebih bernasib baik di bandingkan Soekarno. Di Chili namanya bukan saja dinetralisir, tapi sudah dianggap sebagai presiden yang ideal dan bagus layaknya seorang santo. Ia pun dianggap pahlawan. Sementara Soekarno masih dianggap sebagai pesakitan politik.***&lt;br /&gt;_____________________________________________&lt;br /&gt;Penulis adalah Sekretaris Jendral Organisasi &lt;br /&gt;Front Perlawanan Demokratik Rakyat Aceh (FPDRA)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-8196783477723143896?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/8196783477723143896/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=8196783477723143896' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/8196783477723143896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/8196783477723143896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2008/09/salvador-allende.html' title='SALVADOR ALLENDE'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SMo8y5sQzzI/AAAAAAAAA9k/PZC8GDWF7NY/s72-c/SalvadorAllende.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-2207044404629628324</id><published>2008-09-12T02:50:00.001-07:00</published><updated>2008-09-12T02:54:17.336-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pejuang'/><title type='text'>TIRTO ADHI SOERYO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SMo7jxX-UDI/AAAAAAAAA9c/hye87UodbUM/s1600-h/Tirto.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SMo7jxX-UDI/AAAAAAAAA9c/hye87UodbUM/s400/Tirto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245070201761714226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sang Pembebas yang Tersingkir dari Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang besar acapkali baru terasa kadar kebesarannya tatkala dia sudah tiada. Dan selalu saja kita terlambat menyadarinya. Tak terbilang tokoh yang terlepas dari kesadaran historis kita, entah karena pemburaman ‘sejarah’ yang memang sering dikuasai kaum yang menang atau lantaran kita tak pernah sungguh-sungguh jujur dalam menilai kembali ‘sejarah’ kita sendiri. Dan karenanya, kita telah melupakan satu nama: Tirto Adhi Suryo. Sungguh ironis, mengingat dia adalah sosok paling penting bagi bangkitnya pergerakan kaum terdidik Indonesia. Tirto, pertama-tama harus diletakkan dalam setting sosial pergerakan nasional bangkitnya pers pribumi, pintu gerbang bagi, terutama, kaum terjajah ke alam demokrasi modern. Dan Tirto lah sang pemulanya. Tulisan-tulisannya yang tajam mengajarkan kaum terjajah untuk bangkit dan berani melawan kesewenangan kolonial, menjadi kaum mardika. &lt;br /&gt;Pramudya Ananta Toer, penulis besarbeberapa kali, berturut-turut, dinominasikan meraih nobel kesusastraanmenuangkan segenap kekagumannya pada sang tokoh dengan menulis Sang Pemula dan tetralogi Buru Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca. Mencermati garis hidupnya, pada masanya Tirto memang seorang pribadi pemula, dalam segala hal. Ia lebih dikenal, itu pun oleh segelintir orang saja, sebagai perintis pers. Padahal, tangannya lah yang menciptakan hampir seluruh senjata bagi perubahan ke arah dunia modern. Tirto merupakan seorang pribumi pertama yang mendirikan NV (sebagai bentuk perniagaan), percetakan, hotel, lembaga bantuan hukum, lembaga penyalur tenaga kerja, perintis bidang periklanan, perintis emansipasi kaum perempuan, sekaligus pendiri SDI (menurut ejaan sekarang/MES: Serikat Dagang Islam), cikal bakal SI (MES: Serikat Islam), organisasi modern pribumi pertama dan terbesar di Indonesia.&lt;br /&gt;Terlahir di Blora tahun 1880, dari keluarga aristokrat Jawa bapaknya seorang Bupati bernama RM Tirtodipuro. Djokomono, nama kecilnya. Satu hal yang membuatnya beruntung, karena asal muasal kastanya, adalah kesempatan mendapatkan pendidikan Eropa, sehingga ia bisa membandingkan antara kultur kasta bangsawannya, yang dianggapnya ‘kuno dan menindas’, dengan kultur ‘modern yang membebaskan’. &lt;br /&gt;Djokomono kecil tak mengenal kedua orang tuanya dengan baik, sejak kecil ia hidup berpindah-pindah dari satu keluarga ke keluarga yang lain yang memiliki jabatan-jabatan penting pemerintahan di Jawa. Sosok yang ia sematkan hormat tertingginya adalah sang nenek seorang perempuan agung, yang dengan gagah berani menghadap Gubernur Jendral Hindia Belanda, memprotes ketidakadilan yang ditimpakan pada suaminya, seorang Bupati di Bojonegoro. Sang nenek lah yang memberinya petuah-petuah berharga: percaya pada kekuatan sendiri, tak takut pada kemiskinan dan kehilangan pangkat. Sikap Tirto yang berbeda dari watak kebanyakan kastanya: bicara lugas, berani menentang ketidakadilan, membuatnya tersisih dari pergaulan saudara-saudaranya. Terutama, &lt;br /&gt;setelah ia menolak mentah-mentah meneruskan jabatan bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tirto, pribadi penggelisah dan sendiri, agaknya memang terlahir untuk membebaskan. Budaya tulis menghantarkannya pada dunia yang agung dan gemilang. Ia adalah seorang jurnalis pribumi pertama yang menulis dengan bahasa Melayu lingua franca. Ia adalah jurnalis yang jangkauan gagasannya melambung jauh melebihi keadaan jamannya. Di tangannya, pers menjelma sebagai senjata pembela keadilan. Dalam Zaman Bergerak, Takashi Shiraishi menyebut bahwa Tirto lah orang bumiputra pertama yang menggerakkan bangsa melalui tulisan. Tak berlebihan kiranya menyebut Tirto sebagai inisiator kebangkitan kesadaran nasional, yang mengawali langkahnya tanpa gentar: bahwa proses pemerdekaan harus dirintis dari dua bilah mata pisaukoran dan organisasi!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik terpenting  hidupnya diawali ketika ia bersekolah di STOVIA pada usia &lt;br /&gt;13 tahun. Ini memang tak lazim, umumnya anak para bangsawan lebih memilih sekolah pamong praja, yang menjamin jalan lempang menuju kekuasaan; sedangkan sekolah kedokteran, tentu lebih condong dengan ‘pengabdian’ ketimbang kekuasaan. Di sekolah ini lah dan di kota Batavia lah Tirto muda menempa diri dengan beragam pergaulan dan pengetahuan. Di lingkungan sosial seperti itu lah  lah ia, untuk pertama kali, terbebas dari segala aturan feodal kebangsawanan yang menyesakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak mula cita-citanya cuma satu: membuat surat kabar sendiri, sebagai suluh penerang bagi bangsanya. Sayang, semua selalu terbentur ketiadaan dana. &lt;br /&gt;Baru lah, pada tahun 1903, dengan bantuan modal dari RAA Prawiradiredja, Bupati Cianjur yang sepakat dengan ide-idenya, berdirilah surat kabar yang diberi nama Soenda Berita. Surat kabar pertama yang didirikan, dikelola dan diterbitkan oleh orang pribumi. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan bangsanya, menyiapkan pembaca memasuki dunia modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1905, ketika Soenda Berita sudah bisa mengorganisir diri, Tirto mengembara ke Maluku. Di sana ia bertemu dan menikah dengan seorang putri Raja Bacan, Princess Fatimah perempuan cerdas lulusan MULO yang mahir berbahasa Belanda; seseorang yang kelak kemudian menjadi anggota redaksi Medan Priyayi. Sepulang dari Maluku tempat ia menyaksikan kebiadaban kolonial warisan JP Coen sebuah gelora baru merubah semua bentuk tulisannya: menjadi lebih lugas, lebih garang. Pada tahun 1907, ia mendirikan Medan Priyayi, sebuah mingguan sederhana berformat 12,5 x 19,5 cm, &lt;br /&gt;dengan tebal 22 halaman. Untuk mengatasi persoalan modal, ia memulai sebuah gagasan bentuk perniagaan, yakni dengan meminta pelanggan membayar lebih dahulu dengan imbalan memiliki saham perusahaan bernama NV Medan Priyayi. Itu lah bentuk perniagaan pertama yang didirikan pribumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mingguan Medan Priyayi semakin berkembang pesat, bahkan, setahun kemudian, berubah menjadi harian. Tirto menciptakan gaya jurnalistik tersendiri, radikal dan penuh sindiran. Ia menulis tentang berbagai penyelewengan dan kesewenangan yang dilakukan pemerintah kolonial maupun para kaki tangan pribumi. Semangatnya untuk menggerakkan bangsanya menentang ketidakadilan semakin berkobar. Tulisan-tulisannya makin berani. Ia, yang sangat mengagumi Max Havelaar, mengungkap kebusukan-kebusukan kolonial yang dibungkus politik etis. Pemerintah kolonial murka. Lantaran tulisannya tentang penyalahgunaan jabatan di sebuah daerah, Tirto dibuang ke Lampung, selama 3 bulan. Saat itu, hampir semua aktivis yang berani membuka kedok kekuasaan kolonial ke media massa sempat dijebloskan ke penjara. Mereka dijerat pers-delict, dianggap mengganggu rust en orde kolonial. Mas Marko, seorang jurnalis muda radikal, 4 kali mendekam di tahanan lantaran tulisan-tulisannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya dari pembuangan, Tirto membenahi NV Medan Priyayi yang sempat terbengkelai. Pada tahun 1907 ia mendirikan Sarekat Priyayi, &lt;br /&gt;organisasi pribumi pertama, yang kemudian berubah menjadi SDIuntuk mengorganisir para pedagang batik yang berbasis di Solo. Pada tahun 1911, &lt;br /&gt;ia berkeliling ke kota-kota besar pusat modal pribumi untuk mengorganisir pembentukan cabang-cabang SDI. Untuk itu,  kepemimpinan SDI, untuk sementara, diserahkan pada H. Samanhudi, seorang saudagar batik terkemuka di Solo. Sayang, sejarah kemudian berkata lain, peranan Tirto sebagai pendiri SDI dikikis oleh H Samanhudi sendiri. Pemerintah kolonial, yang sangat membenci Tirto, lewat DA Rinkers, seorang ilmuwan Belanda yang mengabdi pada politik kolonial, membantu mengaburkan fakta ketokohan Tirto. Hingga, kemudian, Samanhudi lah yang lebih dikenal sebagai pendiri SDI yang, kemudian, berkembang pesat dan berubah menjadi SI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan perempuan juga menjadi komitmen Tirto. Pada tahun 1908, &lt;br /&gt;ia merintis pendirian surat kabar Poeteri Hindia, yang melahirkan nama &lt;br /&gt;Siti Soendari sebagai penulis termahsyur. Siti Soendari, berpendidikan Belanda, lebih memilih menjadi perempuan merdeka, yang bercita-cita, ketimbang mengikuti kehendak orang tua, yang menawarkan segala fasilitas dan kemudahan. Jadi lah Soendari sebagai sosok aktivis politik perempuan pribumi pertama. Kebangkitan pergerakan perempuan paska Kartini mulai bertunas dan, kemudian, berkembang ke penjuru tanah air. Sebarisan srikandi yang bertarung melawan kekuatan zaman bermunculan. Di Sumatra Barat muncul Rohana Koedoes, yang mendirikan koran ‘Sunting Melayu”. Selain lewat koran, menurut Tirto, kemajuan gerakan perempuan juga harus dimulai lewat sekolah, ia menjadi donatur tetap sekolah perempuan di Jawa Barat yang didirikan oleh Dewi Sartika.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1909-1912, adalah titik puncak kegemilangan surat kabar harian Medan Priyayi. Jumlah pelanggannya mencapai 2.000 orang. Suatu masa yang sangat dicita-citakan Tirto sejak mudamenyaksikan bangsanya bangkit dari kebodohan dan ketertindasan hampir saja tercapai. Sayang sekali, roda sejarah berbalik arah. Karena gangguan kolonial, Medan Priyayialat propaganda dan pengorganisiran yang sudah demikian kokoh itu, akhirnya runtuh satu per satu omsetnya terus merosot; setoran dari para pelanggannya macet; beberapa perusahaan menolak pasang iklan. Medan Priyayi tak mampu melunasi biaya percetakan. Akhirnya, Agustus 1912, Medan Priyayi gugur secara dramatis. Seperti diistilahkan Pram, “semua yang dibangunnya runtuh. Juga nama baiknya. Yang tinggal hidup adalah amal dan semangatnya.”   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang tokoh ditahan lantaran tak mampu melunasi tunggakan hutang. Sebagai hukumannya, ia dibuang ke Ambon  pada tahun 1913. Dua tahun berikutnya ia baru  kembali ke Jawa, ketika semuanya telah berubah. Jaman terus bergulir. Organisasi makin banyak bermunculan, puluhan tokoh namanya terderek naik, menyesaki rongga ingatan rakyat. Pergerakan nasional hampir mencapai titik terangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali memang sudah menjadi sebuah kelaziman sejarah, manusia-manusia berjiwa agung harus mengakhiri periode hidupnya dalam kesepian dan keterasingan. Apakah itu Galileo, yang mati di tiang gantung; Marx, Soekarno, juga Chairil Anwar, yang mati di ujung perih dan sepi. Djokomono Tirto Adhi Soeryo, meninggal  setelah menderita sakit bertahun-tahun. Tak jelas penyakit yang dideritanya. Tak ada yang pernah memeriksa, sekalipun kawan-kawan dekatnya adalah dokter-dokter termahsyur pada masanya. Ia telah terlunta-lunta, sendiri. Hotel Medan Priyayi, miliknya, yang semula banyak menghidupi surat kabarnya, telah  berpindah tangan ke sahabatnya sendiri Gunawan, ketika ia masih dalam pengasingan. Tirto bertahan sampai wafatnya di sana, karena itu lah satu-satunya tempat ‘miliknya’ yang bisa dituju. Ia tak punya lagi sanak saudara. Tirtoyang, menurut propaganda kolonial, sangat berbahaya kondisinya sudah rapuh dan papa, membuat semua sahabatnya menjauh. Musuh-musuhnya kegirangan dan menyebut tokoh agung ini “terlunta-lunta &lt;br /&gt;dan gila’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 7 Desember 1918, seperti digambarkan oleh mas Marko, seorang murid dan pengagum Tirto, dalam tulisannya: “dengan diantar rombongan sangat kecil jenazahnya dibawa ke peristirahatan terakhirnya di Mangga Dua.” Tak satupun koran memuat kabar kematiannya. Ia benar-benar telah dilupakan oleh bangsanya, yang dicintai, dan dididiknya untuk maju. Sementara itu, perjuangan pembebasan umat manusia, yang merupakan bagian terbesar dari seluruh perjuangan hidup dan cita-cita Tirto Adhi Soeryo, lambat laun mengalun. Ia telah terbaring tenang. Sebagaimana ditulis Pram dalam Sang Pemula: “ Seperti jamak menimpa seorang pemula, terbuang setelah madu mulia habis terhisap, sekiranya ia tak mulai tradisi menggunakan pers sebagai alat perjuangan dan pemersatu dalam masyarakat heterogen seperti Hindia, bagaimana sebuah nation seperti Indonesia akan terbentuk?” ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________________________&lt;br /&gt;Diambil dari Koran Pembebasan&lt;br /&gt;Partai Rakyat Demokratik [PRD]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-2207044404629628324?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/2207044404629628324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=2207044404629628324' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/2207044404629628324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/2207044404629628324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2008/09/tirto-adhi-soeryo.html' title='TIRTO ADHI SOERYO'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SMo7jxX-UDI/AAAAAAAAA9c/hye87UodbUM/s72-c/Tirto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-8810761334813138293</id><published>2008-09-12T02:29:00.000-07:00</published><updated>2008-09-12T02:38:01.667-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pejuang'/><title type='text'>Sneevliet:</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SMo26enXNSI/AAAAAAAAA9E/VIxxf8qf01Y/s1600-h/sneevliet.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SMo26enXNSI/AAAAAAAAA9E/VIxxf8qf01Y/s400/sneevliet.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245065094304838946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Dari Belanda, Menebar Benih Radikalisme di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pustaka sejarah, nama Sneevliet lebih identik sebagai penyemai ‘virus’ ideologi komunisme, yang dibawanya dari Belanda. Sasarannya bukan hanya orang-orang Belanda yang ada di Indonesia, melainkan juga orang-orang Indonesia. Di negeri asalnya, dia adalah petaka bagi rezim. Kepalanya terlalu keras untuk ditundukkan. Akibatnya, dia masuk daftar buronan, yang siap diseret ke penjara kapan saja.    &lt;br /&gt;Bernama lengkap Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet, kita lebih mengenalnya dengan nama nama Sneevliet. Ia lahir di Rotterdam, 13 Mei 1883. Proses berpolitiknya dimulai ketika tahun 1901, dia bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik di Belanda. Akhirnya, pada usia 20–an, dia mulai berkenalan dengan gelanggang politik. Ia bergabung dalam Sociaal Democratische Arbeid Partij (Partai Buruh Sosial Demokrat) di Nederland hingga tahun 1909, yakni sebagai anggota  Dewan Kota Zwolle. Setelah itu dia diangkat sebagai pimpinan serikat buruh kereta api dan trem (National Union of Rail and Tramway Personnel) pada tahun 1911. &lt;br /&gt;Di organisasi baru inilah, Snevlieet menunjukkan watak sejatinya, berani, dan tak pernah menyerah. Dia memimpin pemogokan-pemogokan buruh di Belanda, sehingga membuat namanya masuk dalam ‘daftar hitam’ di Belanda. Keberanian ini pastilah membuat rezim takut. Lewat federasi serikat buruh, yang dikuasai oleh pemerintah, dibuatlah cara untuk menekan Snevlieet. Sehingga, jabatan sebagai ketua serikat buruh kereta api cuma setahun dipegangnya. Pada tahun 1912, ia mengundurkan diri, setelah terjadi konflik yang panas antara serikat buruh yang dipimpinnya dengan federasi serikat buruh. Peristiwa itu terjadi setelah terjadinya pemogokan buruh-buruh kapal, di mana Sneevliet berdiri sebagai pimpinan  aktif dalam pemogokan itu. Lepas dari aktivitasnya di Serikat Buruh, sempat membuat Sneevliet bimbang, ia bahkan berniat untuk mundur dari ranah pergerakan.  Beralihlah dia ke dunia perdagangan, dan  inilah jalan yang membawanya berkelana sampai ke Indonesia&lt;br /&gt;Tahun 1913, untuk kali pertama, ia menginjakkan kaki ke Indonesia. Tepat pada saat itu, dunia pergerakan di Hindia Belanda tengah bersemi. Sneevliet, yang pada awalnya bekerja sebagai jurnalis di sebuah harian di kota Surabaya, mulai terusik untuk kembali berpolitik. Namun saat itu kondisi kerjanya masih  belum mapan, ia pindah ke Semarang dan diangkat menjadi sekretaris di sebuah perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Mendirikan ISDV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hasrat politiknya rupanya tak bisa ditahan-tahan. Dia sempat aktif menjadi sekretaris dari Handelsvereeniging (Asosiasi Buruh) di Semarang. Pada tahun 1914, ia mendirikan sebuah organisasi politik yang diberi nama Indische Sociaal Democratische Vereniging (ISDV). Awalnya anggotanya hanya 65 orang, yang kesemuanya adalah orang Belanda dan kalangan Indo-Belanda. Sneevliet masih belum yakin untuk merekrut anggota dari kaum bumi putra. Dalam waktu setahun kemudian, organisasi tersebut mengalami perkembangan pesat menjadi ratusan anggotanya. Perkembangan tersebut tak terlepas dari peranan koran organisasi berbahasa Belanda, Het Vrije Woord yang menjadi corong propaganda ISDV. Beberapa tokoh Belanda yang aktif membantu Sneevliet adalah Bergsma, Adolf Baars, Van Burink, Brandsteder dan HW Dekker. Di kalangan pemuda Indonesia tersebut nama-nama Semaun, Alimin dan Darsono. Pengaruh ISDV juga meluas di kalngan buruh buruh kereta api dan trem yang bernaung dibawah organisasi Vereniging van Spoor Tramweg Personal (VTSP). &lt;br /&gt;Dalam waktu yang bersamaan, pergerakan di Hindia Belanda tengah mengalami masa terang. Sarekat Islam, terus membesar dengan jumlah anggota mencapai puluhan ribu yang tersebar di berbagai daerah. Oleh karena itu ISDV, merubah haluan untuk menitik beratkan  pengorganisiran pada anggota-anggota maju dari Sarekat Islam, dan inilah cikal bakal generasi pertama perekrutan kader-kader Marxis. &lt;br /&gt;Pada bulan Maret 1917 Sneeveliet menulis artikel berjudul Zegepraal (kemenangan), yang memuliakan Revolusi Februari Kerensky di Rusia dengan kata-kata:&lt;br /&gt;Telah berabad-abad disini hidup berjuta-juta rakyat yang menderita dengan penuh kesabaran dan keprihatinan, dan sesudah Diponegoro tiada seorang pemuka yang mengerakan massa ini untuk menguasai nasibnya sendiri. Wahai rakyat di Jawa, revolusi Rusia juga merupakan pelajaran bagimu. Juga rakyat Rusia berabad-abad mengalami penindasan tanpa perlawanan, miskin dan buta huruf seperti kau. Bangsa Rusia pun memenangkan kejayaan hanya dengan perjuangan terus-menerus melawan pemerintahan paksa yang menyesatkan. Apakah penabur dari benih propaganda untuk politik radikal dan gerakan ekonomi rakyat di Indonesia memperlipat kegiatannya? Dan tetap bekerja dengan tidak henti-hentinya, meskipun banyak benih jatuh di atas batu karang dan hanya nampak sedikit yang tumbuh? Dan tetap bekerja melawan segala usaha penindasan dari gerakan kemerdekaan ini? Maka tidak bisa lain bahwa rakyat di Jawa, diseluruh Indonesia akan menemukan apa yang ditemukan oleh rakyat Rusia: kemenangan yang gilang gemilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi ISDV bergerak cepat dengan strategi mereka untuk merekrut massa dari SI.  Pengaruhnya yang kuat ternyata mengkhawatirkan pemerintah Hindia Belanda, sebab pada saat yang sama,  pemogokan-pemogokan buruh bertambah  kuat dan meluas. Semaun, Darsono dan Alimin, adalah pimpinan-pimpinan SI Semarang yang berhasil direkrut oleh Snevlieet. Mereka punya  kesamaan pandangan, prinsip-prinsip ideologi radikal dengan ISDV. Pada akhirnya perpecahan di tubuh SI tak terelakkan, perpecahan antar sayap moderat dan sayap radikal. SI Putih yang dipimpin HOS Tjokroaminoto, H.Agus Salim dan Abdul Muis, serta SI Merah yang dikepalai oleh Semaun dan teman temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan revolusi Rusia makin banyak jadi bahan perbincangan rakyat. Agar pengaruh ISDV tidak semakin mengeruhkan situasi, yang dikhawatirkan memberi kemungkinan terjadinya pemberontakan rakyat, maka pemerintah Hindia Belanda menyusun rencana untuk menangkap Sneevliet dan menyeseretnya ke pengadilan. Sneeliet pun, pada bulan Desember 1918, akhirnya diusir dari Indonesia karena aktivitas politiknya.&lt;br /&gt;ISDV pun mulai kehilangan kendali akibat para pimpinannya diusir dari Indonesia. Juga mulai dijauhi massa akibat prinsip-prinsip radikal mereka yang masih belum bisa dipahami massa. Semaun pun mengambil keputusan, mengganti ISDV menjadi Partai Komunis Hindia pada 23 Mei 1920. Tujuh bulan kemudian, partai ini mengubah namanya menjadi Partai Komunis Indonesia. Semaun terpilih sebagai ketua.&lt;br /&gt;Akan halnya dengan Snevlieet, ia diproses oleh jaksa dan hakim Belanda dari pemerintahan Hindia Belanda. Seorang Belanda kontra Belanda; tetapi juga seorang sosialis kontra kolonialis. Di  depan pengadilan yang terjadi pada bulan November 1917, ia membacakan pidato pembelaannya setebal  366 halaman. Pidato pembelaanya itulah yang merupakan sumber referensi mengenai ajaran-ajaran sosialisme secara ilmiah, yang dipakai oleh banyak pemimpin-pemimpin bangsa kita. Salah satunya adalah Indonesia Menggugat,  pidato pembelaan Bung Karno ayang dibacakan di muka Pengadilan di Bandung pada tahun 1930. Pledoi setebal 183 halaman itu jelas-jelas menunjukkan pengaruh yang besar sekali dari jalan pikiran Sneevliet yang dikembangkannya di tahun 1917.  &lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;Sejak saat itulah ajaran-ajaran Marxisme meluas di Indonesia. PKI berdiri di Semarang, pada tahun 1920 dengan Semaun-Darsono yang mempeloporinya. Di Surabaya Tjokroaminoto dari Serikat Islam, mulai juga memakai referensi-referensi kiri dan literatur yang disebut oleh Sneevliet di dalam pembelaannya, seperti: artikel Das Kapital-nya Marx.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai literatur tersebut mulai mulai dicari-cari beberapa aktivis. Ada juga yang berusaha mendapatkannya dengan membeli dan meminjam dari toko buku ISDV, dan dikaji di rumah Tjokroaminoto bersama-sama Surjopranoto, Alimin dan lain-lain. Termasuk salah satunya adalah Bung Karno, pemuda cerdas yang tahun 1916-1920 indekos pada keluarga Tjokroaminoto, seorang tokoh pergerakan di Surabaya. Hal tersebut  diakuinya dalam sebuah surat yang ditulisnya saat dia menjalani masa pembuangan di Bengkulu, tahun 1941:&lt;br /&gt;  “Sejak saya sebagai seorang anak plonco, untuk pertama kalinya saya belajar kenal dengan teori Marxisme dari mulut seorang guru HBS yang berhaluan sosial demokrat (C. Hartough namanya) sampai memahamkan sendiri teori itu dengan membaca banyak-banyak buku Marxisme dari semua corak, sampai bekerja di dalam aktivitas politik, sampai sekarang, maka teori Marxisme bagiku adalah satu-satunya teori yang saya anggap kompeten buat memecahkan soal-soal sejarah, soal-soal politik, soal-soal kemasyarakatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi oleh gerakan revolusi yang dilakukan oleh Bolshevik, ISDV mulai mengorganisir kalangan militer dengan membentuk dewan-dewan tentara dan pelaut. Dalam waktu  tidak lebih dari tiga bulan sekitar tiga ribu prajurit dan pelaut menjadi anggota gerakan yang kemudian dikenal dengan nama tentara merah. Akan tetapi, tanpa diduga, waktu kemudian berjalan bertolak belakang dengan semangat revolusioner yang tengah berkembang. Revolusi Rusia yang menjadi perspektif bagi tumbuhnya revolusi Eropa dan  negeri-negeri lain di Eropa, di belahan Eropa lainnya justru mengalami kekalahan dan diberangus, termasuk di Belanda. Akibatnya kemudian berimbas pula pada pergerakan di Indonesia. Reaksi juga menjalar ke Hindia Belanda, anggota-anggota tentara merah dan anggota ISDV ditangkap dan dipenjara, seiring dengan kekalahan dan gerakan revolusi Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Sneeviet pun masih belum terhenti. Pada 1920 dia hadir pada Kongres Kedua Komintern di Moskow sebagai perwakilan dari ISDV. Dan dari 1921 hingga 1923 menjadi perwakilan dari Comintern di China. Sekembalinya ke Belanda, dia menjadi ketua Sekretariat Nasional Buruh. Pada tahun 1929, dia mendirikan Partai Sosialis Revolusioner dan terpilih sebagai ketuanya. Setelah penggabungan partainya berubah nama menjadi Revolutionary Socialist Workers' Party, dimana Sneevliet menjadi sekretaris pertama dan kemudian kemudian menjadi ketua hingga 1940. Dia juga sempat menjadi anggota Parlemen dari 1933 hingga 1937. Pada saat perang Dunia Kedua dia memimpin grup pertahanan bernama Marx-Lenin-Luxemburg-Front. Dia kemudian tertangkap dan dieksekusi pada tahun 1942. &lt;br /&gt;______________________________________________________&lt;br /&gt;Diambil dari Koran Pembebasan Partai Rakyat Demokratik | No. 4 Tahun I November 2002&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-8810761334813138293?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/8810761334813138293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=8810761334813138293' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/8810761334813138293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/8810761334813138293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2008/09/sneevliet.html' title='Sneevliet:'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_P95hXJLucKk/SMo26enXNSI/AAAAAAAAA9E/VIxxf8qf01Y/s72-c/sneevliet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-11510613420755040</id><published>2008-06-22T21:40:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T18:33:37.238-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan'/><title type='text'>PERJUANGAN KEBUDAYAAN di BAWAH NEOLIBERALISME</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;Sebelum masuk ke tahap apa yang harus dilakukan dalam perjuangan kebudayaan di alam neoliberalisme ini, pertama, yang harus dipahami adalah kebudayaan tidak bisa lepas dari sistem ekonomi politik yang sedang berkuasa di satu negeri. Keduanya tak bisa terpisahkan. Untuk bisa memahami budaya massa yang terjadi sekarang ini, kita harus masuk dalam sejarah tiga era kepemimpinan politik yang ada di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Era Soekarno&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Soekarno menerapkan politik Demokrasi Liberal dalam artian semua ideologi diperbolehkan tumbuh berkembang. Berdirinya banyak partai dan ormas (Pemilu thn 1955 diikuti 100an partai) membuktikan hal itu. Soekarno bahkan mampu memetakan tiga spektrum kekuatan besar di Indonesia, yakni yang disebutnya dengan Nasionalis, Agama dan Komunis (NASAKOM). Tiga kekuatan itulah yang coba disatukan Soekarno dalam sebuah cita-cita menjadikan Indonesia negeri yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkepribadian di bidang budaya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ekonomi Tertutup yang dianut Soekarno terwujud dengan menolak bantuan dari negeri-negeri kolonialist Barat. Penolakan terhadap intervensi kekuatan asing (dalam hal ini dominasi modal) pernah pula ditegaskan oleh salah satu pimpinan teras Partai Komunis Indonesia (PKI) MH. Lukman pada tahun 1959 dalam artikel berjudul ‘Penanaman Modal Asing Memperkuat Kedudukan Imperialisme di Negeri Kita’. MH. Lukman berkata&lt;b&gt;: &lt;/b&gt;&lt;i&gt;“ ….. Kami anti penanaman modal asing karena keyakinan kami bahwa dengan penanaman modal asing atau dengan imperialisme bukan saja tidak bisa memperbaiki tingkat penghidupan rakyat dan mengembangkan ekonomi nasional, tetapi malahan menghancurkan kedua-duanya. Tidak ada kaum imperialis di dunia ini yang menanamkan kapitalnya di manapun juga berdasarkan perikemanusiaan untuk menolong sesama manusia”.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu ingat seruan mahsyur Soekarno saat itu: ”Go To Hell With Your Aid..!”&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Politik liberal Soekarno justru menjadikan dinamis di lapangan kebudayaan. Lahirnya Surat Kepercayaan Gelanggang (yang ditandatangani di Jakarta tanggal 18 Februari 1950, menyatakan "Revolusi di tanah air kami sendiri belum selesai"), berlanjut dengan polemik budaya antara Lekra - Manikebu. Selain Lekra&lt;b&gt; &lt;/b&gt;(yang lahir pada 17 Agustus 1950) juga terbangun wadah kebudayaan seperti Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN), Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) yang didirikan warga Nahdatul Ulama (NU).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;Aura politik Soekarno yang anti penjajahan asing saat itu merembes ke kerja-kerja kebudayaan. Misalnya mobilisasi massa untuk ganyang Malaysia (karena konsolidasi Malaysia akan menambah kontrol Inggris di kawasan ini, sehingga jadi ancaman terhadap kemerdekaan Indonesia) dan aksi boikot film-film import oleh Panitia Aksi Pemboikotan Film Imperialis Amerika Serikat (PAPFIAS) karena dinilai berisi propaganda yang berbahaya bagi kesadaran massa. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Era Soeharto&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Politik Otoriter Orde Baru terwujud dalam pemasungan: pembatasan hak‑hak dasar partisipasi rakyat dalam berorganisasi – berpolitik. Itu pun masih ditambah dengan penerapan 5 paket UU Politik (Pemilihan Umum, Susunan dan Kedudukan MPR/DPR, Partai Politik dan Golkar, Referendum dan Organisasi Kemasyarakatan), juga dwi fungsi ABRI (&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;color:black;"   &gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Militer" title="Militer"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;"  lang="SV"&gt;militer&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;color:black;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;color:black;"   &gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;"  lang="SV"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;color:black;"   lang="SV" &gt;/&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;color:black;"   &gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/TNI" title="TNI"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;"  lang="SV"&gt;TNI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;color:black;"   lang="SV" &gt; memiliki dua tugas, yaitu menjaga keamanan - ketertiban negara serta memegang kekuasaan mengatur negara). Ini semua semakin mengukuhkan kontrol dan dominasi kekuasaan Orde Baru Soeharto kepada rakyat. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;Hanya ada 3 partai politik (PPP – PDI – Golkar); pembredelan koran, majalah dan pelarangan buku‑buku merupakan ”kebijakan” politik Soeharto atas nama ”stabilitas” keamanan negara.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Soeharto menganut sistem Ekonomi Liberal/liberalisasi ekonomi (terbalik 180 derajat dari era Soekarno) dengan membuka lebar pintu bagi modal-modal luar negeri. Tahun 1967 keluar UU No 1 tentang Penanaman Modal Asing/PMA. PMA bebas dari pajak negara, PMA berkuasa penuh atas sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia. Koorporasi raksasa macam Freeport, Newmont, ExxonMobil, ConocoPhilips, Chevron, British Petrolium, HalliBurton dan seterusnya silahkan masuk. Pemerintah juga mulai berhutang pada IGGI, IMF, Bank Dunia, Paris Club.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Politik otoriter Soeharto melahirkan budaya bisu di rakyat. Tak ada budaya kritis, tak berani beda pendapat dengan pemerintah karena negara begitu bengis dan tak segan menghantam siapapun yang mencoba tak ikut aturan. Bahkan bisa-bisa, 5 orang berkumpul tanpa seizin keamanan setempat bisa jadi masalah besar. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;Liberalisasi ekonomi (yang kemudian diistilahkan pemerintah dengan globalisasi) praktis membawa masuk produk-produk budaya dari peradaban barat ke Indonesia, mengubah budaya masyarakat kita.  Yang tadinya hanya mengenal budaya kerakyatan dan sisa-sisa feodal, sejak adanya gelombang neoliberalisme kita pun tahu: diskotik, Coca Cola, MTV, mode/fashion yang bisa membuat penampilan para remaja kita seragam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;Kita tentu masih ingat film Ghost di tahun 1991, trend saat itu adalah seluruh remaja putri kita meniru &lt;i&gt;plek&lt;/i&gt; gaya rambut Demi Moore si pemeran utama film tersebut.  Atau ikut pencitraan (seperti sang model dalam produk di iklan di TV) bahwa kulit yang baik itu harus putih, rambut yang bagus itu harus lurus, perut yang sehat itu harus rata (dulu orang ingin jadi gemuk seperti Patih Gajah Mada, Tunggul Ametung, Ken Arok, Napoleon Bonaparte, Alfred Hitchcock karena gemuk adalah simbol kemakmuran dan kesuksesan). Maka berbondonglah orang di seluruh negeri membeli kosmetik pemutih kulit, salon diantri orang yang ingin &lt;i&gt;Ribounding&lt;/i&gt; (proses pelurusan rambut secara permanen), gymnasium – fitness centre &lt;i&gt;digeruduk &lt;/i&gt;guna pelangsingan perut, &lt;span style="color:black;"&gt;makanan, minuman, jamu, obat-obatan dan alat-alat (yang menjanjikan penurunan berat badan dan mengencangkah perut dalam waktu singkat) ramai dibeli orang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;Era Reformasi/Neoliberalisme&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;E&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;ra sekarang (yang orang biasa menyebut dengan era reformasi) pemerintahan kita menerapkan liberalisasi politik dan ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;Organisasi dan partai politik berdiri, kebebasan berpendapat - kebebasan pers dijamin undang undang (walau demokrasi belum sepenuhnya, karena ajaran Marxisme – Leninisme, Ahmaddiyah masih jadi larangan).&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;Liberalisasi Ekonomi yang merupakan kelanjutan era Soeharto dulu semakin membuat rakus imperialisme mencaplok sumber daya alam negeri kita (minyak, gas, nikel, emas, timah, baja, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;bijih besi dst). Mereka terus berpindah - terus ”browsing” ladang-ladang mana lagi yang bisa dieksploitasi. Ladang lama tergerus habis, tersisa tinggal limbah dan lingkungan rusak.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Runtuh - bangkrutnya industri nasional karena memang tidak mampu bersaing dengan korporasi – korporasi asing dalam hal modal juga SDM/penguasaan technologi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Karena pembangunan ekonomi/cari modalnya dengan &lt;i&gt;ngutang&lt;/i&gt; ke IMF, Bank Dunia, Paris Club maka harus bayar ke para lembaga donor internasional tersebut. Ini menyedot banyak APBN negara yang seharusnya digunakan untuk maximum program – program sosial.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Neoliberalisme dalam budaya menjadikan kita terbiasa belanja ke Mall (yang tumbuh subur menggusur pasar-pasar tradisionil yang dulu becek, bau, plus juga melenyapkan interaksi positif antar sesama pembeli/pembeli dengan pedagang). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tidaklah buruk kalau kita ikut budaya maju peradaban barat, mengkonsumsi makanan capat saji di Mc Donald’s, menikmati musik di Hard Rock Cafe, &lt;i&gt;trance&lt;/i&gt; bersama DJ favourite, nonton film terbaru produk Hollywood di Mega Blitz, ngopi di Starbucks sambil online atau mendatangi pameran komputer terbesar untuk &lt;i&gt;update&lt;/i&gt; informasi terkini dunia technologi komputer - IT dsb. Hanya saja itu belum jadi budaya yang juga bisa dinikmati seluruh rakyat negeri ini. Mahalnya biaya sekolah berpengaruh pada sumber daya manusia Indonesia. Pada akhirnya kita hanya terus mengkonsumsi tanpa mampu mencipta bahkan menandingi produk-produk maju budaya barat.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Neoliberalisme dalam makna globalisasi juga telah menghilangkan batas-batas negara dan bangsa dalam menaikkan berbagai genre kesenian kita ke tingkat dunia. Sepertinya tak ada sekat dalam menilai bentuk-bentuk kesenian yang berkembang.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt;Inul bisa saja ditolak di sini, tapi di belahan dunia lain justru diminati. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;Gamelan dan wayang sekarang jadi milik dunia tak hanya Jawa &amp;amp; Bali. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt;Karya Sastra Pram yang berbahasa Indonesia bisa dibaca warga dunia dengan melalui proses penterjemahan ke 41 bahasa asing. S&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;i ’Laskar Pelangi’ Andrea Hirata diantri dan dikejar ratusan orang yang minta tanda tangannya, tidak hanya di Indonesia tapi juga di Malaysia dan Singapura.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;Lalu Bagaimana Perjuangan Kebudayaan Di bawah Neoliberalisme?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lapangan budaya era neoliberalisme sekarang ini memungkinkan kita menggunakan demonstrasi, organisasi,  teater, film, vergadering, rapat, kongres, diskusi, selebaran, pamflet sebagai tehnik dan ekspresi dalam berjuang.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;Dan suatu perjuangan kebudayaan harus memiliki landasan ideologi, yakni harus punya cita-cita membangun masyarakat sejahtera, modern, berpemerintahan bersih dan pro rakyat/kerakyatan. Akhirnya gerakan kebudayaan bermakna politik. Dalam bentuk kongkritnya, membangun organisasi supaya bisa berbicara seluas-luasnya perihal problem-problem rakyat berikut jalan keluarnya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sebagai referensi bolehlah kita belajar dari negeri - negeri yang bisa begitu berdaulat karena berhasil membangun gerakan kebudayaan dan semangat nasionalisme progressif untuk kemajuan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;bangsanya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Spirit Swadesi-nya India&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;Mereka bangun Bollywood untuk melawan dominasi Hollywood, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt;mereka buat merk minuman Cola Cola sebagai tandingan Coca Cola.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;Di awal 2008 ini &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;color:black;"   &gt;&lt;a href="http://www.tatamotors.com/"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:black;"  lang="SV"&gt;Tata Motors Ltd.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; produsen mobil dan kendaraan komersial terbesar di India meluncurkan mobil termurah di dunia dan berseru: "People's Car". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;C&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt;ara berpakaian banyak orang India (bahkan oleh warganya yang tinggal di luar India) tidak melulu ikut trend mode eropa – amerika. Selain sebagai budaya identitas juga berkaitan erat dengan industri dalam negeri mereka, hasil produk textile dalam negeri mendahulukan kebutuhan dalam negeri India sebelum diexport. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt;I&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;ndia maju dalam hal &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt;IT dan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;perkembangan teknologi, punya banyak &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt;jagoan-jagoan software, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;sampai super komputer tercepat pun tidak kalah dengan negeri-negeri barat.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Spirit Kamikaze-nya Jepang&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt;Siapa sangka negeri sekecil Jepang yang miskin sumber daya alamnya justru mampu menjajah Indonesia (bahkan dunia) yang super besar ini. Industri otomotif mereka begitu digdaya, mobil-mobil buatan Jepang mengisi garasi-garasi rumah rakyat, dan kalau jalan-jalan protokol di seluruh negeri ini sedang macet, dapat dipastikan 100 % kendaraan yang sedang memenuhi jalanan itu pasti produksi Jepang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt;Icon-icon kebudayaan mereka macam komik Manga, Harajuku Style – J Rock/Japanese Rock mendominasi dunia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt;Jepang juga mampu mengembangkan tehnik bertani modern/tehnik bertani hidrolik, membangun lahan pertanian secara indoor bahkan di lantai atas sebuah gedung pencakar langit.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Spirit kemandirian-nya China&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt;Kebijakan tegas politik pemerintahan China (kasus Tiananmen, Falun Gong, konflik dengan Taiwan dan Tibet) di satu sisi memang menuai banyak kecaman, tapi sisi lainnya China berhasil dalam menjaga keutuhan dan kemajuan negerinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt;Kebijakan tegas lain adalah hukuman berat (potong jari dsb) bagi pelaku korupsi, bahkan berlaku sampai ke keluarga inti; si ayah korupsi, ibu dan anak juga terkena hukuman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Pemerintah China (lewat &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;Departemen Keamanan Publik dan Departemen Publikasi Komite Sentral Partai Komunis China) &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt;juga memerangi pornografi yang dikongkritkan dengan penutupan ribuan situs porno. Alasannya tentu bukan karena pemerintah takut terhadap kaum oposan berpropaganda menyerang pemerintah lewat internet, atau bersiap jadi tuan rumah olimpiade 2008, tapi China memproteksi rakyatnya agar tidak jadi “sumber nafkah” bagi situs-situs porno yang banyak datang dari luar China. Dengan jumlah penduduk terbesar di dunia dan ada sekitar 210 juta orang yang aktif mengunakan internet tentunya akan jadi pasar menggiurkan bagi bisnis situs porno mencari pelanggan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="IT" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kungfu China yang tak pernah mati, terus bermetamorfosis, menerobos Hollywood, improvisasi cerita tanpa membuang identitas budaya asal. Kungfu China mengalahkan legenda Highlander dari Scotland. (Ingat  film  The Forbidden Kingdom dan Kungfu Panda)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IT"&gt;Lalu kita sendiri harus gimana..?&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kita sudah menyimpulkan bahwa Indonesia sekarang adalah negeri yang terjajah oleh imperialisme modern. Kongkritnya dengan dikuasainya kekayaan energi dan tambang kita oleh koorporasi-koorporasi asing, juga kewajiban bayar utang luar negeri adalah bentuk penjajahan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;Untuk bisa maju menjadi negeri-negeri hebat seperti diulas di atas maka kita harus kembali ke semangat Soekarno. Semangat yang dalam istilah pimpinan politik kita waktu itu sebagai TRISAKTI; menjadikan Indonesia Mandiri secara ekonomi, Berdaulat secara politik dan berkepribadian di bidang Budaya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sekaranglah keharusan kita membangun gerakan Pembebasan Nasional; lewat demonstrasi, lewat organisasi, dengan teater, film, seni musik, seni sastra, vergadering, rapat, kongres, diskusi, selebaran, pamflet, internet dan berseru: ”Hapus Hutang Luar Negeri, Nasionalisasi Industri Tambang Asing, Bangun Pabrik (Industri) Nasional untuk Kesejahteraan Rakyat.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;Meluaskan gerakan pembebasan nasional, menjadikannya budaya bahkan kesadaran luas di rakyat,&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;itulah tugas para pekerja budaya sekarang ini. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;___________________________________&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tejo Priyono&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketua Jaker &amp;amp; Kabid Budaya PAPERNAS.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="SV" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-11510613420755040?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/11510613420755040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=11510613420755040' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/11510613420755040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/11510613420755040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2008/06/perjuangan-kebudayaan-di-bawah.html' title='PERJUANGAN KEBUDAYAAN di BAWAH NEOLIBERALISME'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-8087021729667853668</id><published>2008-04-16T21:42:00.000-07:00</published><updated>2008-04-23T22:18:36.654-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Karya'/><title type='text'>Ki Suhardi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/SBAYIFth7eI/AAAAAAAAAsw/nD9HofVCr94/s1600-h/Padamu+Negeri.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/SBAYIFth7eI/AAAAAAAAAsw/nD9HofVCr94/s400/Padamu+Negeri.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192676897609346530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbZ1HzBBbI/AAAAAAAAAsk/8MIPJ5nC108/s1600-h/KorLap.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbZ1HzBBbI/AAAAAAAAAsk/8MIPJ5nC108/s400/KorLap.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190075127240394162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbYPXzBBaI/AAAAAAAAAsc/rTdSpV0S35k/s1600-h/PADAMU+NEGERI+2+195X125.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbYPXzBBaI/AAAAAAAAAsc/rTdSpV0S35k/s400/PADAMU+NEGERI+2+195X125.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190073379188704674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbXm3zBBYI/AAAAAAAAAsM/CFrJgdXbapI/s1600-h/pesta+para+tengkulak++100x100cm.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbXm3zBBYI/AAAAAAAAAsM/CFrJgdXbapI/s400/pesta+para+tengkulak++100x100cm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190072683404002690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbXNHzBBXI/AAAAAAAAAsE/igVB5OJ8DwQ/s1600-h/lapindo+in+tragedy+90x90cm.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbXNHzBBXI/AAAAAAAAAsE/igVB5OJ8DwQ/s400/lapindo+in+tragedy+90x90cm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190072241022371186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbW-XzBBWI/AAAAAAAAAr8/cSgdJpYvYuY/s1600-h/lacur...100x90cm.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbW-XzBBWI/AAAAAAAAAr8/cSgdJpYvYuY/s400/lacur...100x90cm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190071987619300706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbWxXzBBVI/AAAAAAAAAr0/Kmmhuo4ntfQ/s1600-h/Hidup%3Dberjuang+200x146cm.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbWxXzBBVI/AAAAAAAAAr0/Kmmhuo4ntfQ/s400/Hidup%3Dberjuang+200x146cm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190071764281001298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbWg3zBBUI/AAAAAAAAArs/EiDBB-htH-E/s1600-h/Hama+110x100cm.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbWg3zBBUI/AAAAAAAAArs/EiDBB-htH-E/s400/Hama+110x100cm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190071480813159746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbWQHzBBTI/AAAAAAAAArk/f2xQOTqd9R8/s1600-h/egosentris+70x64cm.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbWQHzBBTI/AAAAAAAAArk/f2xQOTqd9R8/s400/egosentris+70x64cm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190071193050350898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbWEHzBBSI/AAAAAAAAArc/lRdakISPokY/s1600-h/diapun+punya+mimpi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbWEHzBBSI/AAAAAAAAArc/lRdakISPokY/s400/diapun+punya+mimpi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190070986891920674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbV3XzBBRI/AAAAAAAAArU/ZX_9gUjnOv0/s1600-h/dialog+100x100cm.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbV3XzBBRI/AAAAAAAAArU/ZX_9gUjnOv0/s400/dialog+100x100cm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190070767848588562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbVoXzBBQI/AAAAAAAAArM/T5UKEG8_84Q/s1600-h/2besar+VS+2+kecil+90x90cm.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/SAbVoXzBBQI/AAAAAAAAArM/T5UKEG8_84Q/s400/2besar+VS+2+kecil+90x90cm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190070510150550786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-8087021729667853668?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/8087021729667853668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=8087021729667853668' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/8087021729667853668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/8087021729667853668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2008/04/ki-suhardi.html' title='Ki Suhardi'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/SBAYIFth7eI/AAAAAAAAAsw/nD9HofVCr94/s72-c/Padamu+Negeri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-4564334312703617017</id><published>2008-03-31T03:42:00.000-07:00</published><updated>2008-04-16T21:38:01.023-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Karya'/><title type='text'>Kuncoro Adi Broto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_YljaQeSiI/AAAAAAAAArE/XBWekDTcw-E/s1600-h/SBY.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_YljaQeSiI/AAAAAAAAArE/XBWekDTcw-E/s400/SBY.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185373311237769762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DrP6QeShI/AAAAAAAAAqg/wPCVHR2h7Zo/s1600-h/Sulapan+SBY.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DrP6QeShI/AAAAAAAAAqg/wPCVHR2h7Zo/s400/Sulapan+SBY.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183901829672356370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DrIaQeSgI/AAAAAAAAAqY/jH4XWmtDVOU/s1600-h/Tsunami+AID+-+NGO.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DrIaQeSgI/AAAAAAAAAqY/jH4XWmtDVOU/s400/Tsunami+AID+-+NGO.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183901700823337474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_Dq-KQeSfI/AAAAAAAAAqQ/xAD4RV_zaRg/s1600-h/Kereta+IMF.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_Dq-KQeSfI/AAAAAAAAAqQ/xAD4RV_zaRg/s400/Kereta+IMF.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183901524729678322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_Dqz6QeSeI/AAAAAAAAAqI/XfM559Imlx0/s1600-h/Janji+Politik.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_Dqz6QeSeI/AAAAAAAAAqI/XfM559Imlx0/s400/Janji+Politik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183901348636019170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DqqKQeSdI/AAAAAAAAAqA/L8NjTh9xVjg/s1600-h/MegaPidato.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DqqKQeSdI/AAAAAAAAAqA/L8NjTh9xVjg/s400/MegaPidato.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183901181132294610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DDA6QeSaI/AAAAAAAAApo/Y0qt_0JlP-8/s1600-h/TNI+pekok.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DDA6QeSaI/AAAAAAAAApo/Y0qt_0JlP-8/s400/TNI+pekok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183857591509207458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DBeaQeSYI/AAAAAAAAApY/36YtWuKWzR4/s1600-h/musuh+rakyat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DBeaQeSYI/AAAAAAAAApY/36YtWuKWzR4/s400/musuh+rakyat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183855899292092802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DBWKQeSXI/AAAAAAAAApQ/UoRB7j-78E4/s1600-h/Kartun+Pa%27Tani+%26Bu%27Tani.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DBWKQeSXI/AAAAAAAAApQ/UoRB7j-78E4/s400/Kartun+Pa%27Tani+%26Bu%27Tani.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183855757558172018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DBDqQeSWI/AAAAAAAAApI/qbiPJHfVZpI/s1600-h/kartun2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DBDqQeSWI/AAAAAAAAApI/qbiPJHfVZpI/s400/kartun2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183855439730592098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DA8qQeSVI/AAAAAAAAApA/KNRnmE9L664/s1600-h/kartun1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DA8qQeSVI/AAAAAAAAApA/KNRnmE9L664/s400/kartun1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183855319471507794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DA1aQeSUI/AAAAAAAAAo4/HU7chRUDLrM/s1600-h/IMF.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DA1aQeSUI/AAAAAAAAAo4/HU7chRUDLrM/s400/IMF.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183855194917456194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DAnKQeSTI/AAAAAAAAAow/ppmfvCSyd9M/s1600-h/gambar+kau.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_DAnKQeSTI/AAAAAAAAAow/ppmfvCSyd9M/s400/gambar+kau.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183854950104320306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-4564334312703617017?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/4564334312703617017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=4564334312703617017' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/4564334312703617017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/4564334312703617017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2008/03/galeri-karya-kuncoro-adi-broto.html' title='Kuncoro Adi Broto'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R_YljaQeSiI/AAAAAAAAArE/XBWekDTcw-E/s72-c/SBY.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-3723394934188586218</id><published>2008-03-28T04:15:00.001-07:00</published><updated>2008-04-16T21:42:13.956-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Karya'/><title type='text'>'Lukisan Perca' Karya Irma Haryadi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-zWVqQeR9I/AAAAAAAAAik/mK_gcw6L7P8/s1600-h/image007.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-zWVqQeR9I/AAAAAAAAAik/mK_gcw6L7P8/s400/image007.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182752938805577682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lukisan ini dibuat dengan menggunakan materi limbah sisa-sisa tekstil  atau perca kain. Mirip dengan kolase namun lukisan jenis ini dapat lebih bervariasi dengan eksperimen penggunaan tekstur-tekstur tekstil  yang paling halus termasuk cacahan tekstil atau serpihan-serpihan benang untuk menghasilkan objek dan warna yang diinginkan. Potongan-potongan kain menyatu sedemikian rupa, hingga bisa jadi materi pewarna yang agak sulit dikenali sebagai limbah sisa-sisa tekstil yang merupakan bahan baku asal. Sebagian masyarakat Indonesia mungkin telah mengenal lukisan ini yang dipopulerkan oleh Bpk. Didit Susanto sebagai tokoh yang telah berhasil mematenkan teknik lukisan tersebut dengan nama Lukisan Gombal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya ada beberapa segi sebagai kelebihan lukisan dengan materi pewarna perca kain ini dibandingkan dengan lukisan yang menggunakan media konvensional lainnya. Beberapa kelebihan tersebut diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Ramah Lingkungan&lt;br /&gt;Pembuatan lukisan menggunakan materi pewarna dari limbah sisai-sisa kain sehingga melalui proses daur ulang pemakaiannya telah mengurangi sampah atau pengotoran lingkungan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.Ramah Kesehatan&lt;br /&gt;Tidak seperti halnya cat konvensional yang kental bau kimiawinya, bahan baku lukisan ini tidak mengeluarkan bau menyengat, demikian pula tidak menimbulkan sisa-sisa cairan yang menghasilkan polutan lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Praktis dan fleksibel dalam pembuatan&lt;br /&gt;Pembuatan lukisan dengan menggunakan limbah sisa-sisa tekstil tidak membutuhkan perlengkapan yang bermacam-macam sehingga dapat dilakukan di manapun  dan relatif mudah dibersihkan. Limbah perca relatif mudah diperoleh sehingga baik di desa atau di daerah-daerah terpencil yang tidak ada toko tempat penjualan perlengkapan senirupa, lukisan tetap dapat dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Pigmentasi warna prima&lt;br /&gt;Kualitas warna pada kain terbukti kuat dan pemakaiannya sebagai media lukis mempunyai karakter yang tidak dimiliki oleh cat konvensional pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Berbahan baku sangat murah&lt;br /&gt;Penggunaan limbah sisa-sisa tekstil sebagai media lukis dapat mengurangi konsumerisme terhadap cat-cat lukis yang sebagian besar masih diimpor dari luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Penambahan nilai ekonomis yang tinggi &lt;br /&gt;Melaui proses daur ulang, limbah  kain atau sisa-sisa perca yang tidak memiliki nilai ekonomis dapat diubah menjadi karya estetika yang memiliki nilai jual yang luar biasa. Selama ini sisa-sisa kain digunakan sebagai bahan pendukung produksi kerajinan seperti quilting atau penambah isi jok meubeler namun ini tidak menghasilkan nilai ekonomis yang maksimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Perawatan lukisan yang mudah&lt;br /&gt;Bilamana diperlukan lukisan perca dapat dicuci dengan air biasa dan sabun setiap jangka waktu sepuluh tahun. Lukisan disikat lembut dan setelah dikeringkan dicoating lagi dengan liquid adhesive/ lem kertas transparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Daya tahan kuat&lt;br /&gt;Kualitas lukisan perca dapat menjadi benda cagar budaya karena mempunyai daya tahan yang kuat dan tidak memerlukan perlakuan yang khusus sebagaimana dilakukan terhadap lukisan bermedia lain untuk jangka waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Dapat dipindahkan ke media yang berbeda (Removable)&lt;br /&gt;Keistimewaan lainnya dari lukisan dengan bahan perca yakni dapat dipindahkan ke media lain dengan jenis bahan yang sama (misal kain kanvas) atau jenis bahan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Penciptaan lapangan kerja dan komoditas perdagangan&lt;br /&gt;Dengan berbagai kelebihan sebagaimana tersebut di atas penyebarluasan keahlian atau keterampilan dalam pembuatan karya lukisan perca dapat menciptakan lapangan kerja baru untuk berbagai kalangan atau latar belakang pendidikan maupun status sosial. Karya-karya yang dihasilkan dapat berpotensi menjadi komoditas-komoditas perdagangan yang dapat disukai masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-zUQqQeR8I/AAAAAAAAAic/rrZdI7BCGcY/s1600-h/image011.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-zUQqQeR8I/AAAAAAAAAic/rrZdI7BCGcY/s400/image011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182750653882976194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-zUI6QeR7I/AAAAAAAAAiU/ZWjGUPl1x60/s1600-h/image009.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-zUI6QeR7I/AAAAAAAAAiU/ZWjGUPl1x60/s400/image009.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182750520738990002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-zT7KQeR6I/AAAAAAAAAiM/uK7xGp6mvco/s1600-h/image005.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-zT7KQeR6I/AAAAAAAAAiM/uK7xGp6mvco/s400/image005.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182750284515788706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-zTzqQeR5I/AAAAAAAAAiE/Ow5iTXO8W0Q/s1600-h/image003.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-zTzqQeR5I/AAAAAAAAAiE/Ow5iTXO8W0Q/s400/image003.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182750155666769810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-zTnaQeR4I/AAAAAAAAAh8/rE-scHy_xAs/s1600-h/image001.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-zTnaQeR4I/AAAAAAAAAh8/rE-scHy_xAs/s400/image001.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182749945213372290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tentang Pelukis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Karya lukisan ini dibuat oleh Irma Haryadi. Pelukis mulai mengenal karya lukis dengan menggunakan kain perca sebagai media pewarna dari Bpk. Didit Susanto pada tahun 2004 di Museum Tekstil. Baru sejak Juni 2007, mulai intensif menekuni untuk terus berkarya serius dalam menghasilkan karya-karya lukis perca yang memiliki berbagai kelebihan atau keistimewaan bagi dirinya. Lahir di Grobogan Jawa Tengah, 9 Desember 1966, saat ini pelukis bertempat tinggal di Jl. Mampang Tendean Gg. Raden Saleh, Jakarta Selatan. Pada saat ini jika terdapat pemasukan dari penjualan hasil karya lukisan dalam jumlah yang memadai, pelukis bermaksud mendedikasikan sebagian dari jumlah tersebut untuk pengembangan atau pendirian workshop dengan tujuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Pembinaan generasi muda bagi penciptaan lapangan kerja dan keterampilan yang berguna untuk peningkatan kesejahteraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Pemanfaatan  limbah tekstil non ekonomis bagi pemeliharaan atau pelestarian lingkungan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-3723394934188586218?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/3723394934188586218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=3723394934188586218' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/3723394934188586218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/3723394934188586218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2008/03/lukisan-perca_28.html' title='&apos;Lukisan Perca&apos; Karya Irma Haryadi'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-zWVqQeR9I/AAAAAAAAAik/mK_gcw6L7P8/s72-c/image007.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-7610448415033035853</id><published>2008-03-27T11:17:00.000-07:00</published><updated>2008-04-16T21:39:15.594-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Karya'/><title type='text'>Of Rubber Shoes And The Saddest Baby - Lin Acacio Flores, Illustrated by JOMIKE TEJIDO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vpG6QeR3I/AAAAAAAAAh0/wxvjO-RpxOY/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vpG6QeR3I/AAAAAAAAAh0/wxvjO-RpxOY/s400/Untitled-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182492101146724210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vo-6QeR2I/AAAAAAAAAhs/-pSVwCt2wbE/s1600-h/Untitled-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vo-6QeR2I/AAAAAAAAAhs/-pSVwCt2wbE/s400/Untitled-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182491963707770722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vo46QeR1I/AAAAAAAAAhk/rjFP-GpNUTM/s1600-h/Untitled-3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vo46QeR1I/AAAAAAAAAhk/rjFP-GpNUTM/s400/Untitled-3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182491860628555602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vovKQeR0I/AAAAAAAAAhc/9lPTe2_pxFI/s1600-h/Untitled-4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vovKQeR0I/AAAAAAAAAhc/9lPTe2_pxFI/s400/Untitled-4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182491693124831042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vooKQeRzI/AAAAAAAAAhU/YPKoxSOoeZ8/s1600-h/Untitled-5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vooKQeRzI/AAAAAAAAAhU/YPKoxSOoeZ8/s400/Untitled-5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182491572865746738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vofaQeRyI/AAAAAAAAAhM/QoWg8oE51N8/s1600-h/Untitled-6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vofaQeRyI/AAAAAAAAAhM/QoWg8oE51N8/s400/Untitled-6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182491422541891362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-voX6QeRxI/AAAAAAAAAhE/xwS7emvDpkg/s1600-h/Untitled-7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-voX6QeRxI/AAAAAAAAAhE/xwS7emvDpkg/s400/Untitled-7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182491293692872466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-voOKQeRwI/AAAAAAAAAg8/AxCqMAizvvI/s1600-h/Untitled-8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-voOKQeRwI/AAAAAAAAAg8/AxCqMAizvvI/s400/Untitled-8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182491126189147906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-voFKQeRvI/AAAAAAAAAg0/_1WbrjF2m0Y/s1600-h/Untitled-9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-voFKQeRvI/AAAAAAAAAg0/_1WbrjF2m0Y/s400/Untitled-9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182490971570325234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vn1KQeRuI/AAAAAAAAAgs/JSlqk3qsOUc/s1600-h/Untitled-10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vn1KQeRuI/AAAAAAAAAgs/JSlqk3qsOUc/s400/Untitled-10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182490696692418274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vntaQeRtI/AAAAAAAAAgk/T-PGBMbKiYc/s1600-h/Untitled-11.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vntaQeRtI/AAAAAAAAAgk/T-PGBMbKiYc/s400/Untitled-11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182490563548432082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vnmKQeRsI/AAAAAAAAAgc/P4yZ1cPHj_I/s1600-h/Untitled-12.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vnmKQeRsI/AAAAAAAAAgc/P4yZ1cPHj_I/s400/Untitled-12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182490438994380482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vnd6QeRrI/AAAAAAAAAgU/oYWT7mEfre4/s1600-h/Untitled-13.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vnd6QeRrI/AAAAAAAAAgU/oYWT7mEfre4/s400/Untitled-13.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182490297260459698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vnW6QeRqI/AAAAAAAAAgM/nI3bqXFyfek/s1600-h/Untitled-14.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vnW6QeRqI/AAAAAAAAAgM/nI3bqXFyfek/s400/Untitled-14.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182490177001375394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vnPaQeRpI/AAAAAAAAAgE/2phQm3TCHvI/s1600-h/Untitled-15.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vnPaQeRpI/AAAAAAAAAgE/2phQm3TCHvI/s400/Untitled-15.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182490048152356498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vnGqQeRoI/AAAAAAAAAf8/KIAuU69qUWQ/s1600-h/Untitled-16.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vnGqQeRoI/AAAAAAAAAf8/KIAuU69qUWQ/s400/Untitled-16.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182489897828501122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vm96QeRnI/AAAAAAAAAf0/KkDhgvLV2GE/s1600-h/Untitled-17.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vm96QeRnI/AAAAAAAAAf0/KkDhgvLV2GE/s400/Untitled-17.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182489747504645746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vm0qQeRmI/AAAAAAAAAfs/jkkpO-WMZJ4/s1600-h/Untitled-18.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vm0qQeRmI/AAAAAAAAAfs/jkkpO-WMZJ4/s400/Untitled-18.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182489588590855778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vleaQeRlI/AAAAAAAAAfk/8wGnECh95jY/s1600-h/Untitled-19.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vleaQeRlI/AAAAAAAAAfk/8wGnECh95jY/s400/Untitled-19.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182488106827138642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vlWKQeRkI/AAAAAAAAAfc/S7nhi8coTLU/s1600-h/Untitled-20.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vlWKQeRkI/AAAAAAAAAfc/S7nhi8coTLU/s400/Untitled-20.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182487965093217858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-7610448415033035853?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/7610448415033035853/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=7610448415033035853' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/7610448415033035853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/7610448415033035853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2008/03/of-rubber-shoes-and-saddest-baby.html' title='Of Rubber Shoes And The Saddest Baby - Lin Acacio Flores, Illustrated by JOMIKE TEJIDO'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vpG6QeR3I/AAAAAAAAAh0/wxvjO-RpxOY/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-7395231578105922465</id><published>2008-03-27T09:32:00.000-07:00</published><updated>2008-04-16T21:40:09.202-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Karya'/><title type='text'>'Si Burad' Karya Joey Stanley</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vREaQeRjI/AAAAAAAAAfU/MoMYs2a6N5o/s1600-h/Hal-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vREaQeRjI/AAAAAAAAAfU/MoMYs2a6N5o/s400/Hal-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182465669917984306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vQ6qQeRiI/AAAAAAAAAfM/fpK-5N8EQZE/s1600-h/Hal-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vQ6qQeRiI/AAAAAAAAAfM/fpK-5N8EQZE/s400/Hal-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182465502414259746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vQuKQeRhI/AAAAAAAAAfE/Nkyl363RW7Y/s1600-h/Hal-3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vQuKQeRhI/AAAAAAAAAfE/Nkyl363RW7Y/s400/Hal-3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182465287665894930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vQgaQeRgI/AAAAAAAAAe8/euv9osVmJwM/s1600-h/Hal-4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vQgaQeRgI/AAAAAAAAAe8/euv9osVmJwM/s400/Hal-4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182465051442693634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vQTqQeRfI/AAAAAAAAAe0/aycFcye0AD8/s1600-h/Hal-5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vQTqQeRfI/AAAAAAAAAe0/aycFcye0AD8/s400/Hal-5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182464832399361522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vQBqQeReI/AAAAAAAAAes/0JVi0jRtl2Y/s1600-h/Hal-6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vQBqQeReI/AAAAAAAAAes/0JVi0jRtl2Y/s400/Hal-6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182464523161716194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vP06QeRdI/AAAAAAAAAek/FYeTk2Mhqyw/s1600-h/Hal-7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vP06QeRdI/AAAAAAAAAek/FYeTk2Mhqyw/s400/Hal-7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182464304118384082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vPk6QeRcI/AAAAAAAAAec/w6X5-fhpKdw/s1600-h/Hal-8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vPk6QeRcI/AAAAAAAAAec/w6X5-fhpKdw/s400/Hal-8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182464029240477122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vPWaQeRbI/AAAAAAAAAeU/sZokH1YsBmI/s1600-h/Hal-9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vPWaQeRbI/AAAAAAAAAeU/sZokH1YsBmI/s400/Hal-9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182463780132373938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vPKKQeRaI/AAAAAAAAAeM/j1hD412sUNA/s1600-h/Hal-10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vPKKQeRaI/AAAAAAAAAeM/j1hD412sUNA/s400/Hal-10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182463569678976418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vO96QeRZI/AAAAAAAAAeE/hvuQMZ8kT1c/s1600-h/Hal-11.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vO96QeRZI/AAAAAAAAAeE/hvuQMZ8kT1c/s400/Hal-11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182463359225578898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vOxaQeRYI/AAAAAAAAAd8/hPqWkJqDq0c/s1600-h/Hal-12.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vOxaQeRYI/AAAAAAAAAd8/hPqWkJqDq0c/s400/Hal-12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182463144477214082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vOiaQeRXI/AAAAAAAAAd0/wDXF89eR5fM/s1600-h/Hal-13.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vOiaQeRXI/AAAAAAAAAd0/wDXF89eR5fM/s400/Hal-13.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182462886779176306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vOOqQeRWI/AAAAAAAAAds/kyWeO6iS2Z8/s1600-h/Hal-14.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vOOqQeRWI/AAAAAAAAAds/kyWeO6iS2Z8/s400/Hal-14.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182462547476759906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vNwKQeRVI/AAAAAAAAAdk/V-ifhK60cuc/s1600-h/Hal-15.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vNwKQeRVI/AAAAAAAAAdk/V-ifhK60cuc/s400/Hal-15.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182462023490749778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vNjqQeRUI/AAAAAAAAAdc/Z6g2fXbEHgQ/s1600-h/Hal-16.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vNjqQeRUI/AAAAAAAAAdc/Z6g2fXbEHgQ/s400/Hal-16.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182461808742384962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vNUqQeRTI/AAAAAAAAAdU/p9WV3RmmOIs/s1600-h/Hal-17.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vNUqQeRTI/AAAAAAAAAdU/p9WV3RmmOIs/s400/Hal-17.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182461551044347186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vNH6QeRSI/AAAAAAAAAdM/FyfOPl-DabY/s1600-h/Hal-18.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vNH6QeRSI/AAAAAAAAAdM/FyfOPl-DabY/s400/Hal-18.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182461332001015074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vMqKQeRRI/AAAAAAAAAdE/F4zHldr4qN4/s1600-h/Hal-19.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vMqKQeRRI/AAAAAAAAAdE/F4zHldr4qN4/s400/Hal-19.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182460820899906834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-7395231578105922465?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/7395231578105922465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=7395231578105922465' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/7395231578105922465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/7395231578105922465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2008/03/si-burad-karya-joey-stanley.html' title='&apos;Si Burad&apos; Karya Joey Stanley'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-vREaQeRjI/AAAAAAAAAfU/MoMYs2a6N5o/s72-c/Hal-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-2722076037375576672</id><published>2008-03-27T06:08:00.000-07:00</published><updated>2008-04-16T21:40:55.567-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Karya'/><title type='text'>'MELAWAN Atau MISKIN' Karya: Joey Stanley</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uj8KQeROI/AAAAAAAAAcs/1bxK2rAR-wo/s1600-h/Hal-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uj8KQeROI/AAAAAAAAAcs/1bxK2rAR-wo/s400/Hal-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182416050160813282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ujsaQeRNI/AAAAAAAAAck/glr0p0Vlktc/s1600-h/Hal-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ujsaQeRNI/AAAAAAAAAck/glr0p0Vlktc/s400/Hal-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182415779577873618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ujRaQeRMI/AAAAAAAAAcc/jSsc-uw4b3Q/s1600-h/Hal-3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ujRaQeRMI/AAAAAAAAAcc/jSsc-uw4b3Q/s400/Hal-3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182415315721405634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uisaQeRLI/AAAAAAAAAcU/E7dp5PaS_LE/s1600-h/Hal-4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uisaQeRLI/AAAAAAAAAcU/E7dp5PaS_LE/s320/Hal-4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182414680066245810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uiYKQeRKI/AAAAAAAAAcM/0KOdjmhs3UA/s1600-h/Hal-5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uiYKQeRKI/AAAAAAAAAcM/0KOdjmhs3UA/s400/Hal-5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182414332173894818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uiKKQeRJI/AAAAAAAAAcE/BydZO0tiOvk/s1600-h/Hal-6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uiKKQeRJI/AAAAAAAAAcE/BydZO0tiOvk/s400/Hal-6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182414091655726226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uhd6QeRII/AAAAAAAAAb8/D1vyjgt3HlQ/s1600-h/Hal-7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uhd6QeRII/AAAAAAAAAb8/D1vyjgt3HlQ/s400/Hal-7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182413331446514818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uhQKQeRHI/AAAAAAAAAb0/5tIfYZIXkWs/s1600-h/Hal-8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uhQKQeRHI/AAAAAAAAAb0/5tIfYZIXkWs/s400/Hal-8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182413095223313522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uhDqQeRGI/AAAAAAAAAbs/yRioTHBSKhE/s1600-h/Hal-9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uhDqQeRGI/AAAAAAAAAbs/yRioTHBSKhE/s400/Hal-9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182412880474948706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ug26QeRFI/AAAAAAAAAbk/enMvFJPRozM/s1600-h/Hal-10.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ug26QeRFI/AAAAAAAAAbk/enMvFJPRozM/s400/Hal-10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182412661431616594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ugoqQeREI/AAAAAAAAAbc/8uoy3DpcdY4/s1600-h/Hal-11.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ugoqQeREI/AAAAAAAAAbc/8uoy3DpcdY4/s400/Hal-11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182412416618480706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ugWKQeRDI/AAAAAAAAAbU/3-KL5NijKVY/s1600-h/Hal-12.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ugWKQeRDI/AAAAAAAAAbU/3-KL5NijKVY/s400/Hal-12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182412098790900786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ugH6QeRCI/AAAAAAAAAbM/iztJNCNKWGg/s1600-h/Hal-13.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ugH6QeRCI/AAAAAAAAAbM/iztJNCNKWGg/s400/Hal-13.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182411853977764898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uf7qQeRBI/AAAAAAAAAbE/6hg431W5JNE/s1600-h/Hal-14.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uf7qQeRBI/AAAAAAAAAbE/6hg431W5JNE/s400/Hal-14.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182411643524367378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ufuKQeRAI/AAAAAAAAAa8/i8rncRlzYWY/s1600-h/Hal-15.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ufuKQeRAI/AAAAAAAAAa8/i8rncRlzYWY/s400/Hal-15.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182411411596133378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ufb6QeQ_I/AAAAAAAAAa0/6BujpqgQYFw/s1600-h/Hal-16.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ufb6QeQ_I/AAAAAAAAAa0/6BujpqgQYFw/s400/Hal-16.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182411098063520754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ufMaQeQ-I/AAAAAAAAAas/MARZFusoZWo/s1600-h/Hal-17.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ufMaQeQ-I/AAAAAAAAAas/MARZFusoZWo/s400/Hal-17.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182410831775548386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ue-6QeQ9I/AAAAAAAAAak/YGcqSl83APU/s1600-h/Hal-18.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ue-6QeQ9I/AAAAAAAAAak/YGcqSl83APU/s400/Hal-18.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182410599847314386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ueyKQeQ8I/AAAAAAAAAac/AKaFQHZQB20/s1600-h/Hal-19.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ueyKQeQ8I/AAAAAAAAAac/AKaFQHZQB20/s400/Hal-19.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182410380803982274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uemaQeQ7I/AAAAAAAAAaU/_6mWt19cnBU/s1600-h/Hal-20.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uemaQeQ7I/AAAAAAAAAaU/_6mWt19cnBU/s400/Hal-20.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182410178940519346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ueVqQeQ6I/AAAAAAAAAaM/Kswkj6D2yDI/s1600-h/Hal-21.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ueVqQeQ6I/AAAAAAAAAaM/Kswkj6D2yDI/s400/Hal-21.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182409891177710498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ueFqQeQ5I/AAAAAAAAAaE/9F8-UhfHdWg/s1600-h/Hal-22.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ueFqQeQ5I/AAAAAAAAAaE/9F8-UhfHdWg/s400/Hal-22.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182409616299803538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-udsqQeQ4I/AAAAAAAAAZ8/nz7ncrJphvc/s1600-h/Hal-23.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-udsqQeQ4I/AAAAAAAAAZ8/nz7ncrJphvc/s400/Hal-23.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182409186803073922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-udbaQeQ3I/AAAAAAAAAZ0/gGLoRXPMDlk/s1600-h/Hal-24.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-udbaQeQ3I/AAAAAAAAAZ0/gGLoRXPMDlk/s400/Hal-24.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182408890450330482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ucvqQeQ2I/AAAAAAAAAZs/mxqf-56WLOo/s1600-h/Hal-25.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-ucvqQeQ2I/AAAAAAAAAZs/mxqf-56WLOo/s400/Hal-25.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182408138831053666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uciaQeQ1I/AAAAAAAAAZk/F7tCc3rIn9o/s1600-h/Hal-27.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uciaQeQ1I/AAAAAAAAAZk/F7tCc3rIn9o/s400/Hal-27.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182407911197786962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-2722076037375576672?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/2722076037375576672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=2722076037375576672' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/2722076037375576672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/2722076037375576672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2008/03/blog-post.html' title='&apos;MELAWAN Atau MISKIN&apos; Karya: Joey Stanley'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-uj8KQeROI/AAAAAAAAAcs/1bxK2rAR-wo/s72-c/Hal-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-310326053132094966</id><published>2008-03-27T00:31:00.000-07:00</published><updated>2008-04-25T22:33:36.127-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Kumpulan Sajak KLARA AKUSTIA - Rangsang Detik</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-tW8qQeQpI/AAAAAAAAAX8/h6mKfiZdYE4/s1600-h/Klara+Akustia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-tW8qQeQpI/AAAAAAAAAX8/h6mKfiZdYE4/s320/Klara+Akustia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182331396355408530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;color:black;"   &gt;A.S. Dharta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;color:black;"   &gt; (lahir di Cibeber, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cianjur" title="Cianjur"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Cianjur&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/7_Maret" title="7 Maret"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;7 Maret&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1924" title="1924"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;1924&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, meninggal di Cibeber, Cianjur, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/7_Februari" title="7 Februari"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;7 Februari&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/2007" title="2007"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;2007&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;) adalah sastrawan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Nama sebenarnya Adi Sidharta, tetapi biasa disingkat A.S. Dharta. Yang sering dipakai adalah Klara Akustia. Lainnya: Kelana Asmara, Jogaswara, Rodji, Barmara Poetra, dan masih banyak lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a name="Perjuangan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Perjuangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;color:black;"   &gt;Jiwanya bergejolak sejak menjadi anak angkat Okayaman, salah seorang tokoh pergerakan yang dibuang ke Boven Digul. Dan makin dimatangkan di sekolah Nationaal Handele Lallegiun (NHL) di bawah didikan Douwes Dekker. Di masa revolusi, dia bergabung dengan Angkatan Pemuda Indonesia (API) yang bermarkas di Menteng 31, keluar-masuk hutan, bergerak dari satu &lt;st1:city st="on"&gt;medan&lt;/st1:city&gt; pertempuran ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pertempuran lain. Di Menteng 31 inilah dia mulai mengenal Soekarno, sejumlah tokoh politik, dan juga seniman-seniman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;color:black;"   &gt;Dia pernah menjadi wartawan Harian &lt;i&gt;Boeroeh&lt;/i&gt; di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta" title="Yogyakarta"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Dia memimpin serikat buruh: Serikat Buruh Kendaraan Bermotor, Serikat Buruh Batik, Serikat Buruh Pelabuhan, termasuk di lembaga induknya, Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI). Lalu dimatangkan lewat International Union of Students (IUS), World Federation of Democratic Youth, dan World Federation of Trade Unions, yang membuatnya berkeliling ke sejumlah negara bekas-bekas kolonialisme.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;color:black;"   &gt;Bersama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=M.S._Azhar&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="M.S. Azhar (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;M.S. Azhar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Njoto&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Njoto (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Njoto&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, A.S. Dharta mendirikan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/17_Agustus" title="17 Agustus"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;17 Agustus&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1950" title="1950"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;1950&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan menjadi sekretaris jenderal (Sekjen) pertamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; A.S. Dharta masuk penjara di Kebonwaru, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung" title="Bandung"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Bandung&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; tahun &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1965" title="1965"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;1965&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;-&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1978" title="1978"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;1978&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;color:black;"   &gt;Puisi, esai, kritik sastra, dan catatan perjalanannya tercecer di sejumlah media dalam dan luar negeri, serta masuk dalam antologi bersama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;color:black;"   &gt;Dia juga berkolaborasi dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amir_Pasaribu" title="Amir Pasaribu"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Amir Pasaribu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, yang tahun 2006 menerima penghargaan Akademi Jakarta untuk bidang musik, menghasilkan antara lain lagu "Irama Mei".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;a name="Karyanya"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Karya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal"  style="color:black;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Saidjah      dan Adinda&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;      (naskah drama, adaptasi novel karya Multatuli yang diterjemahkah Bakri      Siregar)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"  style="color:black;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Rangsang      Detik&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt; (kumpulan      sajak, 1957)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:12;"  &gt;Hati dan Otak Kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hati dan otak kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ada dimana-mana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;di &lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt; benua di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; samudera&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;hati dan otak kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;menjalar di tubuh hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;menembus batu dan beton&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mendobrak besi dan baja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;menyikat segala baksil terror &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;hati dan otak kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;makin bangkit badai mengancam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;makin kuat makin dahsyat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;alamat kiamat bagi nafsu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang mempertahankan neraka atas dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;hai, kawan-kawan yang masih tidur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tinggalkan mimpi 40 bidadari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;lepaskan hidup setengah mampus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan mari hidup, mari hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;di &lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt; benua di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; samudera&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;hati dan otak kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;meluaskan kasih dan cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;merata bagi semua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;Jalan Terus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;kata Suurhoff*:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bung, jangan main-main politik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;siapa berpolitik dia komunis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;siapa komunis dia pengacau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bandit, perampok bajingan tengik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;kata POB:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bung, jangan masuk SOBSI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mari kita elus-elus sama majikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;senyum-senyum damai-damai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mogok itu jahat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;siapa mogok dia komunis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;kata Amat buruh harian:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;gua gak ngerti minis-minisan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;gua gak doyan damai-kaburan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;gua gak demen terror harga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;imperialis jahat habis perkara!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;aku Amat, dulu sampi perahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sekarang merdeka, kata bung Karno&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;gua minta merdeka dari penjajahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sepiring nasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;_____________&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;* &lt;i style=""&gt;salah seorang pemimpin buruh negeri Belanda yang anti buruh berpolitik.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;Nyanyian Buruh Angkutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Kepada fusi buruh transport&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;aku Amat buruh angkutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;aku mogok dijalan-jalan &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;bersama Chang dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Shanghai&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Pierre-Paris dan Joe-London&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kita bikin mampus lalulintas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kita raja mobil, kereta api, kapal dan udara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kita bikin botak direktur-direktur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;kita jutaan Amat di seluruh dunia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sudah tahu arti bersatu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kagak doyan lagi terror harga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mogok!, keramaian &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kita jadikan sunyi kuburan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;aku Amat buruh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dulu buta huruf buta segala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kini pahlawan, jadi pahlawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bikinan penindasan imperialis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Aku Triompator Hari Esok!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;Teruskan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;In memoriam kawan-kawan Ngalihan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;jeruji besi itu cair ditembus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pancaran kilat matamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;teruskan, Generasi Baru, teruskan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;dan kamipun tidak ragu berani menatap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sorotan matamu. Dalam jiwa gemuruh api&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;darah muda ini bernyanyi lagu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;maju terus, maju terus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bekerja, berjuang, hidup mati untuk rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;penjara dan makammu entah dimana, kawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tidak membikin kami lemah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;terkulai layu. Kami tahu engkau mati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;di jalan juang tujuan kita bersama:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;membebaskan manusia dari laparsengsara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;tersenyumlah kawan, senyum pahlawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;rela ikhlas menyerahkan segala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan itu penjara siksa derita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hanya karangan melati engkau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;taburkan dihati kami Generasi Baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;dengarlah dengar… gegap gempita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kebangkitan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; menggempur penjara siksa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;maju terus! kedunia rakyat kuasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;Kepada Mao Tje-tung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Menyambut 1 Mei ‘51&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;matahari yang bersinar pagi ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;akan terkejut gembira melihat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;gempita pesta kelas buruh dan perdamaian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;dan engkau yang pernah berjalan ribuan mil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;lintasi gunung hutan dan sungai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dalam serangan peluru, lesu dan lapar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pagi ini engkau tak akan terkejut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;engkau tahu: matahari reaksi segera tenggelam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;pagi ini engkau saksikan rakyat ketawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan pemuda-pemuda menyanyi menari yangko&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan akan kau dengar pula kumandang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;suara kami bersatu lagu dengan bangsamu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;engkau tahu: matahari demokrasi makin gemilang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;engkau dan kami sama-sama punya jalan panjang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hianat, maut, siksa dan lapar…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan kami juga tahu sebentar lagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tiada batas dalam kebebasan rakyat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kita tahu: matahari kemenangan membunga atas dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;matahari yang bersinar di pagi Mei ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bagimu dan bagi kami membawa nyanyian merdu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;“Serikat Internasionale Pasti di Dunia”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;Barisan dan Bendera&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;kawan-kawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ini barisan kita sudah banyak bolong-bolong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan ini bendera sudah penuh koyak-koyak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ini barisan, barisan juang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan bendera merah warna darah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bolong dan koyak adalah bintang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;kawan-kawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;detik ini kita kenangkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;prajurit yang telah gugur di pangkuan bumi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Digul, Madiun, Ngalihan, dimana-mana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Korea&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Vietnam&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, Marokko, dimana-mana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;prajurit barisan pembawa bendera kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;kawan-kawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pada kita sudah tidak ada ampun lagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;terhadap mereka yang bikin kita bolong dan koyak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan yang menjadikan neraka atas dunia…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;barisan ini barisan kaum lapar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan benderanya bendera merah darah rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;kawan-kawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;barisan dan bendera ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sekarang kita bawa ke perang penghabisan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dimana kita: tegakkan perdamaian kekal-adil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dimana kita nyanyikan gembira lepas bebas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bahagia sosialisme, bahagia dunia rakyat!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;Senen-Kramat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;malam di Senen-Kramat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dua dunia menusuk otak dan rasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;tuan Parvenu hah-hah-ha mabuk bir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Amat becak hah-hah-ha menari doger&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Bir dan doger&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sama saja, bikin lupa sementara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dua dunia menusuk otak dan rasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bir, jongos, bir, ayo minum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mari, nyai, mari, ayo mabuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;lari dari cekikan dua dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;tapi adik, bersama malam yang berpacu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;di Senen Kramat, makin letih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Bir dan doger, makin melintang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;garis tegas antara Parvenu dan Amat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;dan adik,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;malam ini kudengar dengking memaki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Amat yang habis uang tidak menari:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;aku bosan lupa, bosan menyerah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;persetan takdir dan nasib!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;malam berpacu terus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;maki mengguntur menyesak udara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dua dunia berkutetan berkelahi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Senen-Kramat disenyum fajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Amat tidak menari lagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tidak mau lari lagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tidak mau narik becak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dia hanya mau dunia kembali satu dan sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;Gang Tengah 29&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;engkau bintang di hati kami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sumber daya yang ngalir abadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bikin manusia-manusia baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;kami yang kini berada dimana-mana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;merasa bangga membawa garis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kepunyaanmu, kepunyaan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;massa&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hingga deburan cinta makin menyala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pada tanah air dan dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;biarkan siutan taufan mengganas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;engkau tenang tahan segala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan kami makin setia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bela garis bela cita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bikin habis hidup sengsara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;kata-kata di tanganmu hilang hampa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;jadi segar laksana cahya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;jadi deras laksana darah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;segala engkau suruh sumbangkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kepada kenyataan abad rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;kami yang kini berada dimana-mana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tiap detik berada di tengah gelanggang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;susun barisan atur serangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan ini hanya permulaan dari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;jalan panjang ke pembebasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;engkau bintang di hati kami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang bikin dada rindu berdebar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;menantikan dunia berseri laksana bunga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;Kader SB&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Kepada SOBSI yang besar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;kau tanya aku datang dari mana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan mengapa segar mengintan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bagaikan embun di rumput pagi harapan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;aku adalah anak derita yang dibesarkan cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bayi kepedihan hari kemarin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;remaja kegairahan hari ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;nyala yang mewarnai bahagia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bagi bangsa dan manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;aku adalah perwira yang merebut semua pabrik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pada ujung sorak-sorai revolusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang bikin kaya republik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;semula tidak punya apa-apa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;selain harta merdeka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;aku adalah api yang bertahan dan berkelahi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;seteru dari budak-budak bayaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;penganjur keruntuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang mau bikin muram&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kegemilangan hidup hari ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;aku adalah zat yang ada pada segala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dimana manusia merintih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dibelenggu kerja paksa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan aku pencipta barisan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang kembali kibarkan harapan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;aku adalah kekuatan Republik kekasih ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dalam duka dalam suka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;karena aku panglima barisan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang tidak punya apa-apa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tapi pembawa merdeka bagi semua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;kau tanya aku mau kemana?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dengarlah: mari, hari ini jadikan pesta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kejayaan juang menyongsong cinta merata!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;Rukmanda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;sebutkan segala penjara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan itu adalah aku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;sebutkan segala badai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kepahitan pembuangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kerinduan pada kecapi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kesunyian malam sepi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kenangan pada Priangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan kelayuan dari menanti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;aku yang telah menghitung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;rangkaian detik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;berpuluh tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;aku serahkan segala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pada pesta perlawanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;selama ini jiwa remaja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;setiap detak nafas nyawaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan kala ini juga diminta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;aku nyanyikan “Bangunlah Kaum Terhina”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;aku kini tiada lagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bersatu dengan bumi tanah air tercinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tapi lagu aku tamatkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bersama bintang seminar kelam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dengan debar jantung terakhir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang melihat fajar bersinar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kelahiran tunas penyambung keremajaanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;sebutkan segala penjara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan itu adalah aku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tapi sebutkan juga kesetiaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kegairahan dan kepahlawanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;itulah aku!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;Petikan Gitar (1949)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Untuk kawan dan lawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;malam ini kawanku memetik gitar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;selama ini berdebu disudut kamar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mengalun lagu kenangan lama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;melodi makin segar menaik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;trem penghabisan menderu lalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kawanku menyanyi nyayian hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;cerita remaja mencumbu gadis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;cerita lama jutaan buku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;melodi makin segar manaik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan malam makin menyepi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sukaduka bergetar dalam suara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;remaja menempuh badai lautan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hilang gadis, hilang impian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;gitar berdenjar diremas jari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;remaja telanjang dilapang luas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sekitar menantang nuntut pilihan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mau kemana, mau kemana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ini batas, ini anggur dan wanita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;aku tatap muka kawanku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dijauhan tukang sate yang mengeluh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dagangan mesti habis malam ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan dia tidak mau menyerah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bintang harapan di dalam hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;gitar halus memperbaja melodi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kawanku mesra merangkai bunga api&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan hati remaja kembali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;Surat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:12;"  &gt; Biru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;kutumpahkan segala daya puisiku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;untuk menamatkan hidup dongengan, Ira&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ayo, kusambut ajakan dendang lagumu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;memaya zaman ini kita bersama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;suratku ini menterjemahkan ketekunan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hidup keras dalam rimba pengabdian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dimana kita miliki damai di hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan tujuan di hidup gemilang arti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;l&lt;/o:p&gt;ihat saja keindahan sekitar kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pesta warna pribadi-pribadi yang tahu cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;suratku ini menterjemahkan ketekunan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;suratku ini menterjemahkan kemenangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;Mars ke Sosialisme&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;kami manusia kini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;najis dan koyak di kutuk sejarah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;zaman budak, zaman feodal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan zaman penghisapan kapital&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang ingin ‘ngubur kembali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kemenangan manusia atas hewan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dengan wabah hak milik perseorangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;sorga dipanggil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;neraka dipanggil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;perang dipanggil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;malaikat dan setan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;jadi alat penegak nafsu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;kami manusia kini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;najis dan koyak dikutuk sejarah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;menggeliat meraih fajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dunia milik bersama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang membunga berwarna merah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;dan kami panggil sorga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tetapi lempar neraka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;memuja damai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dan hukum perang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kawan malaikat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;seteru setan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sucikan diri dari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;rawa koreng zaman lama berabad-abad.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;dan kami dalam sucikan diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ciptakan udara baru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bagi manusia yang meraih fajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bagi manusia yang ingin wajar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bagi manusia malaikat dan bidadari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;kami manusia kini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;suci ditempa sejarah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;manusia – yang tak kenal menyerah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;manusia – penguasa alam raya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;membuka pintu ke dunia fajar bersinar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ketok hati ke manusia besar karena wajar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-310326053132094966?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/310326053132094966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=310326053132094966' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/310326053132094966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/310326053132094966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2008/03/kumpulan-sajak-klara-akustia-rangsang.html' title='Kumpulan Sajak KLARA AKUSTIA - Rangsang Detik'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-tW8qQeQpI/AAAAAAAAAX8/h6mKfiZdYE4/s72-c/Klara+Akustia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-8160140090029282692</id><published>2008-02-03T19:41:00.000-08:00</published><updated>2008-02-04T06:23:29.312-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profile Pekerja Seni'/><title type='text'>Ki Suhardi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R6ca-AhbsgI/AAAAAAAAAXU/BFyvPk-HCRA/s1600-h/Ki+Suhardi.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R6ca-AhbsgI/AAAAAAAAAXU/BFyvPk-HCRA/s320/Ki+Suhardi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163125150398001666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: georgia;" lang="SV"&gt;Kelahiran Bandung 20 Februari 1956, bermukim di Jln Tebet Timur Dalam XI No. 20 Tebet Jakarta Selatan. Pada tahun 1980 belajar ke seorang pelukis ekspresionis Jeihan Sukmantoro lalu bergabung dengan Komunitas seni independent Gerbong dan mulai konsisten berkarya juga berpameran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Lucida Sans Unicode&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Email Address  : &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="mailto:kisuhardi@kisuhardi.com"&gt;kisuhardi@kisuhardi.com&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Site                     : &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://www.kisuhardi.com/"&gt;www.kisuhardi.com/&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(255, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;Pengalaman Pameran&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(255, 153, 0);" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                                                                  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;1981 – 1982&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: Pameran bersama SSB (Studio Seni Rupa Bandung) di GGM &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Jl Merdeka Bandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;1996&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: Pameran bersama di Studio Tatang Ganar Cigadung Bandung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;1997&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Ikut Jambore seni rupa di Pasar Seni Ancol – Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;1997&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Pameran bersama Gerbong di Mall Matahari Tasikmalaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;1998&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Pameran bersama 'Pelukis Jalanan 3 Kota' (Bandung-Jogja-Solo) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;                            &lt;/span&gt;di Mall Taman Anggrek Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;1999&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Pameran berdua dengan Ating Sudirman 'Dialog Rakyat' di &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;gedung YPK Naripan Bandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;1999&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Pameran Tunggal Memperingati Tragedi Trisakti 12 Mei di &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Selasar Trisakti Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2000&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Pameran bersama Gerbong dan Jaker 'Dasar Babi-Babi' di &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Gedung YPK Naripan Bandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2000&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Pameran bersama 'Indonesian Outlook' di Sahid Jaya Hotel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2001&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Pameran bersama Gerbong seni rupa pertunjukan 'Sidang Para&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tengkulak' di Jln Dadali, Unjani,                               Cibeureum, Unisba, Paspati &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;(Cihampelas), STNB, Unpad Jatinangor Bukit Tunggul Bandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2001&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Pameran bersama Gerbong Seni Rupa Pertunjukan 'Stop War' &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;di Plaza Parahiyangan Bandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2001&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Workshop &amp;amp; Pameran Grafis 'Vla Print Making' di Galeri Sumardji&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;ITB Bandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2001&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;: Menggelar Lukisan di Acara Asia Pasific Conference/Konferensi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Asia Pasifik pada 6 Juni 2001&lt;br /&gt;                            di Sawangan Bogor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2002&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Pameran Memperingati Hari Buruh Internasional di Thailand.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2002&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Pameran bersama Peringatan Tragedi 27 Juli di Gedung PDI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Jln Diponegoro Jakarta Pusat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2002&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;: Workshop Seni Rupa Gerbong di Jl Dago Bandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2003&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;: Pameran Seni Rupa Gerbong 'Transisi' di Galeri Kita Jln RE&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Martadinata Bandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2003&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Pameran Kilas Balik 2002 – 2003 di Galeri Kita Jl RE Martadinata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Bandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2004&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Pameran bersama Gerbong 'Ekologi Demokrasi' di Rumah Seni &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Ki Suhardi Jakarta Selatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2004&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;: Pameran bersama Menyambut 'KAA In Memorial' di Gedung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; YPK Naripan Bandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2005&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Pameran Tunggal di Galeri 600 (Jenny Barton Gallery) &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Washington&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Street Willmington &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;Delaware&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; Amerika Serikat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2005&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Pameran Memperingati 100 Hari Tsunami di Galeri Cipta II Taman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Ismail Marzuki Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2005&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;: Pameran bersama Gerbong dan Fok'r (Forum Kreatifitas) Seni Rupa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&amp;amp; Fotografi '8 Kebebasan' di Rumah Seni Ki Suhardi Tebet Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;2005&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Pameran bersama menyambut 50 Tahun KAA '50 x 50' di Galeri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;                             Kita Jln RE Martadinata Bandung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2006&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Pameran bersama Gerbong 'Jahanam Jahanam' di Galerri Pitoe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;                              &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Jogja dan Balai Sudjatmoko Solo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2006&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Pameran bersama 'Bandung Art Festival' di Gedung YPK Naripan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Bandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2006&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: Pameran bersama Gerbong di Braga City Walk Jln Braga Bandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;2007&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;: Workshop dan Pameran Seni Rupa Propaganda, bersama Jaker,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Lucida Sans Unicode&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;                       Indie Art, IGJ dan Galeri Publik di Jln Diponegoro Jakarta Pusat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karya-karya&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Rakyat Aparat      Konglomerat – Oil on Canvas – 90x90 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dialog – Oil on      Canvas – 100x100 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Diapun Punya      Mimpi – Oil on Canvas – 100x83 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Doa untuk Damai      – Oil on Canvas – 69x58 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Egosentris –      Oil on Canvas – 70x64 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Ghandi – Oil on      Canvas – 80x70 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Hama&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; – Oil on      Canvas – 110x100 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Hidup =      Berjuang – Oil on Canvas – 200x146 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;KorLap – Oil on      Canvas – 90x70 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Lacur – Oil on      Canvas – 100x90 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Menanti      Keajaiban – Oil on Canvas – 100x80 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Mimpi Buruk      Marsinah – Oil on Canvas – 90x90 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Nyala Api – Oil      on Canvas – 95x70 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Padamu Negeri –      Oil on Canvas – 90x90 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pendapatan      Kosong – Oil on Canvas – 70x60 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pengemis – Oil      on Canvas – 90x65,5 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Perjalanan –      Oil on canvas – 104x73 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Pesta Para      Tengkulak - Oil on Canvas – 100x100 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Populasipolusi      – Oil on Canvas – 69x63 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Punkers – Oil      on Canvas – 95x75 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Punk Music      Player – Oil on Canvas – 70x70 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Trafficking –      Oil on Canvas – 90x60 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Lucida Sans Unicode&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Yang Berjalan      di Reruntuhan – Oil on Canvas – 40x40 cm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-8160140090029282692?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/8160140090029282692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=8160140090029282692' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/8160140090029282692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/8160140090029282692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2008/02/ki-suhardi.html' title='Ki Suhardi'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R6ca-AhbsgI/AAAAAAAAAXU/BFyvPk-HCRA/s72-c/Ki+Suhardi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-81278715257648244</id><published>2008-02-01T21:42:00.000-08:00</published><updated>2008-02-01T22:50:38.305-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lyric Lagu'/><title type='text'>Gastavo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R6QQRwhbsdI/AAAAAAAAAW8/cOAMSji8YSE/s1600-h/Gastavo.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R6QQRwhbsdI/AAAAAAAAAW8/cOAMSji8YSE/s400/Gastavo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162268970142380498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;KUDA BESI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="MsoCommentReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;!--[if !supportAnnotations]--&gt;&lt;a class="msocomanchor" id="_anchor_1" onmouseover="msoCommentShow('_anchor_1','_com_1')" onmouseout="msoCommentHide('_com_1')" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5034209703359924839#_msocom_1" language="JavaScript" name="_msoanchor_1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Intro &lt;b&gt;B&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Em&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;kau pacu dan melaju&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;di atas roda waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;kau jelajahi desa &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Em&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;ribuan &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Em&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;diatas pelananya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;membuatmu bernyali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;hujan panas kau terjang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;                                      &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Em&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;menunggang kuda besi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;setenggak embun persaudaraan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;tanpa lampu pekat pun kau terjang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;kau ciptakan rasa persaudaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;kau korbankan semangat berpetualang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Reffrein:&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;C&lt;span style=""&gt;                                            &lt;/span&gt;D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;kau lah si kuda besi, lambang kebebasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;C&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                           &lt;/span&gt;D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;kau bebas di jalanan, tiada yang menghadang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;C&lt;span style=""&gt;                                                        &lt;/span&gt;D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;meraung dengan garang, pecah kesunyian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;C&lt;span style=""&gt;                                           &lt;/span&gt;B &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;kau lah si kuda besi, berkelana di jalanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Intro &lt;b&gt;Em&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;h4 style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;GASTAVO&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;&lt;h4 style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Intro : &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;G D Em C&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;      &lt;h3&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;G&lt;span style=""&gt;                                                 &lt;/span&gt;D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;HEI KAWAN SEMUA MARI BERKUMPUL KEMARI&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Em&lt;span style=""&gt;                                                                           &lt;/span&gt;C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;HILANGKAN RESAH DAN GUNDAH YANG SELALU DI HATI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;G&lt;span style=""&gt;                                                     &lt;/span&gt;D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;TUK MELAWAN NGGAK HARUS DENGAN MEMAKI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Em&lt;span style=""&gt;                                        &lt;/span&gt;C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;BERSAMA KAMI MARI KITA BERNYANYI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;G&lt;span style=""&gt;                                               &lt;/span&gt;D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;WAHAI KAWAN JANGAN KAU HANYA DIAM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Em&lt;span style=""&gt;                                              &lt;/span&gt;C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;KEKECEWAAN YANG PERNAH KAU RASAKAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;G&lt;span style=""&gt;                                                          &lt;/span&gt;D&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;CEPAT UNGKAPKAN JANGAN HANYA KAU PENDAM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Em&lt;span style=""&gt;                                           &lt;/span&gt;C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;MASA DEPAN SURAM BILA KAU BUNGKAM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;G&lt;span style=""&gt;                                     &lt;/span&gt;D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;NYANYI MARI BERNYANYI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Em&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;NYANYI…… NYANYIKAN SUARA HATI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;G&lt;span style=""&gt;                                     &lt;/span&gt;D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;GOYANG MARI BERGOYANG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Em&lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;C&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;G&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;GOYANG……GOYANG DAN LAWAN TIRANI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoHeader" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;REFF&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;F&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;JANGAN KAU HANYA DIAM, IKUTLAH BERDENDANG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;&lt;b&gt;G&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;BERSAMA….&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;GASTAVO… GASTAVO…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;F&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;WALAUPUN RADA SUMBANG, TETAPLAH BERGOYANG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;                         &lt;/span&gt;&lt;b&gt;G&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;BERSAMA…. GASTAVO… GASTAVO…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;F&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;SADARI KENYATAAN, LAWAN KEZALIMAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;&lt;b&gt;G&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;BERSAMA….&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;GASTAVO… GASTAVO…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;F&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;BANGUNLAH PERSATUAN, JEMPUT PERUBAHAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;                                             &lt;/span&gt;&lt;b&gt;G&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;DENGAN SYAIR DAN LAGU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportAnnotations]--&gt;  &lt;hr class="msocomoff" align="left"  width="33%" style="font-size:78%;"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportAnnotations]--&gt;  &lt;div id="_com_1" class="msocomtxt" language="JavaScript" onmouseover="msoCommentShow('_anchor_1','_com_1')" onmouseout="msoCommentHide('_com_1')"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportAnnotations]--&gt;&lt;a name="_msocom_1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportAnnotations]--&gt;&lt;/div&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;      &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: left;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;KEPADA YTH&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Bertanya Bertanya Bertanya Aku Bertanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kepada Kepada Kepada Oh Kepada Siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Semua Orang Kini Semakin Gila&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Bangsaku Kini Tak Lagi Ber Bu Da Ya&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Bertanya Bertanya Bertanya Aku Bertanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kepada Kepada Kepada Oh Kepada Siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dimana Persaudaraan Yang Dulu Pernah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dimana Persatuan Yang Dulu Pernah Tercipta&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Bukankah Kita Ini Sebenarnya Satu Bangsa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Kita Dilahirkan Di Bumi Yang Sama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Mengapa Masih Saja &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Pertikaian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak Tau.. Tak Tau..Mengapa…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak Tau.. Tak Tau..Mengapa…&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;…………………..ORASI……………….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Melody..NYEM-NYEM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Bertanya Bertanya Bertanya Aku Bertanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kepada Kepada Kepada Oh Kepada Siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dimana Persaudaraan Yang Dulu Pernah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dimana Persatuan Yang Dulu Pernah Tercipta&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Bukankah Kita Ini Sebenarnya Satu Bangsa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Kita Dilahirkan Di Bumi Yang Sama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Mengapa Masih Saja &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Pertikaian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak Tau.. Tak Tau..Mengapa…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak Tau.. Tak Tau..Mengapa…&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Melody..NYEM-NYEM&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bukankah Kita Ini Sebenarnya Satu Bangsa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Kita Dilahirkan Di Bumi Yang Sama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Mengapa Masih Saja &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Pertikaian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak Tau.. Tak Tau..Mengapa…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tak Tau.. Tak Tau..Mengapa…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in; text-align: left;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;CUMA-CUMA&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;ribuan bocah putus sekolah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tak pernah usai terus bertambah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;harapan !!! &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;……&lt;i style=""&gt;backing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;sekolah hanya impian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;impian !!!………..backing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;semakin tinggi dan menghilang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bukannya karena tak mampu tuk menuntut ilmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;apa daya hamba memang tak mampu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pendidikan jadi barang dagangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;komoditas industri yang berharga tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;gelisah mereka ingin sekolah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dipaksa pasrah dan harus kalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;harapan !!........backing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;seklah hanya impian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;impian !!!..........backing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoHeader" style="margin-left: 0.5in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;cuma-cuma sekolah bebas biaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mutu terjamin agar MUDAH dicerna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;cuma-cuma percuma negerinya kaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hanya untuk membodohi rakyatnya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;BERLARI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="MsoCommentReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;!--[if !supportAnnotations]--&gt;&lt;a class="msocomanchor" id="_anchor_1" onmouseover="msoCommentShow('_anchor_1','_com_1')" onmouseout="msoCommentHide('_com_1')" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5034209703359924839#_msocom_1" language="JavaScript" name="_msoanchor_1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;BERLARI KU AKAN TERUS BERLARI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;DITENGAH PEKATNYA HARI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;SEIRING KELAMNYA ALUR HIDUPKU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;BERHENTI KU AKAN MATI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;BERLARI KU TERUS BERLARI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;DEMI UNTUKMU BIDADARIKU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;KAN&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;, KU TERJANG SEMUA YANG MENGHADANG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;DEMI UNTUKMU OH..SAYANG&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;KUSADARI JALAN ILLAHI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;TAKDIRLAH YANG MEMBUATKU AKAN TERUS BERLARI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;BERLARIKU AKAN TERUS BERLARI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;TANPA KU SADARI LAGI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;TIMAH PANAS SANG PERKAKAS NEGRI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;MENGHENTIKAN KU BERLARI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;HANYA DENGAN LOBI DAN MATERI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;TAKKAN PERNAH KURASAKAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;MATI DAN KEJAMNYA JERUJI BESI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;TAPI KENAPA HANYA UNTUK KAMI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;JELATA KAUM&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;KURCACI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;TIDAK UNTUK RAKSASA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;YANG SELALU BEBAS BERLARI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;MUNDUR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Atas nama seluruh rakyat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; kami menuntut paduka yang mulia untuk segera…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;MUNDUR !!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;MUNDUR !!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;MUNDUR !!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;MUNDUR !!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;MUNDUR !!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;BILA KAU TAK BISA, BILA KAU TAK MAMPU LEBIH BAIK KAU &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;MUNDUR&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;JANGAN DITERUSKAN JANGAN DIPAKSAKAN LEBIH BAIK KAU &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;MUNDUR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;DIBALIK MEJA KAU BERCANDA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;DIKURSI BUSA KAU TERLENA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;INGKARI JANJI SAH BUAT RAJA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;POTONG SUBSIDI ANGGAP BIASA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;BBM NAIK RAKYAT SENGSARA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;TURUNKAN SEGERA HAI PENGUASA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;BILA KAU TAK BISA, BILA KAU TAK MAMPU LEBIH BAIK KAU &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;MUNDUR&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;JANGAN DITERUSKAN JANGAN DIPAKSAKAN LEBIH BAIK KAU &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;MUNDUR&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;BILA KAU TAK BISA, BILA KAU TAK MAMPU LEBIH BAIK KAU &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;MUNDUR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;JANGAN DITERUSKAN JANGAN DIPAKSAKAN LEBIH BAIK KAU &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;MUNDUR&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;DIBALIK MEJA KAU BERCANDA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;DIKURSI BUSA KAU TERLENA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;BBM NAIK RAKYAT SENGSARA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;KOMPENSASI RETORIKA BELAKA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;OMONG KOSONG PENGHUNI SINGGASANA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;PESTA PORA PEMUJA HUKUM RIMBA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;BILA KAU TAK BISA, BILA KAU TAK MAMPU LEBIH BAIK KAU MUNDUR&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Khayalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="Section1"&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dimalam yang sepi kuberkhayal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kuhidup dinegri yang tak kukenal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;negri yang damai tak ada perang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;negri yang tentram tak ada kerusuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;semua berjalan bergandeng tangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tak ada dendam tak ada kebencian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;negri tanpa raja tanpa penguasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tanpa tentara tak ada senjata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;mungkin....mungkinkah ini menjadi nyata &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ataukah ini cuma khayalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ataukah mungkin cuma bualan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;mungkin....mungkinkah ini menjadi nyata &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ataukah ini cuma khayalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ataukah mungkin cuma bualan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tentang perdamaian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;khayalan ku...khayalan mu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;lamunan ku...lamunan kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;.........lead guitar........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;semua berjalan bergandeng tangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tak ada dendam tak ada kebencian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;negri tanpa raja tanpa penguasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tanpa tentara tak ada senjata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;mungkin....mungkinkah ini menjadi nyata &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ataukah ini cuma khayalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ataukah mungkin cuma bualan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;mungkin....mungkinkah ini menjadi nyata &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ataukah ini cuma khayalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ataukah mungkin cuma bualan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tentang perdamaian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;khayalan ku...khayalan mu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;lamunan ku...lamunan kita..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;br /&gt;Azab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;hutan terbakar..asap dimana-mana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hidup manusia..terasa smakin panas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;rusaklah sudah..paru-paru dunia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;musnahlah juga..tempat tinggal para satwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;surat&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt; HPH jadikan kau perkasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hanya bersabda bagaikan seorang dewa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kau babat semua hutanku tanpa sisa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kau rampas semua warisan moyang tercinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;lihatlah tuan...ulahmu tuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;terlalu banyak memakan korban &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;terlalu banyak menelan korban&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;asap asap azab siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;asap asap ulah ulah siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;asap asap azab siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;asap asap ulah ulah siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;ayolah kawan cepatlah dihentikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ulah manusia yang merusak hutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ayolah kawan marilah lestarikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kehidupan hutan jangan dimusnahkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;hutan bukan warisan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hutan bukan warisan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tapi untuk kelangsungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;lihatlah tuan...ulahmu tuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;terlalu banyak memakan korban &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;terlalu banyak menelan korban&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;asap asap azab siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;asap asap ulah ulah siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;asap asap azab siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;asap asap ulah ulah siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;ayolah kawan cepatlah dihentikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ulah manusia yang merusak hutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ayolah kawan marilah lestarikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kehidupan hutan jangan dimusnahkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;hutan bukan warisan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hutan bukan warisan&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;tapi untuk kelangsungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;lihatlah tuan...ulahmu tuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;terlalu banyak memakan korban &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;terlalu banyak menelan korban&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;asap asap azab siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;asap asap ulah ulah siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;asap asap azab siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;asap asap ulah ulah siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;PSPB&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;65…65…KABUT SEJARAH DI &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;INDONESIA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;65…65…PEMBANTAIAN DIMANA-MANA&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;# JATUHNYA VONIS TANPA PERADILAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;   LAWAN POLITIK&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;JATUH BERGUGURAN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;   IDEOLOGI JADI KAMBING HITAM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;65…65…TRAGEDI MELANDA NUSANTARA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;65…65…PEMBODOHAN MERAJALELA&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;# 2 &lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;ACUH SAAT BURUH MENGADUH &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;           TIKAM BELAKANG SIAPA YANG MENENTANG&lt;span style=""&gt;    (&lt;/span&gt;2x)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;KARYANYA…KORUPSI…KOLUSI…NEPOTISME&lt;span style=""&gt;    (&lt;/span&gt;2x)&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;# 3&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ORASI ….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;KURASA SEMUA TAU, KURASA SEMUA TAU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;    KURASA SEMUA PAHAM INI HANYA REKAYASA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;INI HANYA TIPU DAYA&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Back To # , #3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;PASAL 34&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;SEORANG BOCAH BERDIRI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;DITENGAH BISINGNYA &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;KOTA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;TUBUHNYA HITAM TERBAKAR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;TERIKNYA SINAR MENTARI&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;MATANYA MENATAP&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;LIAR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;SEOLAH MENCARI MANGSA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;DEMI TUK SESUAP NASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;SEKEDAR PENYAMBUNG…NYAWA…&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;TIADA YANG PEDULIKAN NASIBNYA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;JALANAN JADI SAKSI HIDUPNYA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;BEKERJA BAGAI SEORANG DEWASA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;HANYA DO’A DAN HARAPAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;TEMANI MIMPINYA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;BERLARI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;BERLARI-BERLARI KUKAN TERUS BERLARI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;BERHENTI-BERHENTI KUTAKKAN PERNAH BERHENTI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;SEIRING KELAM ALUR HIDUPKU &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;KAN&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; KUHADAPI SMUA YANG MENGHALANGI &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;DEMI UNTUK MU BIDADARIKU, SEMUA RINTANGAN TAKKAN PERNAH BERARTI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;BERLARI-BERLARI KUKAN TERUS BERLARI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;BERHENTI-BERHENTI KUTAKKAN PERNAH BERHENTI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;AKU SADARI JALAN HIDUPKU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;AKU MENCURI AYAM TETANGGA, UNTUK MEMBELIKANNYA BUNGA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;TANPA KUSADARI TERNYTA TIMAH PANAS BERSARANG DIKAKI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;TAPI KENAPA HANYA TUK KAMI KAUM KURCACI YANG SELALU&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;DIKEBIRI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;SEDANG RAKSASA BEBAS MENCURI, BEBAS KORUPSI TANPA PERNAH DIADILI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportAnnotations]--&gt;  &lt;hr class="msocomoff" align="left"  width="33%" style="font-size:78%;"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportAnnotations]--&gt;  &lt;div id="_com_1" class="msocomtxt" language="JavaScript" onmouseover="msoCommentShow('_anchor_1','_com_1')" onmouseout="msoCommentHide('_com_1')"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportAnnotations]--&gt;&lt;a name="_msocom_1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;    &lt;!--[if !supportAnnotations]--&gt;&lt;/div&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5034209703359924839-81278715257648244?l=jakker.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jakker.blogspot.com/feeds/81278715257648244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5034209703359924839&amp;postID=81278715257648244' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/81278715257648244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5034209703359924839/posts/default/81278715257648244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jakker.blogspot.com/2008/02/gastavo.html' title='Gastavo'/><author><name>PP Jaker</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05200989531873953980</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://bp1.blogger.com/_P95hXJLucKk/R-4iy6QeSLI/AAAAAAAAAlc/RfrzKE6e8vI/S220/LogoJaker.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_P95hXJLucKk/R6QQRwhbsdI/AAAAAAAAAW8/cOAMSji8YSE/s72-c/Gastavo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5034209703359924839.post-4731682218831047293</id><published>2008-02-01T09:14:00.001-08:00</published><updated>2008-02-01T21:30:45.455-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profile Pekerja Seni'/><title type='text'>Johnsony Marhasak Lumbantobing</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Panggilan&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: John Tobing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tempat/Tgl Lahir&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;: Binjai (Sumatera Utara), 01 Desember 1965&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan (sekarang)&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;: Wiraswasta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Akhir&lt;span style=""&gt;                 &lt;/span&gt;: S1 (Filsafat UGM &lt;st1:place st="on"&gt;Yogyakarta&lt;/st1:place&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Mulai Mencipta Lagu&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;: Di Tanjungkarang (Bandarlampung) tahun 1977&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Jumlah lagu yang telah dicipta sekitar 100 –an (jumlah pasti agak sulit karena ada banyak lagu yang tidak ter-file, yang diingat oleh orang lain, padahal saya sendiri sudah lupa)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Jenis Lagu&lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;: Anak-anak, Pop, Rock, Pop Ballada, Perjuangan.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;BEBERAPA JUDUL LAGU KRITIK SOCIAL dan PERJUANGAN:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; width: 333pt; margin-left: -0.05in; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="444"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 25.3pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(255, 153, 0) none repeat scroll 0% 50%; width: 30.7pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 25.3pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;No.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(255, 153, 0) none repeat scroll 0% 50%; width: 69.7pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 25.3pt;" valign="top" width="93"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Judul Lagu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(255, 153, 0) none repeat scroll 0% 50%; width: 106.6pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 25.3pt;" valign="top" width="142"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Tempat/ Tahun Pembuatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(255, 153, 0) none repeat scroll 0% 50%; width: 1.75in; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 25.3pt;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair – Lagu Ciptaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 25.3pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.7pt; height: 25.3pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 69.7pt; height: 25.3pt;" valign="top" width="93"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Damailah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 106.6pt; height: 25.3pt;" valign="top" width="142"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   Maret 1987&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in; height: 25.3pt;" valign="top" width="168"&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair :   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;FX.   Rudy Gunawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Lagu : John   Tobing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 25.3pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.7pt; height: 25.3pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 69.7pt; height: 25.3pt;" valign="top" width="93"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Perdamaian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 106.6pt; height: 25.3pt;" valign="top" width="142"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   Maret 1987&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in; height: 25.3pt;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair :   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;FX.   Rudy Gunawan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Lagu : John   Tobing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12.6pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.7pt; height: 12.6pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 69.7pt; height: 12.6pt;" valign="top" width="93"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Damai   Rimbaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 106.6pt; height: 12.6pt;" valign="top" width="142"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   Mei 1987&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in; height: 12.6pt;" valign="top" width="168"&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair   &amp;amp; Lagu : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;John   Tobing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 25.3pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.7pt; height: 25.3pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 69.7pt; height: 25.3pt;" valign="top" width="93"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Seorang   Lelaki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 106.6pt; height: 25.3pt;" valign="top" width="142"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   April 1988&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in; height: 25.3pt;" valign="top" width="168"&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair :   Yayan Sopyan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Lagu : JohnTobing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 25.3pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.7pt; height: 25.3pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 69.7pt; height: 25.3pt;" valign="top" width="93"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Perkisahan   Luka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 106.6pt; height: 25.3pt;" valign="top" width="142"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   12 Agustus 1988&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in; height: 25.3pt;" valign="top" width="168"&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair :   Yayan Sopyan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Lagu : John   Tobing &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 25.3pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.7pt; height: 25.3pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 69.7pt; height: 25.3pt;" valign="top" width="93"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Soeharto   Asoe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 106.6pt; height: 25.3pt;" valign="top" width="142"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   April 1990&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in; height: 25.3pt;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair :   Chaidir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Lagu : John   Tobing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12.6pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.7pt; height: 12.6pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 69.7pt; height: 12.6pt;" valign="top" width="93"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Satu   Kata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 106.6pt; height: 12.6pt;" valign="top" width="142"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   5 Mei 1990&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in; height: 12.6pt;" valign="top" width="168"&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair   &amp;amp; Lagu : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;John   Tobing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 37.85pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.7pt; height: 37.85pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 69.7pt; height: 37.85pt;" valign="top" width="93"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Hati   Nurani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 106.6pt; height: 37.85pt;" valign="top" width="142"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   September 1990&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in; height: 37.85pt;" valign="top" width="168"&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair :   (potongan puisi angkatan ’66)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Lagu : John   Tobing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12.6pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.7pt; height: 12.6pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 69.7pt; height: 12.6pt;" valign="top" width="93"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Luka   Anak Negeri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 106.6pt; height: 12.6pt;" valign="top" width="142"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   Nopember 1990&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in; height: 12.6pt;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Lagu : John   Tobing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12.6pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.7pt; height: 12.6pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 69.7pt; height: 12.6pt;" valign="top" width="93"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Api   Kesaksian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 106.6pt; height: 12.6pt;" valign="top" width="142"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   Nopember 1990&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in; height: 12.6pt;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair   &amp;amp; Lagu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;John   Tobing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 37.85pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.7pt; height: 37.85pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;11&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 69.7pt; height: 37.85pt;" valign="top" width="93"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Bangkit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 106.6pt; height: 37.85pt;" valign="top" width="142"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   1991&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in; height: 37.85pt;" valign="top" width="168"&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair :   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Dadang   Juliantara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Lagu : John   Tobing &amp;amp; Weby Warouw&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 25.3pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.7pt; height: 25.3pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;12&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 69.7pt; height: 25.3pt;" valign="top" width="93"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Cadas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 106.6pt; height: 25.3pt;" valign="top" width="142"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   Oktober 1991&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in; height: 25.3pt;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair :   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Agung   Wibawanto&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Lagu : John   Tobing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 37.85pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.7pt; height: 37.85pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;13&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 69.7pt; height: 37.85pt;" valign="top" width="93"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Hymne   Darah Juang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 106.6pt; height: 37.85pt;" valign="top" width="142"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   1991&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in; height: 37.85pt;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair :   &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Dadang   Juliantara,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Budiman Sujatmiko&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Lagu : John   Tobing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 12.6pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.7pt; height: 12.6pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;14&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 69.7pt; height: 12.6pt;" valign="top" width="93"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Mars   Soempah Kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 106.6pt; height: 12.6pt;" valign="top" width="142"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   26 Oktober 1991&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in; height: 12.6pt;" valign="top" width="168"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair   &amp;amp; Lagu : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;John   Tobing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 26pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.7pt; height: 26pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;15&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 69.7pt; height: 26pt;" valign="top" width="93"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Mogok   Makan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 106.6pt; height: 26pt;" valign="top" width="142"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   13 Nopember 1991&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 1.75in; height: 26pt;" valign="top" width="168"&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair   &amp;amp; Lagu : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;John   Tobing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border: medium none ; width: 333.25pt; margin-left: -0.05in; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="444"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 41.15pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(255, 153, 0) none repeat scroll 0% 50%; width: 30.65pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 41.15pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;No.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(255, 153, 0) none repeat scroll 0% 50%; width: 68.35pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 41.15pt;" valign="top" width="91"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Judul Lagu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(255, 153, 0) none repeat scroll 0% 50%; width: 107.45pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 41.15pt;" valign="top" width="143"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Tempat/ Tahun Pembuatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; padding: 0in 5.4pt; background: rgb(255, 153, 0) none repeat scroll 0% 50%; width: 126.8pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; height: 41.15pt;" valign="top" width="169"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair – Lagu Ciptaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 26.9pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.65pt; height: 26.9pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;16&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 68.35pt; height: 26.9pt;" valign="top" width="91"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yang   Kesepian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 107.45pt; height: 26.9pt;" valign="top" width="143"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   April 1992&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 126.8pt; height: 26.9pt;" valign="top" width="169"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Waluyo Jati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Lagu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;John Tobing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 13.5pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.65pt; height: 13.5pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;17&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 68.35pt; height: 13.5pt;" valign="top" width="91"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Doa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 107.45pt; height: 13.5pt;" valign="top" width="143"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   April 1992&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 126.8pt; height: 13.5pt;" valign="top" width="169"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair   &amp;amp; Lagu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;John Tobing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 26.9pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.65pt; height: 26.9pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;18&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 68.35pt; height: 26.9pt;" valign="top" width="91"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Bangkit   Dari Kolong (Pak Dul)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 107.45pt; height: 26.9pt;" valign="top" width="143"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   21 Juli 1992&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 126.8pt; height: 26.9pt;" valign="top" width="169"&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair :   Agung Wibawanto&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Lagu : John   Tobing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 26.9pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.65pt; height: 26.9pt;" valign="top" width="41"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;19&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 68.35pt; height: 26.9pt;" valign="top" width="91"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Seorang   Ibu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 107.45pt; height: 26.9pt;" valign="top" width="143"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Yogya,   23 Agustus 1992&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding: 0in 5.4pt; width: 126.8pt; height: 26.9pt;" valign="top" width="169"&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Syair :   Waluyo Jati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:11;"  &gt;Lagu : John   Tobing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 26.9pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; padding: 0in 5.4pt; width: 30.65pt; height: 26.9pt;" valign="top" wid
